
Waktu berjalan begitu cepatnya, sudah sebulan Rangga bersikap dingin pada, Ella. Kini kehamilan Ella juga sudah bertambah satu bulan. Hingga kini sudah berusia dua bulan.
"Mas, mau sampai kapan kamu akan bersikap seperti ini padaku? tolong jangan seperti ini, mas? semua tuduhanmu itu kan belum terbukti, lagi pula aku benar-benar tak melakukan perselingkuhan," ucap Ella memelas akan tetapi Rangga sama sekali tidak peduli.
Dia lalu pergi begitu saja tanpa menghiraukan perkataan yang barusan diucapkan oleh Ella kepadanya.
Ella hanya bisa menghela napas panjang, seraya mengusap dadanya, ia benar-benar bingung.
"Ya Allah, apakah memang aku harus menjalani sikap dingin Mas Rangga hingga anak ini lahir? baru saja aku jalani satu bulan lamanya itu pun terasa tersiksa apalagi sampai delap bulan lagi, apakah aku mampu?" batin Ella penuh keluh kesah.
Ella mengingat pada saat indah dengan Rangga. Dikala hari libur kantor, suaminya pasti selalu mengajaknya untuk sekedar jalan-jalan ke taman, tapi kali ini tidak ada satu kata pun untuk dirinya dari suaminya itu.
Ella memutuskan untuk keluar sejenak, guna menghilangkan rasa penat di pikirannya, yang selama ini dirundung kesedihan karena permasalahan yang belum juga terselesaikan. Ia pun melangkah keluar dari pintu gerbang, dan memesan taxi on line untuk menuju ke taman. Dia ingin mencari hiburan sejenak seraya mengingat pada saat kebersamaan dirinya di taman bersama dengan Rangga.
Seperginya Ella, Bu Ari celingukan mencarinya," astaga...Ella pergi kemana ya? seharusnya kalau keluar itu ya minta izin padaku atau minta ditemani. Aku khawatir dengan kehamilannya itu, apalagi saat ini nyawa dirinya dan anaknya terancam. Semoga saja Sigit tidak mengetahui kepergian Ella, karena jika ia mengetahui pasti akan merencanakan sesuatu kepada anakku dan calon cucuku, lindungi mereka ya Allah."
Bu Ari terus saja khawatir, karena ia sama sekali tidak tahu saat ini Ella ada di mana. Bu Ari meraih ponselnya untuk menghubungi Ella, tetapi nomor ponselnya tidak aktif. Kekhawatiran Bu Ari sempat terlihat oleh Sigit. Ia pun bersembunyi di balik pintu ruang tamu untuk menyelidiki apa yang membuat Bu Ari terlihat sangat gelisah.
Kenapa Bu Ani gelisah sekali ya?" batin Sigit terus saja mengintip dari balik pintu ruang tamu, karena saat ini Bu Ari sedang ada di teras halaman.
"Aduh...Ella. Kamu ada di mana sih? kenapa nomor ponselmu nggak bisa dihubungi sama sekali? jika seperti ini Ibu kan menjadi khawatir," gerutunya bisa di dengar oleh Sigit.
Sigit menyeringai sinis, ia pun langsung beraksi untuk menyingkirkan Ella.
__ADS_1
Setelah mengetahui bahwa saat ini Ella tidak ada di rumah.
"Bagus deh, kesempatan sedang berpihak kepadaku. Semoga keberuntungan juga berpihak padaku pula. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Secepatnya aku akan mencari keberadaan Ella dengan memerintahkan seluruh anak buahku," batin Sigit sangat antusias.
Saat itu juga Sigit berlalu pergi dari ruang tamu secara perlahan-lahan supaya Bu Ari tidak melihatnya. Ia pun menuju ke kamarnya untuk meraih ponselnya dan segera memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Ella dengan mengirimkan foto Ella.
Beberapa menit kemudian ..
"Kring kring kring kring"
Salah satu anak buahnya menelponnya, Sigit pun segera mengangkatnya.
📱" Halo bos, target saat ini ada di taman. Kebetulan kondisi taman sedang sepi, apa yang harus saya lakukan?"
📱" Baik bos, siap laksanakan tugas."
Saat itu juga anak buah Sigit mematikan panggilan teleponnya, ia pun segera melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh Sigit kepadanya. Sementara Sigit saat ini tersenyum bahagia dan ia membayangkan jika rencananya ini akan berhasil dengan lancar.
"Lihat saja Ella, aku akan menyingkirkanmu dari kehidupan Papah untuk selamanya. Dan aku yakin kali ini rencanaku akan berhasil dengan sempurna," batin Sigit terkekeh.
Sementara saat ini beberapa anak buah Sigit sedang menuju ke sebuah taman di mana saat ini Ella berada.
Namun pada saat Ella dibius oleh salah satu anak buah Sigit, dan langsung dibawa ke dalam mobil. Ada seseorang pemuda yang tak sengaja melihat kejadian itu. Ia pun lekas mengikuti kemana perginya mobil yang membawa Ella dalam kondisi tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Astaga.. mereka akan membawa wanita itu ke mana ya? ini tidak bisa dibiarkan aku harus segera menolongnya!"
Pemuda tersebut tanpa ada rasa gentar sedikitpun terus saja mengikuti laju mobil yang ditumpangi oleh para anak buah Sigit yang membawa Ella.
Mobil yang membawa Ella berhenti di sebuah rumah yang tak begitu besar dan letaknya di suatu desa yang sangat terpencil. Pada saat salah satu anak buah Sigit akan keluar dari mobil tersebut, dengar suara sirine mobil polisi.
Hingga seluruh anak buah Sigit yang ada di dalam mobil ikut keluar pula, dan spontanitas mereka pun lari tunggang langgang dengan mengendarai motor yang ada tak jauh dari mobil tersebut parkir.
Mereka ketakutan karena mengira mobil polisi tersebut berhenti tepat di sekitar mereka. Mereka tidak ingin masuk dalam penjara jika ketahuan telah menculik, Ella. Rasa panik membuat mereka serentak kabur.
Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh pemuda tersebut, ia lekas menuju ke mobil yang di dalamnya terdapat Ella. Dan saat itu juga pemuda tersebut mengangkat Ella memindahkan ke mobilnya sendiri. Tanpa mematikan bnyuy sirene polisi, supaya para penjahat tersebut tidak datang lagi.
Pemuda tersebut langsung melajukan mobilnya pergi dari tempat itu, menuju ke sebuah apartemen miliknya yang letaknya jauh dari tempat dimana barusan Ella akan di sekap.
"Untung saja aku ada cara yang jitu untuk mengelabui para penjahat tadi, sehingga aku bisa dengan mudah menyelamatkan wanita cantik ini," batin pemuda itu seraya melirik ke arah Ella yang belum juga sadarkan diri.
Pemuda ini fokus mengemudikan mobilnya hingga sampai di apartementnya. Dan ia langsung menggendong Ella masuk ke dalam apartement dan merebahkan tubuh Ella di sofa yang panjang.
Beberapa menit kemudian...
Ella telah sadar, ia pun menatap keseluruh penjuru ruangan tersebut. Dan ia mendapati pemuda itu tersenyum ke arahnya. Ella menyipitkan matanya, seraya ketakutan.
"Heh, nggak usah takut padaku. Justru aku yang telah menyelamatkanmu dari orang-orang jahat yang menculik dirimu pada saat kamu ada di taman," ucap pemuda itu.
__ADS_1