
Rama maupun pihak kepolisian sama sekali tidak memperdulikan apa yang barusan dikatakan oleh Mery, mereka tetap memaksa Mery masuk ke dalam mobil polisi.
"Memangnya aku salah apa? padahal aku tidak melakukan apapun. Aneh banget, Mas Rahma tiba-tiba melaporkan aku ke aparat kepolisian. Tetapi aku tidak takut dengan laporannya karena aku tidak melakukan suatu kejahatan apapun," batin Mery.
Dia melupakan apa yang pernah dia perintahkan kepada seorang wanita yang berprofesi sebagai pemulung, hingga dia terus saja menggerutu di dalam hatinya, bahwa dirinya merasa tidak bersalah.
"Setelah dia sampai di kantor kepolisian, barulah terhenyak kaget pada saat melihat adanya Ita," astaga... bagaimana wanita itu ada di kantor polisi? apakah ini ada hubungannya denganku? tetapi pada saat aku menemuinya dalam kondisi memakai masker, sehingga tidak bisa dikenali sama sekali. Apa mungkin pihak polisi tahu dengan wajah asliku, ah bagaimana bisa?" terus aja Mery menggerutu di dalam hatinya.
Mery duduk di samping Ita, dia hanya diam saja. Aparat kepolisian yang sedang bertugas pada saat itu, segera mengintrogasi Mery di hadapan Rama dan juga, Ita.
"Nona Mery, untuk apa anda memberikan kepada wanita itu, cairan obat yang ada di dalam botol ini? kami memang belum sempat menyelidiki apa manfaat dari cairan obat yang ada di dalam botol ini. Saya tanyakan kepada anda dan jawablah dengan jujur apa kegunaannya?"
Mery pun masih bisa berkilah," Maaf ya, Pak. Saya sama sekali tidak tahu menahu dengan wanita itu. Apalagi anda mengatakan saya yang memberikan cairan obat yang ada di dalam botol itu, sedangkan saya sendiri tidak mengenal siapa wanita itu."
"Nona Mery, semua bukti telah mengarah kepada anda. Jadi tak usah berkilah kembali, karena itu percuma saja!" bentak aparat kepolisian.
"Saya tidak berkilah, Pak Polisi. Saya mengatakan apa yang sebenarnya, jika bapak terus saja menuduh saya yang bukan-bukan bisa saya undang pengacara pribadi saya untuk mengurus hal ini. Dan saya akan melaporkan siapapun yang telah melaporkan saya tentang ini dengan tuduhan pencemaran nama baik," ucap lantang Mery.
"Aku yang telah melaporkanmu ke kantor polisi ini. Jika kamu ingin menuntut balik, silahkan saja jika bisa. Karena semua bukti telah mengarah kepadamu, Mery. Kali ini kamu tidak akan bisa berkutik sama sekali dan aku pastikan aparat kepolisian akan memberikan hukuman yang setimpal untuk segala perbuatanmu," ucap Rama kesal.
"Mas Rama, aku sama sekali tidak ada permasalahan dengan dirimu. Kenapa kamu seolah ingin membuat suatu masalah denganku? padahal selama ini aku mencintaimu dengan tulus loh, dan mengharapkan kita kembali seperti dulu lagi, bukan malah kamu menganggapku sebagai musuh seperti ini," ucap Mery.
__ADS_1
"Sudahlah, Merry. Kamu tak usah berkata manis seperti itu, karena bagiku tidak ada gunanya sama sekali. Kamu tinggal menunggu hitungan hari saja dan aku pastikan kamu masuk penjara dalam kurun waktu yang cukup lama."
"Dulu aku tidak berhasil mengumpulkan bukti untuk menjebloskanmu ke dalam penjara, dengan apa yang telah kamu lakukan kepada mamahku."
Mery memicingkan alisnya pada saat mendengar perkataan Rama," tuduhan apa lagi ini Mas Rama? aku sama sekali tidak melakukan apapun kepada, Tante Berta?"
"Sudahlah, Mery. Tak usah kamu banyak berakting seperti itu. Pak polisi, segera ditangani untuk kasus ini. Aku minta secepatnya, dia dijebloskan ke dalam penjara karena aku sangat yakin cairan obat yang ada di dalam botol itu gunanya untuk hal yang tidak baik," ucap Rama sudah tidak bisa mentolerir tindakan Mery.
"Sabar, Tuan Rama. Karena setiap kasus harus menempuh proses terlebih dahulu, dari penyelidikan semua barang bukti. Dan jika semua barang bukti tersebut benar-benar sudah terbukti. Barulah kami bisa menjerat, Nona Mery dengan pasal-pasal pelanggaran yang telah doa lakukan."
"Untuk sementara waktu, kami akan menempatkan Nona Mery di sebuah sel sementara. Sebelum kami mengetahui dengan jelas, tentang fungsi atau kegunaan dari cairan obat yang ada di dalam botol ini. Karena harus di cek terlebih dahulu di laboratorium, kami."
Beberapa menit kemudian...
Rama telah kembali di rumah, Bu Berta lekas bertanya banyak hal kepadanya.
"Rama, apakah kamu menemukan bukti yang lain di tempat perawat palsu itu bertemu dengan wanita yang katanya bermasker?" tanya Mamah Berta penasaran.
Rama menceritakan semuanya yang barusan ia alami di lokasi tempat di mana Ita bertemu dengan Mery.
"Astaghfirullah aladzim, berarti perawat palsu itu perintahan dari Mery? lantas apakah cairan obat yang di botol itu sudah diperiksa oleh pihak kepolisian?" serentetan pertanyaan keluar dari mulut Mamah Berta kembali.
__ADS_1
" Baru akan diperiksa oleh pihak kepolisian, kemungkinan besok hasil pemeriksaan dari laboratorium baru bisa kita ketahui, mah."
Bu Berta tersenyum, ia merasa bangga mempunyai seorang anak yang memiliki daya pikir yang sangat jeli.
"Hebat kamu, Rama. Jika kamu teledor dan tak mencurigai perawat palsu itu, mungkin saat ini mamah sudah menghadap Allah," ucapnya penuh haru.
"Astaghfirullah aladzim, Mamah. Tidak boleh berkata seperti itu, mah. Sebenarnya aku itu biasa saja, hanya Allah yang telah menunjukkan kebenaran itu kepadaku. Hingga tiba-tiba entah kenapa aku merasa curiga pada Ita dan aku pun langsung menyelidiki dirinya."
"Jika Allah tidak peduli pada kita, mungkin saja aku tidak mengetahui tentang kejahatan yang akan dilakukan oleh Ita."
"Alhamdulillah, mah. Kita harus banyak-banyak bersyukur kepada Allah, karena Dia yang telah menjaga keselamatan hidup kita, sehingga Mamah terhindar dari marabahaya."
Mamah Berta membenarkan apa yang barusan dikatakan oleh Rama," benar juga apa yang barusan kamu katakan Rama, kita harus banyak-banyak bersyukur dan beramal karena kehidupan kita benar-benar dilindungi oleh KuasaNya."
"Oh ya, aku akan menghubungi Mba Eka. Sebentar ya, mah."
Saat itu juga Rama menelpon Mbak Eka, yakni seorang perawat yang memang sudah di siapkan oleh pihak yayasan Budi Dharma Kasih, untuk merawat Mamah Berta.
Rama memintanya untuk segera datang ke rumah, dan sudah mengizinkannya untuk langsung bekerja hari ini juga.
"Mah, nanti perawat yang asli sebentar lagi akan datang. Bisa untuk menemani Mamah jika besok aku sudah mulai sibuk di kantor. Tetapi sepetinya besok aku belum ke kantor dulu, karena akan ke kantor polisi. Untuk mengetahui kabar selanjutnya tentang hasil cek laboratorium cairan obat yang ada di botol."
__ADS_1