Dia.. Jodohku

Dia.. Jodohku
Bab 68


__ADS_3

>>author<<


"Mas Abi bakal ikut kok kak!" ujar Ocha dengan nada sedikit menekan.


Keduanya terperangah mendengar ucapan Ocha. Abi dan Gilang saling menoleh, bingung dengan ucapan Ocha.


"Abi? Siapa?" tanya Gilang bingung.


Hening, tak ada yang menjawab.


"Oh ya sudahlah, bro! Gue harap lu bisa datang ke acara reunian kita. Gue tunggu kabar baik dari lu, oke? Gue pamit dulu, ada beberapa tempat lagi yang harus gue datangi" ujar Gilang lalu menjabat tangan Abi sebelum kemudian pergi meninggalkan mereka.


"Maksudnya gimana, Cha? Mas gak paham" tanya Abi setelah lama Gilang pergi dari tengah-tengah mereka.


Ocha meneguk air mineralnya hingga kosong.


"Mas Abi bakal datang ke reunian itu" ucap Ocha dingin.


"Kenapa? Mas, gak ada niat untuk datang juga. Kenapa Ocha bilang kalau mas akan datang?" ujar Abi semakin bingung.


"Iya, nanti mas datang ke acara reunian bareng aku" ucap Ocha masih dengan nada dinginnya.


"Maksudnya gimana sih, Cha? Mas bingung" ucap Abi.


"Aku akan ikut ke acara reunian, mas" sahutnya.


"Ocha mau ngapain ikut? Mas juga gak ada niat mau datang kok" ujar Abi.


"Pokoknya Ocha mau ikut! Titik!" serunya tegas.


Abi menghela nafas panjang, ia heran, dalam hatinya bertanya kenapa Ocha begitu sangat tertarik dan ingin ikut ke acara yang sendirinya saja tidak ada niat untuk datang.


Ternyata ada alasan tersendiri bagi Ocha, mengapa ia ngotot ingin ikut. Ia ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang masa lalu Abi.


Mengingat dirinya akan menikah dengan lelaki yang baru ia kenal, ada dorongan tersendiri di hatinya untuk mengorek lebih dalam lagi informasi tentang lelaki yang akan jadi suaminya kelak.


"Ya sudah, nanti mas jemput Ocha ke rumah ya. Udah jangan cemberut gitu dong mukanya, mas 'kan hanya bertanya alasan Ocha kenapa begitu ingin ikut acara reuni kampus mas" bujuknya.


"Kita pulang sekarang?" tanya Abi.


Ocha mengangguk pelan.

__ADS_1


Hari masih sore saat mereka melakukan perjalanan pulang. Ocha tertidur setelah beberapa menit mobil melaju. Tubuhnya lelah dan perutnya kenyang, kombinasi yang pas untuk mendatangkan rasa kantuk.


Abi menepi sejenak ke mini market di pinggir jalan untuk membeli air mineral. Persediaan air mineral di mobilnya sudah habis. Ia menghentikan mobilnya dan membuka pintu mobil perlahan penuh hati-hati agar tidak mengganggu tidur nyenyak Ocha.


.


.


Abi membeli beberapa botol air mineral dan cemilan dari mini market tersebut, tak lupa juga ia membeli salep pereda sakit untuk kaki Ocha yang terkilir. Ia membuka pintu mobil perlahan, sama dengan saat ia keluar untuk ke mini market, perlahan penuh hati-hati.


Abi menoleh ke arah Ocha. Ia menatap mata yang terpejam itu lalu turun ke bawah melihat bibir ranum Ocha. Pikirannya mulai merayu hatinya untuk menggerakkan badan mendekati bibir Ocha. Buru-buru ia tepis sebelum terlambat. Ia melihat kaki Ocha, teringat bahwa saat ini kaki tunangannya sedang sakit, terkilir. Tadi ia juga membeli salep oles untuk memijit kaki Ocha.


"Mas, lagi liatin apa?" tanya Ocha tiba-tiba terbangun karena haus.


Abi terperanjat kaget, kikuk salah tingkah karena tertangkap basah sedang melihat kaki Ocha.


"Oh, ah, mas sedang melihat kaki Ocha. Mas hawatir kaki Ocha bertambah memarnya. Ini mas udah beli salep untuk kaki Ocha" sahutnya sedikit terbata.


Ocha melihat kakinya. Sepertinya memang bertambah memar karena tadi tidak langsung dipijit.


"Masih nyeri gak?" tanya Abi. Ocha mengangguk.


Abi lantas turun dari mobil dan melangkah ke tempat duduk Ocha. Ia menggendong Ocha untuk pindah duduk di kursi penumpang agar bisa meluruskan kakinya.


Abi meminta ijin terlebih dahulu saat ingin menyentuh kaki Ocha. Setelah Ocha memberikan ijin, ia mengangkat kaki Ocha agar mendarat lurus di pahanya lalu memulai memijit-mijit perlahan kaki Ocha yang terkilir.


Ocha meringis kesakitan. Rasa sakitnya baru terasa ketika dipijit, padahal sebelumnya belum begitu terasa sakit karena ia abaikan.


"Aw, sakit, mas!" seru Ocha tiba-tiba.


"Maaf, maaf, mas pelan-pelan kok. Sabar ya, sebentar lagi kok, supaya tidak terlalu bengkak" ucap Abi, kemudian melanjutkan mengusap kaki Ocha dengan salep.


Ocha memperhatikan wajah Abi yang teduh. Dengan sabar Abi memijat kaki Ocha.


"Mas, Ocha boleh nanya sesuatu gak?" tanya Ocha tiba-tiba.


Abi menoleh ke arah wajah Ocha, tangannya masih memijat kaki Ocha.


"Tanya aja! Kenapa harua meminta ijin dulu?" tanya Abi.


"Apa alasan mas, gak mau ikut reunian?" ucap Ocha penuh hati-hati. Ia takut kalau Abi akan marah karena menyinggung tentang acara reuni itu lagi.

__ADS_1


Abi terdiam sejenak, ia menghentikan kegiatannya memijat kaki Ocha. Ia menatap mata Ocha lekat.


"Mas malu ya, kalau Ocha ikut ke acara reunian sama mas?" tanya Ocha lagi.


"Dengerin mas ya. Pertama mas gak pernah malu pergi kemanapun dengan Ocha, justru malah mas senang sekali kalau selalu bersama Ocha" Abi terdiam memperhatikan semu merah di wajah Ocha.


Pipi Ocha bersemu merah saat mendengar perkataan Abi yang ingin selalu bersamanya.


"Yang kedua, alasan mas gak ada niat untuk hadir di acara reunian itu adalah .... " Abi menggantungkan kalimatnya, membuat Ocha semakin penasaran.


"Adalah apa, mas?! Ih jangan digantung gitu dong ngomongnya! Aku nungguin nih .... " rengek Ocha.


"Soalnya gak ada Ocha di sana. Coba Ocha bilang dari awal mau ikut ke acara reunian, pasti mas langsung jawab iya, ajakan Gilang tadi" ucap Abi sambil tersenyum jenaka. Ocha memukul bahu Abi sebal, ia memanyunkan bibirnya dan memalingkan wajahnya. Sedangkan Abi terkekeh berhasil mengerjai Ocha.


Sebenarnya alasan Abi tidak mau ikut acara reuni adalah karena ia tak mau bertemu dengan mereka berdua. Orang-orang yang telah menorehkan luka di hatinya. Luka yang ditorehkan saat seharusnya Abi berbahagia karena telah selesai mengenyam pensisikan di bangku sarjana dan bersiap akan menapaki jenjang yang selanjutnya dengan kekasihnya.


"Mas! Mas! Ye kok bengong sih?" seru Ocha sambil menepuk-nepuk lembut bahu Abi.


"Eh iya, kenapa, Cha?" tanya setelah tersadarkan dari lamunannya.


"Udah selesai belum mijit kakiku? Pegel nih mau rebahan" ucapnya.


"Udah sayang, sebentar ya" Abi lantas menurunkan kaki Ocha dari pangkuannya dan membereskan salep yang tadi ia gunakan.


.


.


.


🌺 hai readers..


Aku mau percepat ceritanya hingga waktu ke acara reunian Abi datang. Gak sabar mempertemukan Abi dengan dia. Dia? Dia siapa? Tunggu lanjutan kisahnya ya, makasih 🙏


Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.


Author selalu berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...


Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers 🙏


Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya, bantu untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, jadikan novel ini sebagai novel favorite kalian ya terima kasih teman-teman...

__ADS_1


babay....😘


Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕


__ADS_2