
Fredy pada akhirnya memberanikan diri bertanya pada Ella dan Bu Ari tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi pada kehidupan mereka berdua.
"Ella-ibu, sebenarnya apa yang sedang kalian alami? permasalahan apa yang sedang kalian hadapi? coba cerita saja, siapa tahu aku bisa membantu menyelesaikannya. Lagi pula ini sudah tidak main-main, karena nyawa taruhannya."
"Aku yakin, Ella di culik juga karena seseorang yang memerintah para preman itu. Dan ini sudah termasuk tindak kriminal bisa mendapatkan sanksi penjara."
Mendengar apa yang di katakan oleh Fredy, akhirnya Ella bercerita panjang lebar tentang apa yang telah ia alami selama ini.
"Aku menikah dengan seseorang yang lebih tua dua puluh tahun denganku. Dan ia punya anak yang lebih tua dariku satu atau dua tahun, aku kurang paham untuk yang satu ini."
"Dulu pada saat ia masih berada di luar negeri, rumah tangga kami baik-baik saja. Tetapi semuanya berubah pada saat ia kembali ke Indonesia."
"Dia mengakui semua kejahatanya pada kami, pada saat ibu mengatakan kejahatan dia pada suamiku."
Ella menceritakan serangkaian kejadian naas yang di alami selama ini yang ternyata adalah ulah dari Sigit. Dan Ella juga menceritakan pada Fredy tentang perasaan cinta Sigit yang kini berubah menjadi rasa benci dan dendam karena sifat Ella yang selalu dingin kepadanya.
Ella juga menceritakan pada Fredy bagaimana ia di jebak seolah dirinya berselingkuh dengan seorang pria. Hingga ia saat ini di musuhi oleh Rangga dan bahkan Rangga sama sekali tidak mengakui anak yang ada di dalam perutnya adalah anak dari Rangga.
Setelah mendengar panjang lebar serangkaian cerita kehidupan yang saat ini sedang di alami oleh Ella, Fredy menjadi sangat iba," astagaa...ini semua sudah masuk tindakan kriminal. Sampai kamu di culik segala, tetapi susahnya kamu nggak punya barang bukti yang kuat hingga sulit untuk membuat suamimu percaya padamu. Ternyata hidupmu sangat rumit ya, Ella."
"Ya, mas. Aku juga bingung harus bagaimana caraku membuktikan pada Mas Rangga tentang kejahatan Sigit. Karena anaknya itu begitu liciknya," ucap Ella seraya menghela napas panjang.
"Kamu nggak usah khawatir, nanti juga kita akan di berikan petunjuk oleh Allah. Sekarang kamu fokus saja dengan kesehatan dirimu dan anak yang ada di dalam kandunganmu. Kamu dan ibumu boleh tinggal di sini sesuka hati kalian," ucap Fredy.
Bu Ari merasa terharu mendengar apa yang di katakan oleh Fredy," Nak Fredy, terima kasih atas segala kebaikanmu. Jika tidak ada dirimu, ibu nggak tahu saat ini nasib Ella dan calon cucu ibu entah bagaimana?"
__ADS_1
Fredy menyunggingkan senyumnya," Bu, nggak usah terlalu berlebihan seperti ini. Jika orang lain yang waktu itu ada di posisi aku juga pasti akan melakukan hal yang sama. Akan menolong, Ella. Jadi apa yang aku lakukan itu, sudahlah hal yang sangat wajar di lakukan oleh semua orang."
Fredy merendahkan dirinya, ia sama sekali tidak suka jika ada seseorang yang memuji tentang kebaikan dirinya. Ia merasa apa yang ia lakukan itu bukanlah apa-apa, tetapi suatu hal yang sangat wajar.
Selagi mereka bercengkrama di ruang tamu, tiba-tiba terdengar suara deru mobil masuk ke pelataran apartement tersebut.
Serentak Bu Ari dan Ella saling berpandangan satu sama lain. Dan hal ini bisa terbaca oleh, Fredy.
"Ibu-Ella, kalian nggak usah panik dan takut ya? yang datang itu adalah ayahku. Ia memang kerap kali suka datang kemari, karena merasa kesepian tinggal di rumah sendirian. Sejak ibuku meninggal dunia beberapa tahun yang lalu."
Tap tap tap tap tap tap
Terdengar jelas suara sepatu melangkah semakin dekat saja. Dan pada saat pria paruh baya itu membuka pintu ruang tamu, ia terperangah pada saat melihat Bu Ari, begitu juga Bu Ari pada saat melihat pria itu.
"Kamu?"
Fredy merasa heran kenapa Bu Ari tahu nama ayahnya. Dan ia juga heran kenapa ayahnya seperti begitu terkejut pada saat melihat Bu Ari.
"Astaga... kenapa Ari ada di apartement Fredy?" batinnya heran dan ia mendadak panik.
Tetapi ada rasa bahagia di hati pada saat bertemu dengan, Bu Ari. Tiba-tiba Bayu tersungkur di kaki Bu Ari , hal ini membuat Fredy semakin penasaran dengan sikap ayahnya ini.
"Bu, maafkan aku atas kejadian di masa lalu. Aku benar-benar sangat berdosa padamu, dan bahkan aku selama ini mencari keberadaanmu, tetapi pada saat aku ke rumahmu yang ada di kampung, tidak ada."
Bayu tiba-tiba menangis histeris.
__ADS_1
"Sejak kamu pergi begitu saja, aku langsung pindah rumah. Karena aku tak ingin selalu di hantui rasa kecewa dan sedihku pada waktu itu. Aku tak ingin terganggu pikiranku dan juga kehamilanku," ucap Bu Ari.
Ella terperangah begitu juga dengan Fredy. Keduanya sama-sama kaget pada saat mendengar perkataan dari Bu Ari.
Sejenak Ella menyela pembicaraan antara Bayu dan Bu Ari," ibu, apakah ia ini adalah...
"Iya, Ella. Ia adalah ayah kandungmu," ucap Bu Ari memotong pembicaraan Ella.
Bayu beralih memandang ke arah Ella," jadi gadis ini anakku, Bu?"
"Iya, Mas Bayu. Ella adalah anak kandung darimu, anak kandung yang sempat kamu ragukan. Dan anak kandung yang kamu tinggalkan pada saat ia masih ada di dalam perut. Dan apa yang dulu aku alami, kini juga di alami pula oleh, Ella," ucap Bu Ari ketus.
Fredy ikut penasaran, ia pun ikut bertanya," ayah, coba ceritakan semuanya. Aku semakin tidak mengerti dengan semua ini."
Akhirnya Bayu menceritakan kejadian di masa lalu.
#Flash Back On#
Pada waktu itu Bayu pulang ke rumah dengan hati yang bingung dan gundah gulana. Ia bingung karena pacar gelapnya telah hamil. Dan ia juga tahu saat ini istrinya telah hamil pula.
Tetapi ia lebih takut dengan ancaman dari ayah sang pacar. Jika ia tidak bertanggung jawab, maka ayah dari pacarnya akan mencelakai istri dan anaknya yang masih ada di dalam kandungan.
"Astagaa.. awalnya aku hanya iseng saja berpacaran dengan Riris. Entahlah kenapa malah semakin hari aku semakin terjerumus. Apa lagi Riris benar-benar sangat membuatku tergoda dan tak bisa menahan imanku untuk tidak....aah...sialan!" batin Bayu kesal.
Selama ini ia bekerja menjadi sopir pribadi di rumah ayah Riris. Bahkan ia menjadi sopir pribadi, Riris. Karena mereka sering berdua, hingga keduanya sama-sama saling jatuh cinta.
__ADS_1
Riris juga telah tahu jika Bayu sudah memiliki seorang istri, tetapi karena ia sudah terlanjur cinta hingga ia tak peduli dengan status Bayu yang sudah beristri. Dan pada waktu itu Ari belum hamil. Hubungan mereka berjalan sudah cukup lama.
Mereka pacaran secara sembunyi-sembunyi dari Ari dan juga orang tua Riris.