Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Sudah Tidak Peduli


__ADS_3

Ada rasa curiga di dalam hati Rangga, kenapa si bibi tiba-tiba pergi begitu saja. Rangga langsung menelpon nomor ponsel si bibi, tetapi nomornya sudah tidak bisa dihubungi. Ia pun menanyakan kepada dua asisten rumah tangga yang lain juga kepada security dan pada si mamang. Akan tetapi ia tidak mendapatkan informasi yang memuaskan karena mereka sama sekali tidak mengetahui bahkan tidak melihat pada saat bibi pergi.


"Apakah aku harus pergi ke kampung untuk menemui si bibi? menanyakan kenapa ia melakukan hal sekeji itu, kepada Ella? tetapi perjalanannya sungguh melelahkan, aku malas jika harus jauh-jauh ke kampung. Ah biarkan saja, toh tak terjadi apa-apa pada Ella juga Bu Ari saat ini tidak apa-apa. Jik terjadi korban baru akan aku tindak lanjuti."


Rangga kini masa bodoh dengan kejadian yang telah menimpa, Bu Ari. Sementara Sigit merasa kesal karena ia begitu kecewa mengetahui bahwa kondisi Bu Ari baik-baik saja.


"Sialan aku pikir kondisi Ibu Ari parah atau bahkan meninggal dunia, ia malah baik-baik saja. Jika seperti ini aku harus lebih mawas diri lagi karena Ella tidak sendiri. Ada Bu Ari yang mengawasinya. Ella diam-diam ternyata telah memasang CCTV di segala ruangan, aku tidak bisa berkutik jika seperti ini. Sebaiknya aku melakukan rencana baruku jika Ella sedang keluar rumah.


Sigit tak sengaja mendengar gumaman dari Rangga, tentang Ella yang memasang CCTV hingga ia pun tahu.


Selagi Sigit berada di dapur Ella pun menghampirinya," aku yakin sekali pasti kamu kan yang telah memerintahkan untuk melakukan kejahatan itu?"


"Jangan sembarangan menuduhku, kalau tidak ada barang bukti yang tepat. Aku sama sekali tidak tahu menahu tentang hal itu. Mungkin saja bibi merasa sakit hati padamu karena suatu perkataan atau perbuatanmu pernah membuat luka di hatinya hingga dia melakukan perbuatan nekat seperti itu."


Sigit sengaja berhati-hati dalam berkata, karena ia tahu jika di segala ruangan telah dipasang CCTV dia tidak ingin terjebak oleh, Ella.


"Kali ini kamu masih bisa mengelak dengan segala perbuatan yang telah kamu lakukan kepadaku dan juga Ibu. Tetapi aku yakin suatu saat nanti Mas Rangga akan melihat sendiri apa yang kamu perbuat itu."

__ADS_1


Setelah mengucapkan seperti itu, Ella berlalu pergi dari dapur. Ia melangkah ke kamar ibunya untuk melihat kondisinya kembali.


"Ella, Untung saja waktu itu kamu tidak keluar dari kamar. Jika tidak pasti kamu yang akan mengalami hal ini, bahkan bisa saja anakmu yang akan celaka. Ella, apa tidak sebaiknya kita kembali saja ke kampung demi kenyamanan hidup kita? ibu yakin apa yang bibi lakukan itu atas perintah dari, Sigit," ucap lirih Bu Ari.


Sejenak Ella diam saja, seolah ia sedang memikirkan apa yang barusan bu Ari katakan.


"Sebenarnya apa yang dikatakan ibu ada baiknya juga, karena di sini sudah tidak nyaman untukku. Apakah memang sebaiknya aku ke kampung saja bersama ibu ya? supaya calon anakku ini baik-baik saja hingga menjelang lahir. Jika aku bertahan tinggal di rumah ini, aku akan selalu dihantui rasa ketakutan karena aku harus selalu waspada dengan ancaman yang telah diberikan oleh Sigit padaku dan ibu," batin Ella.


"Walaupun aku telah memasang CCTV di setiap sudut ruangan, tetapi aku tidak akan bisa mengontrolnya setiap detik setiap waktu dalam serempak seluruh ruangan," batinnya lagi.


Hingga pada akhirnya ialah pun memutuskan untuk kembali ke kampung bersama dengan ibunya. Ia sama sekali tidak memikirkan bagaimana caranya ia akan memperoleh keuangan. Yang ia pikirkan saat ini adalah pergi dari rumah itu secepatnya demi keselamatan anak yang ada di dalam kandungannya karena ia tidak ingin Sigit melukai anaknya.


"Bu, jika kita kembali ke kampung lantas aku akan kerja apa di sana! karena mencari pekerjaan di kampung itu sangat susah," ucap Ella lirih.


"Iya juga sih, Ella. Tapi setidaknya kamu akan lebih aman jika kita tinggal di kampung. Biarlah untuk sementara waktu selama kamu hamil, ibu yang akan bekerja ya... walaupun cuma sebagai buruh cuci dan setrika, setidaknya supaya kita tidak kelaparan. Ibu yakin pasti ada saja rezeki untuk kita," ucap Bu Ari lirih.


"Jangan Bu, aku tidak ingin Ibu kecapean. Bagaimana kalau kita pergi dari rumah ini, tetapi kita jangan kembali ke kampung melainkan kita mencari kontrakan saja. Dan aku akan melamar pekerjaan menjadi seorang perawat. Mungkin ini keputusan yang lebih tepat dan lebih baik," ucap Ella.

__ADS_1


"Baiklah Ella, yang terpenting kamu dan anakmu aman. Tidak terancam bahaya oleh Sigit yang jahat itu. Tapi kalau menurut ibu kamu tidak usah memberitahukan pada Rangga tentang keberadaan tempat tinggal kita yang baru. Karena Ibu juga khawatir jika Sigit suatu saat nanti akan menemukan kita dan melakukan hal buruk padamu," saran Bu Ari.


"Baiklah Bu, aku akan menuruti saran dari ibu. Ini juga demi keselamatan anak yang ada di dalam kandunganku ini," ucap Ella lirih.


Esok harinya, Ella berpamitan pulang kampung kepada Rangga. Tetapi ia sengaja ke kantor Rangga, bukan di rumah karena ia tak ingin Sigit menguping pembicaraan dirinya dengan, Rangga.


"Mas, aku ingin bicara sebentar saja denganmu. Aku ingin pamit padamu, untuk sementara waktu aku akan tinggal di kampung. Karena aku tak ingin terjadi hal buruk pada calon anak kita. Setelah apa yang menimpa ibuku, aku tak ingin hal itu juga menimpa diriku," ucap Ella.


"Apa maksud ucapanmu itu, bukannya kamu tahu sendiri. Jika yang telah mencelakai ibumu adalah, bibi. Tetapi kenapa kamu masih berpikiran bahwa itu adalah kelakuan dari, Sigit?"


"Bilang saja itu cuma alasan kamu, supaya lebih bebas bertemu dengan selingkuhanmu. Apalagi saat ini kamu sedang mengandung anaknya."


"Pergilah sesuka hatimu dan tak usah kembali lagi ke rumahku. Selepas anakmu lahir, aku akan segera mengurus proses perceraian kita."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Rangga, membuat Ella merasa kesal. Tetapi ia mencoba untuk menahan rasa kekesalannya, dan pada akhirnya ia memutuskan mengurungkan niatnya untuk keluar dari rumah, Rangga.


"Astaghfirullah aladzim, aku tidak menginginkan kita bercerai. Apa lagi adanya anak kita, mas. Apa kamu nggak kasihan dengan anak kita kelak, jika tumbuh tsnoa seorang ayah? niatku pergi untuk menjaga kandungan aku, bukan seperti yang kamu tuduhkan tadi," ucap Ella kesal.

__ADS_1


"Setelah anak ini lahir, aku akan tes DNA, supaya kamu percaya jika aku tidak pernah berselingkuh," ucap Ella ketus.


__ADS_2