
Rangga pun langsung masuk ke dalam mobil di mana ada Ella di dalamnya, sedangkan mobil yang di belakangnya adalah para anak buah Ayah Bayu bersama dengan pria yang waktu itu dibayar oleh Sigit untuk menjebak, Ella.
Dua mobil tersebut langsung meluncur menuju ke suatu tempat yang sekiranya aman, tidak terjangkau oleh mata manusia supaya Ella nyaman dan tenang dalam berbicara dengan Rangga.
Mobil berhenti di sebuah perkampungan kecil dan di situ pria yang pernah dibayar oleh Sigit masuk ke dalam mobil di mana ada Ella dan juga Rangga. Begitu pula Ayah Bayu turut serta. Empat orang tersebut ada di dalam satu mobil, sedangkan satu mobil yang lain berisi para anak buah Ayah Bayu yang ditugaskan untuk selalu berjaga-jaga di sekeliling tempat itu.
"Ella, kamu ke mana saja selama ini? aku mencari-cari keberadaanmu," tanya Rangga.
"Mas Rangga, aku akan bercerita sejenak dan aku minta untuk sementara kamu jangan memotong pembicaraanku supaya jelas apa yang aku katakan," ucap Ella.
"Mas Rangga pada waktu itu aku pergi untuk menenangkan pikiran ke sebuah taman seorang diri. Tetapi pada saat itu ada beberapa orang yang menculikku, dengan membekap mulutku sehingga aku tak sadarkan diri."
"Alhamdulillah, ada seseorang yang menolongku sehingga aku selamat. Sejak saat itu aku sengaja menyembunyikan diriku, bahkan aku meminta ibu untuk segera keluar dari rumahmu."
"Hingga kini aku tinggal bersama dengan ibu, di sebuah apartemen milik dari seseorang yang telah menyelamatkanku."
"Mas Rangga, aku ingin membersihkan namaku di hadapanmu bahwa waktu itu aku sama sekali tidak berbuat apa-apa dengan pria ini."
"Aku hanya dijebak supaya diriku terlihat buruk di matamu dan kamu menalakku. Nanti pria ini akan membuktikan segalanya terhadapmu, bahwa dirinya benar-benar diperintah oleh seseorang untuk merekayasa jika seolah-olah aku dan dirinya telah berselingkuh."
Mendengar cerita yang dikatakan oleh Ella, Rangga pun memicingkan alisnya. Ia merasa heran dan penasaran kiranya siapa yang telah berulah sampai sekejam itu kepada istrinya. Tetapi ia juga belum percaya sepenuhnya tentang cerita yang dikatakan oleh Ella.
Ella pun meminta pria yang di sampingnya untuk segera memperlihatkan bukti-bukti bahwa dirinya adalah orang bayaran dari Sigit.
__ADS_1
Untung saja pria tersebut masih menyimpan bukti-bukti beberapa komunikasi bersama Sigit yang dilakukan dalam bentuk chattingan di dalam ponsel. Serta beberapa nomor panggilan telepon dari Sigit, semua itu ditunjukkannya kepada Rangga.
Beberapa kali Rangga membaca ulang chattingan antara Sigit dan pria tersebut.
"Jadi, orang yang telah memerintahmu untuk merekayasa sebuah perselingkuhan adalah Sigit, anakku sendiri?" tanya Rangga untuk memperjelas keyakinannya.
"Benar sekali, Pak. Pada saat aku bertemu dengan bapak waktu itu, ingin mengatakan sejujurnya siapa orang yang telah membayarku. Tetapi tiba-tiba anak bapak datang dan dia langsung mengirimkan pesan ke nomor ponselku."
"Dia tidak mau keburukannya terbongkar hingga memintaku untuk segera pergi dari kota ini, pak. Bahkan ia mengancam akan menyingkirkanku dan istriku jika kami tidak menuruti kemauannya untuk segera pergi dari kota ini."
"Pada saat itu aku ketakutan sekali, Pak. dan langsung mengemasi barang-barangku untuk segera pergi dari kota ini. Tetapi Allah berkehendak lain, tiba-tiba istriku merasakan kontraksi, sehingga kami mengurungkan niat kami untuk pergi dari kota ini."
"Aku langsung membawa istri ke rumah sakit dan ternyata di rumah sakit kami bertemu dengan Mbak Ela, bahkan dialah yang menolong persalinan istriku, Pak."
"Aku sampai sekarang masih sangat takut dengan ancaman dari, Mas Sigit. Karena aku khawatir Mas Sigit tahu aku belum juga pergi dari kota ini."
Sejenak Rangga terdiam mendengar semua pengakuan dari pria yang pernah bekerja untuk Sigit. Dia heran, kenapa juga Sigit melakukan semua itu. Diantara percaya dan tidak percaya, karena Sigit adalah anak kandungnya sendiri.
Melihat sikap diamnya Rangga, Ella pun menjadi heran," Mas Rangga, kenapa diam saja? apakah masih nggak percaya denganku dan pria ini? apa masih kurang bukti juga?"
"Ella, aku memang masih meragukan semua perkataanmu dan juga pria ini. Karena yang kalian tuduhkan itu adalah anak kandungku. Masa iya anakku bisa berbuat seperti itu, sejahat itu padamu, Ella? lantas jika memang benar adanya, apa alasannya anakku melakukan hal sejahat itu padamu?"
Perkataan Rangga membuat Ella sangat kecewa," jadi Mas Rangga meragukan apa yang aku katakan? ya sudah kalau begitu, jangan as suatu penyesalan jika suatu saat nanti kebenaran terungkap. Dan pada saat itu, aku sudah jauh pergi bersama dengan anak kita. Karena percuma saja aku bertahan di kota ini, tetapi suamiku sendiri tetap tak percaya padaku."
__ADS_1
Ayah Bayu ikut berkata, karena ia tak rela melihat kesedihan di wajah Ella," kamu ini benar-benar keterlaluan! padahal Ella sudah bersusah payah untuk bisa bertemu dan berbicara denganmu tanpa di usik oleh anakmu! tetapi kamu masih saja meragukannya!"
"Heh, anda ini siapa? kenapa dari awal turut campur urusanku dengan Ella? apakah anda ini juga salah satu pacar, Ella?"
PLAK!
Satu tamparan mendarat di pipi Rangga. Ayah Bayu naik pitam mendengar apa yang barusan di katakan oleh Rangga.
"Jaga bicaramu ya! aku ini ayah kandung Ella!" bentak Ayah Bayu melotot ke arah Rangga.
Rangga mengusap pipi yang terkena tamparan dari Ayah Bayu seraya ia tersenyum sinis," ayah, kamu bilang? sandiwara apa lagi ini, Ella?"
Ella pun tak bisa menahan kekesalannta pada Rangga," astaghfirullah aladzim, Mas Rangga! aku harus bagaimana lagi untuk membuktikan padamu bahwa apa yang aku katakan semuanya benar adanya."
Mata Ella berkaca-kaca karena ia menahan rasa kecewanya yang teramat sangat mendalam. Tetapi ia tak ingin air matanya tertumpah, karena ia pantang menangis di hadapan orang banyak.
Saat itu juga, Ella pun memutuskan untuk kembali saja. Karena usaha yang dia lakukan sia-sia saja.
"Ayah, sebaiknya ayah minta salah satu anak buah ayah untuk mengantarkan dia!" ucap Ella kesal seraya memalingkan wajahnya ke arah lain.
Saat itu juga, Ayah Bayu menuruti kemauan Ella, ia memerintahkan saleh satu anak buahnya untuk mengantarkan pulang Rangga. Sementara satu mobilnya untuk mengantarkan pria yang pernah bekerja pada Sigit ke rumah sakit dimana saat ini istrinya masih di rawat di ruang pasca bersalin.
Barulah setelah itu mobil tersebut kembali ke apartement milik Fredy. Sesampainya di apartement, Ella langsung saja melangkah masuk ke dalam kamarnya dan ia pun meluapkan tangisnya.
__ADS_1