
Beberapa bulan kemudian...
Lahirlah baby twins, tetapi kali ini dengan jalan operasi Caesar. Baby twins diberi nama Ayina dan Anisa.
Bertepatan lahirnya Baby twins, Wina dan Fredy menikah. Karena tidak ada yang tahu jika Ella akan melahirkan pada saat di adakan pesta pernikahan, Fredy dan Wina. Karena kebetulan hari perkiraan lahir masih dua Minggu lagi.
"Wah, di saat ada pesta pernikahan anakmu sudah nggak sabar ingin lahir di dunia ini ya Ella?" goda Bu Ari.
"Ya, Bu. Padahal perkiraan dua Minggu lagi. Malah sudah lahir dulu. Maaf ya, Bu. Ibu sedang sibuk di acara resepsi pernikahan Fredy, malah terganggu gara-gara aku melahirkan."
Bu Ari terkekeh," hehehe.. kok minta maaf? kita semua kan nggak tahu akan seperti itu, apa lagi kamu..Yang tahu cina Allah saja, nggak apa-apa toh Fredy juga bisa memahami. Yang terpenting kan sehat semuanya."
Sementara saat ini Rama dan Mamah Ella baru pulang dari resepsi pernikahan Wina dan Fredy. Tetapi dia sempat kaget pada saat ada sebuah chat pesan masuk yang ternyata dari, Wina.
[Den Rama, coba buka hati sedikit saja untuk Mba Eka. Asal Aden tahu, Mba Eka sudah lama mencintai Aden. Padahal sudah aku katakan supaya move on, bahkan pada saat dulu Aden pernah mengutarakan cinta padaku, Mba Eka sangat terluka tetapi dia diam saja.]
Pesan tersebut langsung masuk ke nomor ponsel, Rama. Dan ia membacanya. Alangkah terkejutnya,' masa iya, selama ini Eka suka sama aku? padahal aku selalu saja bersikap tidak baik padanya," batinnya.
__ADS_1
Hingga Rama pun berinisiatif untuk mengetes sendiri Eka.
"Mba Eka, kesini sebentar!"
"Ya, Den. Ada apa ya?"
Eka pun menghampiri Rama tetapi tak bisa menatap ke arah matanya, ia tertunduk. Sementara Mamah Berta merasa heran, dan bahkan khawatir," aduh, ada apa ya? jangan sampai Eka di marahi sama Rama untuk hal yang sepele."
Mamah Berta pun menghampiri Rama," ada apa dengan, Eka? kenapa kamu tiba-tiba memanggil dirinya?"
Tatapan mata Rana terus saja tertuju pada Eka, tanpa ada senyuman sama sekali. Dan Mamah Berta lekas duduk.
"Mba Eka, adikmu sudah menikah. Lantas kenapa kamu nggak juga menikah?"
"Rama, kenapa kamu bertanya seperti itu? kamu sendiri juga belum menikah bukan?" sela Mamah Berta.
"Mah, tolong diam dulu. Aku sedang ingin bicara dengan, Mba Eka. Untuk sementara waktu, Mamah menjadi penggemar setia saja dulu," ucap Rama hingga Mamah Berta pun diam.
__ADS_1
"Mba Eka, apa kamu sudah punya pacar?" tanya Rama.
"Maaf, Den. Kenapa Aden tiba-tiba bertanya tentang pribadi? saya nggak pernah punya pacar, karena saya akui saya ini banyak kekurangan. Saya nggak cantik dan nggak pintar. Intinya tidak ada yang bisa di banggakan dari diri, saya. Makanya nggak ada lelaki yang mendekati saya."
Entah kenapa tiba-tiba hati Rama trenyuh," apakah kamu suka dengan seseorang?"
"Iya, Den. Saya bukan hanya suka tetapi cinta sekali padanya. Tapi sayangnya cinta saya bertepuk sebelah tangan," ucap Eka tanpa ada rasa curiga.
"Apakah lelaki itu, aku?"
DEG!
Sejenak Eka terhenyak kaget, bahkan keringat dingin keluar perlahan dari tubuhnya. Lidahnya tercekat seolah tak bisa berkata-kata sama sekali.
"Rama, kamu ini ngomong apa sih?" tegur Mamah Berta.
"Mah, diam dulu kenapa? aku sedang serius bicara dengan Mba Eka," ucap Rama.
__ADS_1