
"Ternyata, Sigit telah berbohong lagi kepadaku. Diam diam dia telah membuka ponselku. Ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi, aku akan melaporkannya ke kantor polisi."
"Tetapi jika aku hanya membawa bukti rekaman video yang ada di ponselku sepertinya kurang bukti yang kuat untuk aku bisa menjebloskan Sigit ke penjara."
Rangga pun membalas nomor ponsel baru yang telah mengirimkan rekaman video percakapan tersebut.
[Bisakah anda bantu saya? karena saya ingin segera menyelesaikan kasus ini dengan melaporkan anak saya ke kantor polisi. Tetapi saya kurang bukti yang kuat. Bisakah anda menjadi salah satu saksinya? dan jika anda tahu keberadaan Ella, tolong katakan padanya saya ingin minta dia untuk menjadi saksi sekaligus korban.]
Sejenak Fredy membaca chat pesan yang telah di kirimkan oleh Rangga ke nomor ponselnya. Tetapi ia tidak lantas membalasnya, karena ia ingin bertanya terlebih dahulu pada, Ella.
Saat itu juga Fredy melangkah pergi ke rumah sebelah, dimana saat ini Ella tinggal bersama dengan Bu Ari. Kebetulan Ella sedang bersantai ria di teras halaman.
"Ella, bisa minta waktunya sebentar nggak ya? ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu," pinta Fredy.
"Jika kamu ingin bicara tentang pernikahan ulang ibu, dengan ayahmu. Aku tak ingin membahas hal itu," ucap Ella ketus.
"Bukan, Ella. Ini tentang Sigit, aku berniat akan menjebloskan Sigit ke dalam penjara karena aku sudah punya bukti yang cukup. Tetapi kurang kuat jika tidak ada kesaksian darimu. Jika Sigit telah berhasil di penjara, kamu kan bisa hidup bebas dan tenang tanpa khawatir akan di lukai oleh Sigit. Dan kamu tidak perlu sembunyi-sembunyi seperti ini.'
Sejenak Ella terdiam, ia pun berpikir.
"Sebenarnya ada baiknya juga niat Fredy, tetapi kok aku takut jika suatu saat nanti jika Sigit keluar dari penjara dendam padaku? tapi jika tidak segera di laporkan, selamanya hidupku juga tak tenang."
Setelah sejenak berpikir, pada akhirnya Ella menyanggupi kemauan Fredy. Dan Fredy juga akanints tolong pria yang waktu itu di bayar oleh Sigit untuk berpura-pura menjadi selingkuhan Ella.
"Baiklah, aku bersedia untuk menjadi saksi sekaligus korban."
Esok harinya, Rangga melaporkan Sigit ke kantor polisi tanpa sepengetahuan Sigit. Dan pada saat Sigit berada di kantor, ia kaget karena tiba-tiba ada beberapa aparat kepolisian yang datang dan langsung menangkap dirimya tanpa ada sepatah kata pun.
"Pak, kenapa saya tiba-tiba di tangkap? apa salah saya? seharusnya bapak menunjukkan dahulu surat untuk menangkap saya. Bukan seperti ini caranya," protes Sigit.
__ADS_1
Salah satu petugas kepolisian menunjukkan surat penangkapan pada Sigit dengan tuduhan pencobaan pembunuhan. Hal ini membuat Sigit heran, dia bingung siapa yang telah melaporkan dirinya.
"Pak, jika boleh saya tahu. Siapakah yang telah melaporkan saya?" tanya Sigit penasaran.
"Nggak usah banyak bertanya lagi, nanti di kantir kamu juga akan tahu sendiri siapa yang telah melaporkan anda," ucap salah satu petugas kepolisian ketus.
Kemudian para aparat kepolisian tersebut kembali menyeret paksa Sigit masuk ke dalam mobil polisi. Hampir semua pegawai Sigit menatap heran atas penangkapan terhadap bos mereka.
Mobil polisi segera melaju dan hanya beberapa menit saja telah sampai di kantor kepolisian. Sigit herab pada saat melihat siapa yang sedang duduk di kantor kepolisian tersebut.
"Papah?"
Rangga menoleh ke samping kiri mendengar suara yang tak asing lagi.
"Ya, Sigit."
"Apakah...
"Atas bukti apa, pah? masa iya aku mencelakai istri papah kandungku sendiri? itu tidak mungkin, pah. Apakah karena rekaman video yang di kirim seseorang ke ponsel Papah? itu bisa di rekayasa, pah," ucap Sigit terus saja meyakinkan Rangga.
"Kamu kok tahu ada seseorang mengirim rekaman video ke nomor ponsel, Papah? padahal kemarin kamu katakan tak membuka ponsel papah," tegur Rangga.
Sigit pun celingukan seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal, di dalam hatinya menggerutu merutuki dirinya sendiri," sialan, kenapa aku keceplosan seperti ini ya?"
Sigit di minta duduk di samping Rangga, dan ia terus saja di interogasi dengan banyak pertanyaan. Dia juga sempat heran bagaimana bisa aparat kepolisian mengetahui pembicaraan terakhir dirinya bersama dengan Fredy.
"Astagaa. . padahal aku sudah pindah cafe. Tetapi kenapa masih saja ada yang merekam video pembicaraan diriku ya? sebenarnya siapakah sosok orang itu?" batin Sigit.
Kini Sigit sudah tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia hanya diam saja, ia mati kutu dengan semua rekaman video yang saat ini ada pada aparat kepolisian.
__ADS_1
"Pah, kenapa papah tega dengan anak sendiri? kenapa, pah?" tiba-tiba Sigit bertanya.
"Justru papah yang ingin tahu, kenapa kamu tega ingin menyingkirkan Ella. Papah juga heran padamu, bisa-bisanya membohongi Papah," ucap Rangga.
"Sudahlah, kalian tak perlu lagi berdebat. Untuk sementara waktu, tersangka akan kami tempatkan di sel sementara. Esok akan kami kumpulkan semua bukti-bukti dari anda. Dan lusa akan kita adakan persidangan untuk membahas masa hukuman tersangka jika sudah jelas dengan tuduhannya."
Saat itu juga, Sigit di bawa oleh para petugas kepolisian ke sel sementara. Sedangkan Rangga berpamitan pulang.
Di rumah, Rangga iseng memencet nomor ponsel Ella, tetapi nomor ponsel sudah tidak bisa di hubungi sama sekali.
"Ella, aku minta maaf atas segala kesalah pahamanku selama ini. Esok jika kita bertemu, aku akan minta kamu tinggal bersamaku lagi. Pasti saat ini, kehamilanmu sudah rada besar."
Rangga berkata sendori seraya menatap foto pernikahan dirinya dan Ella yang ada di dalam ponselnya.
*****
Lusa yang telah di tunggu telah datang. Ella datang ke persidangan Sigit di dampingi oleh Fredy dan Ayah Bayu.
"Ella, apa kabarmu dan anak kita?" sapa Rangga menghampiri Ella dan akan memeluknya tetapi Ella justru menghindar.
"Ella, aku ..
"Fredy, sebaiknya kita segera ke ruang sidang," ajak Ella tanpa memperdulikan Rangga.
Rangga sangat sedih," Ya Allah, sakit sekali hati ini. Istriku sama sekali tak peduli padaku."
Rangga sejenak menghampiri Ayah Bayu, ia akan bertanya banyak hal. Tetapi Ayah Bayu malah menghindar pergi menyusul Ella dan Fredy.
"Aku heran, kenapa Ella kenal dengan Fredy dan siapa pria itu? apakah memang benar pria itu ayahnya Ella? seperti yang waktu itu pernah Ella katakan?" Batin Rangga di penuhi dengan rasa tanda tanya.
__ADS_1
Sementara di dalam ruangan persidangan, Sigit juga merasa heran pada saat melihat kedatangan Ella bersama dengan Fredy.
"Bagaimana Ella kenal dengan Fredy?" batin Sigit.