
>>author<<
>>flashback Abi lagi ya gaess<<
Abi mengajak Devi keluar kantin supaya ia bisa menghindar dari berondongan pertanyaan Bagas.
"Kenapa kak? Kok kakak narik lengan Devi buru-buru. Kan gak sopan ninggalin temen kakak yang tadi, pas dia lagi ngomong gitu" ujar Devi dengan polosnya.
Mereka berada di parkiran motor, Abi langsung naik ke atas motornya dan menyalakan motornya. Mengabaikan pertanyaan Devi seperti biasanya.
"Ayo naik!" perintah Abi seperti biasanya tanpa ada penjelasan terlebih dahulu.
"Kita mau kemana?" tanya devi.
"Udah, ayok cepat kamu naik dulu!" desak Abi. Akhirnya Devi menuruti perintah Abi.
Lama perjalanan mereka menggunakan motor dengan saling diam. Pikiran Abi sedang tidak fokus, ia memikirkan banyak hal hingga hilang konsentrasinya pada jalanan. Tiba-tiba ada kucing menyebrang, berlari melesat membuat Abi kaget hingga dengan terpaksa ia membanting setir ke kiri. Motornya oleng dan jatuh ke pinggir trotoar.
"Aw!" Devi berteriak kesakitan. Ia terjatuh, lututnya terantuk sisi trotoar hingga berdarah.
Abi segera bangkit dan menuntun motornya agar tidak menimpa Devi. Setelah meminggirkan motornya, ia segera memeriksa luka Devi.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Abi cemas. Ia memeriksa kaki Devi yang terluka dan bertanya apa ada lagi yang sakit selain lututnya. Devi menggeleng, tidak ada yang terluka lagi selain lututnya.
Abi memapah Devi untuk berdiri dan berjalan menepi, namun sepertinya untuk berdiri saja Devi kesulitan apalagi harus berjalan. Kebetulan di depannya ada halte bus, Abi lantas menggendong Devi ke halte.
"Coba sini aku lihat luka kamu" ucap Abi. Ia melihat darah yang keluar dari lutut Devi cukup banyak. Bagaimana tidak, Devi yang tidak mengenakan celana panjang sudah pasti lututnya akan langsung berbenturan dengan aspal jalanan. Devi yang mengenakan dres selutut sudah pasti tidak bisa melindungi lututnya dari goresan.
"Kita ke rumah sakit ya, sebentar aku telpon Bagas dulu" ucap Abi lalu mengambil ponselnya di sakunya.
"Halo Gas! Tolongin gue, lu dateng ke pertigaan dekat halte bus A. Entar gue jelasin detilnya. Oh ya, lu kesini pake pinjem mobil Gilang ya. Oke gue tunggu, jangan lama-lama!" setelah itu Abi menutup sambungan ponselnya.
Abi lantas mengambil air mineral yang ada di bagasi motornya.
"Nih minum dulu" ucap Abi sambil menyerahkan air mineral pada Devi.
__ADS_1
Devi yang masih meringis kesakitan kemudian menerima uluran air mineral dari Abi lantas meminumnya.
"Maaf ya, gara-gara aku gak konsentrasi di jalan, kamu jadi kecelakaan" ucap Abi merasa bersalah.
Devi menatap netra Abi lekat-lekat, ia secara impulsif memegang pipi Abi.
"Gak apa-apa kok kak, namanya juga musibah, gak ada yang tau akan menimpa siapa" ucapnya sambil mengusap lembut pipi Abi.
Hati Abi tiba-tiba terhangatkan. Ada perasaan aneh yang menelusup ke relung hatinya. Ada perasaan yang baru ia rasakan seumur hidupnya, yang ia sendiri tak bisa mengartikan perasaan apa itu.
Abi terpejam sejenak menerima sentuhan Devi yang sebentar itu. Ia meresapi dalam diam sentuhan Devi. Belum pernah Abi merasakan sentuhan hangat seperti saat ini. Sangat menenangkan jiwanya.
Tin! Tin! Suara klakson mobil berbunyi dari arah belakang mereka. Abi menoleh ke arah suara klakson tadi.
Bagas!
Abi lantas bergegas menggendong Devi menuju mobil.
"Woi ada apa ini? Astaga!" tanya Bagas kebingungan.
"Nanti gue jelasin, sini kunci mobilnya. Dan nih kunci motor gue, lu tolong bawa motor gue ke bengkel buat cek kondisinya" ucap Abi setelah meletakkan Devi di kursi samping supir.
"Kak, nyetir mobilnya pelan-pelan aja ya. Gak usah buru-buru" ucap Devi mengingatkan agar Abi tidak panik mengemudikan mobilnya.
Abi menoleh ke arah wajah teduh milik Devi. Ia baru menyadari ternyata Devi sangat mempesona. Ia baru benar-benar memperhatikan wajah Devi saat ini.
Seorang gadis berwajah putih dengan hidung mancung standar, bibir yang kecil dan sorot matanya yang teduh menyiratkan kejujuran seorang gadis yang lugu.
Hanya perlu sepuluh menit perjalanan, akhirnya mereka tiba di sebuah klinik. Abi tak mengantarkan Devi ke rumah sakit besar dikarenakan permintaan Devi yang takut dengan suasana rumah sakit.
Abi menggendong Devi masuk ke dalam klinik, ia tak menghiraukan tatapan penuh tanya orang-orang yang ada di dalam klinik.
"Dokter, tolong pacar saya. Dia kecelakaan motor!" seru Abi panik, ia menerobos antrian pasien.
"Mas, tolong jangan menyela antrian!" seru salah satu pasien yang sedang duduk mengantri.
__ADS_1
Keributan kecilpun terjadi, Abi yang masih bertahan menggendong Devi meminta untuk segera ditangani. Akhirnya datang seorang suster dan langsung menggiring Abi ke ruangan khusus agar Devi segera ditangani.
"Kakak, jangan tinggalin aku .... " ucap Devi lemah saat suster menggiring Abi untuk keluar dari ruangan.
"Iya, kakak gak kemana-mana kok. Kakak tunggu di ruang tunggu" ujar Abi lantas keluar ruangan dan suster pun menutup pintu ruangan.
Lama Abi duduk menunggu, sekitar satu jam barulah pintu ruangan terbuka dan seorang suster memanggil Abi. Abi lantas bangkit dan masuk ke dalam ruangan setelah sebelumnya suster memintanya untuk masuk ke ruangan.
"Jadi begini, mas Reza. Saudari Devi, lututnya mengalami benturan, tapi tidak terlalu fatal hanya sedikit memar dan kulitnya sobek. Maka dari itu kami mengambil tindakan menjahit dengan tiga jahitan. Harap untuk tidak terkena air dulu. Setelah tiga hari, kembali lagi ke sini untuk melepas benang. Saya buatkan resep untuk menghilangkan rasa sakit dan untuk penyembuhan lukanya"
Dokter menjelaskan dengan detil perihal luka Devi dan obat-obatan yang harus Abi tebus di apotik klinik tersebut.
Abi lantas pamit dan menggendong Devi lagi menuju mobilnya.
"Kamu tunggu di mobil sebentar ya. Kakak mau tebus obat dulu di apotik depan" ucap Abi setelah mendudukkan Devi di kursi samping supir. Devi mengangguk. Abi lantas pergi meninggalkan Devi untuk menebus obat di apotik depan klinik.
.
.
.
🌺 hai readers..
Witting tresno jalaran soko kulino
Pepatah Jawa ini yang cocok untuk situasi Abi dan Devi. Hayo cung siapa yang kangen sama Ocha? 😃 Sabar ya, kita masih flashback masa lalu Abi dan Devi.
Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.
Author selalu berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...
Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers 🙏
Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya, bantu untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, jadikan novel ini sebagai novel favorite kalian ya terima kasih teman-teman...
__ADS_1
babay....😘
Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕