Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Selalu Waspada


__ADS_3

Mery begitu kesal pada saat sampai di rumah, karena telah alami hal buruk.


" Sialan sekali, bagaimana bisa ada preman tepat berada di seberang jalan rumahnya, Mas Rama. Padahal dari dulu tidak pernah ada preman yang berkeliaran di tempat itu! jika seperti ini sudah tidak aman bagiku untuk bisa mengawasi secara langsung rumah Mas Rama. Bagaimana aku bisa mengetahui apakah Ella masih ada di rumahnya Mas Rama atau tidak, jika seperti ini caranya?"


"Apakah aku harus membayar orang untuk mengintai rumah Mas Rama? karena aku sudah tidak berani datang lagi, yang ada nanti harta bendaku habis."


Rasa kecewa dan rasa amarah terus saja menghinggapi diri Mery, karena ia telah gagal mengintai rumah Rama untuk mengetahui keberadaan Ella.


Sementara Rama penasaran ingin mengetahui apakah saat ini Mery masih mengintai rumahnya dari seberang jalan atau sudah pergi. Hingga dia memutuskan untuk menelpon salah satu anak buahnya yang ditugasi untuk selalu waspada di sekitar rumahnya.


📱" Apakah wanita itu masih ada di seberang jalan?"


📱" Tidak, bos. Baru saja wanita itu pergi setelah kami ancam."


📱" Selalu waspada jangan sampai wanita itu datang lagi ataupun orang lain yang menjadi anak buah dari wanita itu. Pokoknya jangan sampai teledor, intinya jika ada gerak gerik seseorang yang mencurigakan ya langsung kalian usir."


📱"Baiklah, bos. kami pasti akan selalu waspada dan selalu ingat pesan dari bos."


Ada sedikit rasa tenang di dalam hati Rama pada saat mengetahui dari salah satu anak buahnya, jika saat ini Mery sudah tidak ada lagi di seberang jalan.


"Aku yakin selain Mery yang ingin mengintai, pasti suami dari Ella juga akan menyelidiki rumahku lagi. Untuk mengetahui apakah Ella benar-benar sudah pergi dari rumahku atau belum. Dan hal ini juga harus aku sampaikan kepada para anak buahku."


Saat itu juga Rama mengirimkan foto Rangga kepada salah satu anak buahnya, untuk selalu waspada dan selalu berjaga-jaga.

__ADS_1


Sementara Rangga terus saja penasaran dengan keberadaan Ella," bagaimana aku bisa menemukan keberadaan Ella? apakah orang tuanya telah berbohong kepadaku? jika sebenarnya saat itu Ela ada di dalam rumah? sepertinya aku harus selalu menyelidiki tentang hal ini supaya aku bisa mengetahui apakah sebenarnya Ella ada di rumahnya atau tidak."


Saat itu juga Rangga memutuskan untuk mengerahkan seluruh anak buahnya guna menyelidiki keberadaan Ella di rumah Ayah Bayu.


Hampir setiap hari, anak buah Rangga menyelidiki rumah Ayah Bayu. Rangga tidak terpikirkan untuk memerintah anak buahnya untuk menyelidiki rumah Rama. Karena dia yakin dengan diri sendiri jika Ella tidak berada di rumah Rama.


*******


Sore menjelang, dimana saat ini Rama tengah kembali dari kantornya. Pada saat dirinya tengah bersantai, ia pun bercerita bahwa Mery diam-diam mengintai.


"Mamah-Ell, apa yang sempat aku cemaskan benar-benar terjadi. Tanpa sepengetahuan kalian berdua, tadi pagi Mery diam-diam mengintai rumah ini dari seberang jalan. Untung saja aku telah memerintahkan beberapa anak buahku untuk selalu terjaga di sekitaran rumah ini sehingga, mereka bisa mengusir Merry pergi," Rama memberitahukan hal ini kepada Bu Berta dan juga Ella.


"Berarti Mery masih penasaran dengan, Ella. Pasti dia mengira Ella masih ada di sini, feeling nya benar-benar tajam sekali. Ella, kamu harus lebih berhati-hati ya," pesan Mamah Berta.


"Sangat berbahaya sekali Ella, dia itu di samping licik dan juga kejam, dia mampu melakukan segala hal termasuk kejahatan seperti apa yang dulu pernah dia lakukan kepada, Mamah," ucap Rama.


"Maaf, kalau boleh tahu memangnya apa yang pernah Mery lakukan terhadap Bu Berta?" Ella semakin penasaran dengan jati diri Mery.


"Adanya Mamah lumpuh itu karena mengalami kecelakaan dan kecelakaan tersebut bukanlah suatu unsur kecelakaan tetapi unsur kesengajaan," ucap Rama.


"Lantas apa buktinya jika Mas Rama mengetahui jika kecelakaan yang pernah terjadi pada Bu Berta adalah rekayasa dari Mery? dan kenapa pula jika Mas Rama telah mengetahui Mery yang telah berbuat jahat, kenapa tidak melaporkannya ke aparat kepolisian?" Ella semakin penasaran dan juga ingin tahu.


"Nah itu, bukti yang aku dapat malah meninggal di dalam kebakaran. Hingga orang itu tidak bisa untuk saksi. Walaupun dia sempat mengakui kesalahannya sendiri, dan mengatakan segalanya sebelum meninggal. Tetapi saat itu ponselku habis daya baterai, hingga tidak bisa untuk merekam semua pengakuannya," ucap Rama menjelaskan.

__ADS_1


"Astagaa... berarti sangat berbahaya sekali ya? lantas apa langkah selanjutnya, Mas Rama? berarti jika seperti ini memang tidak bisa di biarkan. Khawatir Mery melakukan kejahatanya lagi, aku khawatir sama Bu Berta," ucap Ella.


"Bukan hanya, mamah. Tetapi kamu juga harus berhati-hati, karena aku yakin Mery juga mengincarmu. Walaupun aku sudah memerintahkan beberapa anak buahku untuk selalu waspada, alangkah baiknya mamah dan Ella juga harus waspada pula," nasehat Rama.


"Karena aku nggak selamanya ada di samping kalian berdua, makanya kalian juga harus waspada dan berhati-hati selalu. Jika perlu jangan sering keluar rumah. Aku akan mengatur rencana bagaimana caranya supaya Mery segera kembali ke Amerika."


"Untuk saat ini aku belum bisa fokus menangani permasalahan Mery, karena urusan kantor begitu padatnya tidak bisa dibiarkan begitu saja."


"Jika di biarkan atau tidak fokus di kantor, semua bisa terbengkalai dan berantakan. Apa lagi saat ini aku sedang bekerja sama dengan beberapa klien penting yang ada di beberapa negara."


"Mah, perusahaan kita saat ini sudah mulai Go Internasional. Merambah di berbagai negara, hingga aku tak ingin teledor sama sekali. Aku minta maaf ya pada kalian berdua."


Mendengar apa yang barusan di katakan oleh Rama, Bu Berta bisa memahami dan mengerti. Karena ia tahu, sejak dahulu almarhum suaminya menginginkan perusahaan dirinya bisa Go Internasional.


" Kamu nggak usah terlalu mengkhawatirkan Mamah dan Ella. Yakinlah pada kami, bahwa kami akan selalu bisa menjaga diri kami sendiri."


"Justru Mamah sangat bangga kepadamu, karena kamu telah berhasil mewujudkan keinginan dan impian almarhum papahmu supaya perusahaan nya bisa Go Internasional."


"Fokus saja dengan urusan kantormu, kami juga percaya kepada Allah. Dia akan menjaga kami dari niat jahat Merry."


Ella pun ikut mengatakan sesuatu," Mas Rama, aku juga akan kembali ke rumah. Apa tidak sebaiknya Bu Berta ikut ke rumahku saja. Pastinya Mery tidak akan menyangka, jika Bu Berta tinggal bersamaku."


Sejenak Rama diam saja, justru Bu Berta yang kembali berkata," Ibu sudah begitu banyak merepotkanmu Ella. Biarkan ibu tetap tinggal di rumah ini."

__ADS_1


__ADS_2