Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Ke Dokter


__ADS_3

Esok harinya, Ella mengajak Rangga ke dokter spesialis syaraf dan otak yang di rekomendasikan oleh, Wina.


"Dok, akhir-akhir ini suami saya menjadi pelupa. Bahkan itu untuk hal-hal kecil, seperti alamat rumah sendiri. Sering kali menanyakan hal yang sudah sering di jelaskan. Apakah ini suatu penyakit?" tanya Ella.


"Bukan, Non Ella. Berbeda pada lansia, penyebab sering lupa pada usia muda sering kali berkaitan dengan gaya hidup yang buruk. Suami anda terbilang masih muda, karena masih di bawah lima puluh tahun."


"Ini merupakan penyebab yang sering kali terjadi, dan umumnya bisa teratasi dengan melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Stres, depresi, kecemasan, ini yang mungkin pernah di alami oleh, Tuan Rangga.'


Ella merasa lega, karena ia sempat berpikir Rangga memiliki suatu penyakit.


"Alhamdulillah, dok. Saya pikir suami saya memiliki penyakit Alzheimer,' ucap Ella.


"Penyakit Alzheimer itu menyerang pada usia enam puluh lima tahun ke atas. Jika memang di usia muda terkena, itu karena efek keturunan."


"Perbanyak makan buah apel. Ini sangat baik untuk meningkatkan memori otak. Perlu di ingat, jika mengonsumsi buah apel, tidak di anjurkan untuk membuang kulitnya."


"Nanti saya akan memberikan vitamin khusus otak. Dan di sertai makanan yang bisa untuk memperkuat daya ingat."


Ella kembali bertanya," makanan apa saja yang berfungsi untuk meningkatkan daya ingat, dok?"


"Banyak, Nona Ella. Sepertinya biji-bijian dan kacang-kacangan yang mengandung asam lemak omega-3 dan antioksidan. Juga buah seperti jeruk, bluberi, alpukat, apel. Serta telur, brokoli, ikan salmon."


Ella begitu memperhatikan penjelasan dari Dokter. Karena dia ingin suaminya bisa sembuh seperti sedia kala.


"Oh ya, Non Ella. Jika anda ingin suami terhindar dari penyakit Alzheimer, ajak suami rutin olahraga, tidur yang teratur. Dan biasakan untuk melakukan kegiatan yang mengasah otak. Karena jika sudah terkena penyakit tersebut, tidak akan bisa di sembuhkan."


Sejenak Ella berkonsultasi dengan dokter tersebut, supaya dia benar-benar bisa menjaga kesehatan suaminya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian...


Rangga dan Ella sudah ada di dalam mobil," Sayang, apakah aku sakit parah hingga kamu terus saja bertanya banyak hal pada dokter? karena dari tadi aku tidak begitu fokus untuk mendengarkannya."


"Nggak, mas. Hanya saja dokter menyarankan supaya mas lebih hidup sehat. Nanti di rumah menurut saja ya, apa yang aku katakan. Demi untuk kesehatan, mas," ucap Ella.


"Hem, baiklah sayang."


Setelah di rumah, Ella langsung di serbu pertanyaan dari orang tuanya. Sementara Rangga di mintanya istirahat dulu di dalam kamarnya.


"Ella, bagaimana hasil pemeriksaannya?"


"Ya, Ella. Apakah ada yang serius dengan kesehatan Rangga?"


Ella tersenyum," Alhamdulillah, Ayah-ibu. Sejauh ini Mas Rangga tidak apa-apa kok, hanya di sarankan untuk selalu hidup sehat saja."


"Alzheimer, maksud ayah? Alhamdulillah bukan, yah. Hanya sakit lupa biasa karena kurangnya hidup sehat. Lagi pula keluarga Mas Rangga tidak ada turunan penyakit alzheimer."


Ella sejenak menjelaskan pada orang tuanya yang barusan di dapat dari ilmu kedokteran. Orang tua Ella hanya berhooh ria saja.


"Ayah, aku sedang bingung. Pastinya untuk sementara waktu, Mas Rangga belum bisa ke kantor. Lantas bagaimana ya, apa solusi dari ayah?" tanya Ella.


"Biasanya kan setiap perusahaan mempunyai satu atau lebih orang yang dapat di percaya atau setara dengan asisten pribadi. Seperti halnya perusahaan ayah juga seperti itu. Kamu meminta tolong saja pada asisten pribadi Rangga, untuk sementara waktu menghandle kantornya dulu."


"Jika kondisi Rangga sudah stabil kembali, barulah biar Rangga yang handle kantornya lagi. Tetapi apakah asisten pribadinya itu bisa di percaya atau tidak? jika kamu benar-benar menyerahkan urusan kantor sepenuhnya padanya?"


Sejenak Ella terdiam, ia seolah sedang berpikir tentang perkataan dari Ayah Bayu.

__ADS_1


"Ella, tampuk kepemimpinan itu harus benar-benar di handle orang yang bisa di percaya, jika tidak akan berakibat fatal. Amit-amit sih orang yang kita anggap di percaya bisa menyalah gunakan kepercayaan kita.'


"Kamu ajak bicara Rangga dulu secara perlahan-lahan, dari hati ke hati. Supaya dia itu nyambung pada saat di ajak bicara olehmu. Kamu tanyakan secara perlahan tentang asisten pribadinya."


Ella sangat terbantu dengan adanya Ayah Bayu dan Fredy. Padahal dulu, dia sempat menolak keberadaan Ayah Bayu.


"Ayah, terima kasih ya. Sudah begitu banyak memberikan saran dan pendapat untuk rumah tanggaku. Ayah, aku minta maaf untuk tingkah lakuku tempo dulu ya."


Ayah Bayu memicingkan alisnya mendengar perkataan Ella,"kok minta maaf? apa yang kamu lakukan di waktu lalu itu bukanlah suatu kesalahan. Ayah memang pantas untuk menerimanya. Dan untuk apa yang ayah lakukan di hidupmu, itu sudah sewajarnya bagi seorang ayah untuk anaknya, jadi kamu tak perlu berterima kasih."


"Ella, nggak usah menoleh ke belakang. Sekarang kamu fokus saja dengan rumah tanggamu. Apa lagi kamu saat ini sedang di terpa permasalahan yang harus kamu hadapi seorang diri, dimana suamimu sedang sakit," nasehat Bu Ari.


"Baiklah, ayah-ibu. Tetapi apakah ngga apa-apa jika ayah dan ibu untuk sementara waktu tinggal di sini bersamaku? karena aku tak bisa mengurus sendiri permasalahanku ini. Setidaknya aku butuh bantuan ibu untuk setiap saat mengurus Baby Adnan, selama aku mengurus, Mas Rangga," pintanya.


"Kamu tenang saja, Ella. Kami akan dengan senang hati tinggal di sini untuk menemanimu. Kami juga tidak ingin kamu melewati semua permasalahanmu ini seorang diri saja. Kami tidak akan tega, membiarkanmu seorang diri," ucap Ayah Bayu.


"Lantas bagaimana dengan Fredy, jika ayah di sini? dan bagaimana pula urusan kantor, ayah?" tanya Ella.


"Fredy, sudah kenyang mendapatkan kasih sayang dari ayah dari kecil. Sedangkan kamu tidak pernah mendapatkan kasih sayang, ayah. Dia tidak akan marah atau iri. Jadi kamu percaya saja, jika Fredy itu saudara yang baik."


"Sudah ayah katakan tadi, jika ayah memilki seorang asisten pribadi yang bisa di percaya. Jadi kamu nggak usah khawatir untuk hal ini."


" Fokus saja kamu untuk merawat Rangga. Supaya dia lekas sehat kembali seperti sediakala. Dan kamu bisa fokus lagi mengurus Baby Adnan."


Begitu bahagianya Ella mempunyai orang tua yang sangat perhatian padanya. Dia menyesal dulu sempat menolak keberadaan ayahnya.


Setelah cukup lama ngobrol dengan kedua orang tuanya, Ella melangkah menuju ke kamar dimana saat ini Rangga sedang terlelap dalam tidur.

__ADS_1


"Kasihan juga, pasti Mas Rangga sempat stres dan depresi sehingga cara hidupnya tidak sehat, pada saat kita pisah rumah. Maafkan aku ya, mas."


__ADS_2