
Rama menerima botol cairan tersebut," siapa nama wanita yang telah memerintahkanmu untuk melakukan hal ini? dan apakah dia mengatakan apa fungsi dari cairan ini bila dicampurkan ke dalam minuman mamahku?"
"Saya kurang tahu, den. Karena wanita itu tidak mengatakan apa fungsi dari cairan yang ada di botol itu. Dia hanya meminta saya untuk menjadi perawat pribadi dari, Nyonya Berta. Dan meminta saya untuk rajin menuang cairan yang ada di dalam botol itu setiap, Nyonya Berta minum."
"Saya juga tidak tahu siapa nama wanita itu, karena pada saat menemui saya di jalanan, dia memakai masker. Dan wanita itu mengatakan jika di rumah ini sedang membutuhkan seorang perawat pribadi."
"Bahkan wanita itu pula yang meminta saya untuk mengatakan bahwa saya berasal dari yayasan Budi Dharma Kasih. Karena saya memang sedang membutuhkan uang, hingga saya pun tidak menanyakan lebih detailnya lagi kepada wanita itu."
"Tolong maafkan saya, Den Rama. Karena telah berbohong dengan mengatakan saya dari yayasan Budi Dharma Kasih, tetapi saya tidak tahu apa maksud dan tujuan wanita itu meminta saya untuk menuangkan cairan yang ada di botol itu."
Rama memicingkan alisnya pada saat mendengar penjelasan dari, Ita.
"Apa kamu bilang, bertemu di jalan? memangnya sebelumnya kamu bekerja menjadi apa?" tanya Rama penasaran.
"Jujur saja, Den Rama. Pekerjaan saya yang sebenarnya adalah pemulung. Pada saat saya sedang memulung bertemu dengan seorang wanita tetapi wajahnya tidak jelas karena wanita itu memakai masker. Tiba-tiba dia mendekati saya dan menawarkan pekerjaan ini."
"Bahkan dia langsung memberikan imbalan uang yang begitu banyak dan saya didandani seperti seorang perawat. Saya saat itu memang membutuhkan banyak uang, karena Ibu saya sakit. Uang itu berguna sekali untuk pengobatan ibu saya."
"Hingga tanpa berpikir terlebih dahulu, saya menerima tawaran dari wanita itu untuk menjadi seorang perawat di rumah ini."
Rama menjadi sangat heran dengan apa yang barusan dikatakan oleh Ita, tetapi ia menjadi penasaran sebenarnya siapa orang dibalik wanita ini.
"Apakah kamu mempunyai nomor ponselnya?" tanya Rama menyelidiki.
"Den Rama, saya sama sekali tidak memiliki ponsel. Untuk bisa makan saja saya sudah bersyukur. Saya bertemu dengan wanita itu hanya satu kali dan setelah itu tidak bertemu lagi," ucap Ita polos.
__ADS_1
Sejenak Rama terdiam, ia pun teringat akan seseorang yakni Merry.
"Apakah ini semua ulah dari, Mery? bagaimana caraku bisa menangkap Mery, sementara bukti kurang kuat? licik juga Mery, menggunakan masker hingga Ita sama sekali tak tahu wajahnya."
"Tetapi aku tidak tinggal diam, aku akan menyelidiki lebih lanjut tentang Mery. Aku akan tanya lebih detail pada Ita, dimana dia terakhir bertemu dengan wanita itu. Dan wanita itu mengendarai apa?"
Setelah sejenak Rama terdiam memikirkan cara yang jitu, ia pun kembali menginterogasi Ita kembali.
"Apa kamu masih ingat terakhir kali kamu bertemu dengan wanita itu? dari jam tanggal serta harinya apakah kamu masih ingat? lantas wanita itu menemuimu dengan mengendarai apa?" serentetan pertanyaan dari Rama ditujukan kepada, Ita.
"Saya ingat semuanya, Den Rama. Dan pada saat itu dia mengendarai sebuah mobil, tapi saya tidak begitu mengamati nomor mobilnya," ucap Ita singkat.
"Baiklah kalau begitu sekarang juga kamu ikut aku dan beberapa aparat kepolisian ke lokasi terakhir kamu bertemu dengan wanita itu."
Rama meminta tolong kepada beberapa aparat kepolisian untuk mengawal dirinya dan Ita. Ke lokasi di mana pada saat itu Ita bertemu dengan wanita yang telah memerintah dirinya, untuk menyamar sebagai perawat di rumah Rama.
Salah satu aparat kepolisian mencoba mencari tahu apakah di lokasi tersebut dipasang CCTV. Alhasil aparat kepolisian tersebut berhasil menemukan bukti CCTV di rumah salah satu warga setempat, yang lokasinya dekat dengan pertemuan antara wanita itu dan Ita.
Aparat kepolisian tersebut mengecek video rekaman CCTV dan memang ditemukan bukti bahwa Ita sedang berkomunikasi dengan seorang wanita yang memakai masker.
"Tidak salah lagi, Pak. Saya mengenal plat nomor mobil yang dikendarai wanita itu. kemungkinan besar wanita yang memakai masker itu juga saya mengenalnya. Dia memang dari dulu bermasalah dengan saya, dan sudah pernah mencoba untuk melenyapkan Mamah saya tetapi tidak berhasil," ucap Rama kepada aparat kepolisian tersebut.
"Jika anda mengetahui wanita tersebut, kenapa pada saat ia melakukan kejahatan terhadap Mamah anda tidak anda laporkan kepada pihak yang berwajib saat itu juga?" tanya aparat kepolisian.
"Karena saya kurang bukti, Pak. Pada saat itu orang bayaran dia, meninggal dunia pada saat rumahnya kebakaran. Sehingga saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi."
__ADS_1
"Dia sempat bersaksi kepada saya, pada saat akan menjemput ajalnya. Tetapi saya waktu itu tidak membawa ponsel hingga saya tidak bisa merekam segala perkataannya, untuk dijadikan sebagai barang bukti."
Aparat kepolisian yang mendengar penjelasan dari Rama hanya menganggukkan kepalanya saja.
Saat itu juga para aparat kepolisian yang bertugas menemani Rama segera bertindak untuk menangkap tersangka yakni Mery.
"Kali ini kamu tidak akan bisa berkutik lagi, Merry. Karena sudah ada barang bukti yang kuat yakni rekaman video CCTV, botol obat cair, serta seseorang yang kamu bayar untuk melakukan tindak kejahatan tersebut," batin Rama.
Berapa menit kemudian...
Para aparat kepolisian dan Rama telah sampai di sebuah apartemen mewah milik, Mery. Tanpa menunggu lama lagi, Ram a langsung bergegas memencet bel pintu apartement tersebut. Sementara Ita saat ini dibawa oleh salah satu aparat kepolisian ke markas besar. Dan beberapa aparat kepolisian bersembunyi di balik tembok.
Ting tong ting tong
Mery yang tengah bangun dari tidur melangkah gontai ke arah pintu apartemen untuk melihat siapa yang datang.
Mery begitu terkejut, pada saat melihat Rama ada di depan pintu apartementnya.
"Mas Rama, tumben kamu datang kemari? Ada apa ya?" Mery merasa heran, karena tidak biasanya Rama datang ke apartementnya.
Belum juga Rama mengatakan sepatah kata, para aparat kepolisian yang dari tadi bersembunyi di balik tembok, segera menyergap Mery dan membawanya paksa melangkah menuju ke mobil polisi.
"Apa-apaan ini, Mas Rama? kenapa aku dibawa oleh pak polisi? aku sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun," ucap Mery.
"Nanti di kantor polisi, kamu akan tahu sendiri. Apa yang telah kamu lakukan terhadap mamahku!" bentak Rama.
__ADS_1
"Memangnya aku melakukan apa terhadap, Tante Berta? selama ini aku di rumah saja, tidak pernah menemuimu bukan?" bela Mery.