
Ella sama sekali tidak tahu harus senang atau sedih setelah bertemu dengan ayah yang selama ini ingin ia temui dan selalu saja ia impikan. Karena selama ini, sang Ibu tidak pernah mengatakan hal buruk tentang Bayu.
"Bu, kenapa ibu berbohong padaku tentang semua yang telah terjadi? ibu selalu mengatakan jika ayah kerja di luar negeri. Dan bahkan tidak bisa pulang dalam jangka waktu yang cukup lama. Dan intinya ada saja yang ibu katakan sebagai alasan."
"Ibu, begitu besar perjuangan dirimu untuk diriku. Jadi selama ini, ibu selalu berjuang sendiri untuk membesarkan aku. Ibu, kenapa ibu menutupi kesalahan, ayah?"
Ella tidak merespon Bayu, tetapi ia pandangan matanya beralih ke arah Ari.
"Ella, ibu juga tidak tahu jika waktu itu ayah hanya sekedar berbohong. Ibu sempat berpikir, jika dulu ada yang sengaja ingin memisahkan ibu dengan ayah dengan menghasut ayah. Ibu sama sekali nggak menyangka jika ayahmu sendiri yang merekayasa cerita."
"Ibu nggak mau kamu membenci ayahmu, makanya ibu selalu mengatakan hal baik tentangnya. Dan sekarang pun, kamu tak boleh menolak ayahmu, walaupun ayahmu telah berbuat salah padamu," ucap Bu Ari menasehati Ella.
Namun Ella belum bisa memaafkan apa yang telah di lakukan oleh, Bayu. Apa lagi menurut Ella ini sangat keterlaluan. Karena Bayu meninggalkan Ella begitu lamanya.
"Bu, aku minta maaf. Aku belum bisa memaafkan, ayah. Gara-gara perbuatan ayah pada ibu, kini aku yang harus menerima karma," ucap Ella ketus.
Bayu memicingkan alisnya pada saat mendengar perkataan Ella," memang nya apa yang terjadi padamu, nak?"
Ella diam saja pada saat Bayu bertanya kepadanya, justru Bu Ari yang menceritakan semua permasalahan yang saat ini terjadi pada, Ella.
__ADS_1
"Astaghfirullah aladzim, jadi saat ini kamu telah menikah dan sedang hamil? aku pikir kamu masih gadis," ucap Bayu.
"Ella, aku mohon kepadamu maafkanlah ayah atas kesalahannya di masa lalu. Anggap saja pertemuan ku denganmu ini atas rencana Allah supaya kamu bisa berkumpul kembali dengan ayah kandungmu, dan aku juga akan menganggapmu sebagai saudara kandung," bujuk Fredy.
"Kamu pikir memaafkan ayah itu gampang seperti membalikkan telapak tangan? setelah apa yang Ayah lakukan di masa lalunya kepadaku dan ibu, kamu bisa dengan mudah memintaku untuk memaafkannya. Karena kamu sendiri tidak mengalami apa yang aku dan ibuku alami selama ini."
"Kamu tidak pernah merasakan bagaimana melihat perjuangan ibu selama ini merawat seseorang diri anaknya tanpa ada ayah di sisinya."
Bayu sangat bersalah pada saat mendengar apa yang dikatakan oleh, Ella. Tetapi waktu lalu Bayu dan almarhumah Riris selalu saja mencari keberadaan Ari akan tetapi tidak pernah berhasil bertemu dengannya.
"Ella, ayah sudah menyadari kesalahan ayah. Apalagi dulu ayah dan almarhumah Riris selalu saja mencari keberadaan ibumu. Kami benar-benar menyesal atas apa yang telah kami lakukan pada ibumu. Tetapi usaha kami tidak pernah berhasil untuk menemukan dimana ibumu tinggal."
Bayu terus aja meyakinkan pada Ella bahwa dirinya benar-benar menyesali perbuatannya di masa lalu. Bahkan ia rela melakukan segala cara agar bisa mendapatkan kata maaf dari, Ella.
"Baiklah, bu. Aku akan bersabar untuk bisa mendapatkan maaf dari Ella, tetapi aku janji akan memperbaiki kesalahanku di masa lalu dan aku juga akan menembusnya di masa kini," ucap Bayu.
"Kenapa Ibu begitu mudahnya memaafkan apa yang telah ayah perbuat pada kita? bisa jadi apa yang barusan ayah katakan itu juga suatu kebohongan, di mana Ayah mengatakan jika ia selalu mencari keberadaan kita," ucap Ella tak percaya sama sekali dengan apa yang barusan di katakan oleh Bayu.
"Sudahlah Ella, kamu jangan memperpanjang permasalahan yang sudah terjadi di masa lalu. Biarlah masa lalu menjadi kenangan di masa lalu dan kini kita fokus dengan permasalahan di masa sekarang. Karena itu hanya akan menghambat masa depan saja."
__ADS_1
"Permasalahan kita saat ini saja sudah rumit, janganlah kita tambahin dengan mengungkit kesalahan masa lalu. Biarkan saja ayahmu membuktikan tentang keseriusannya untuk menembus kesalahannya di masa lalu pada kita."
"Tugas kamu saat ini hanyalah fokus dengan kesehatanmu dan janin yang ada di dalam kandungan saja. Tidak perlu kamu banyak berpikir yang macam-macam, karena Ibu ingin melihat dirimu selalu sehat dan ibu juga ingin kelak bisa menimang cucu, ibu."
Ella pun hanya diam, mendengar apa yang barusan dikatakan oleh ibunya. Ia tak habis pikir dengan sifat ibunya yang begitu mudah memaafkan atas segala kesalahan ayahnya yang menurutnya kesalahan ayahnya itu sangatlah fatal.
"Begini saja, Ayah-Ibu. Untuk sementara waktu kita tidak usah membahas tentang kesalahan ayah di masa lalu. Tetapi yang kita pikirkan untuk saat ini adalah bagaimana cara kita untuk bisa membantu menyelesaikan permasalahan yang saat ini sedang dialami oleh, Ella," saran dari Fredy.
"Benar sekali apa yang dikatakan olehmu, Fredy. Ayah dengan senang hati akan membantu menyelesaikan permasalahan, Ella," ucap Bayu dengan sangat antusiasnya.
Kini baik Fredy maupun Bayu bertanya banyak hal pada Bu Ari. Karena Ella sudah terlihat sangat lelah. Bahkan Bu Ari meminta Ella untuk istirahat saja, dan jangan menghubungi Rangga terlebih dahulu. Karena itu sangat berbahaya.
"Ella, sebaiknya kamu tidur saja. Kamu terlihat sangat lelah, nak. Biar ibu yang berbicara dengan ayah dan saudaramu," ucap Bu Ari.
Ella pun diantar oleh salah satu asisten rumah tangga di apartement milik Fredy ke salah satu kamar yang ada di dalam apartement tersebut. Ella tak menolak, karena ia juga merasakan hari ini sangat lelah. Ia pun mengikuti langkah kaki sang asisten rumah tangga ke salah satu kamar yang ada di apartement tersebut.
Sementara saat ini Bu Ari bercerita banyak hal pada Bayu dan juga Fredy tentang Rangga dan juga Sigit. Baik Bayu maupun Fredy begitu
serius mendengarkan semua cerita dari, Bu Ari.
__ADS_1
Mereka akan secepatnya menyelesaikan permasalahan Ella. Dengan membongkar kejahatan Sigit pada Rangga. Tetapi mereka saat ini sedang berpikir cara yang jitu untuk bisa membongkar kejahatan Sigit di hadapan Rangga.
"Ayah, kita tidak boleh bertindak ceroboh. Setelah aku mendengar semua cerita dari ibu, aku bisa membuat suatu kesimpulan bahwa Sigit itu bukan lawan yang mudah. Karena ia itu sangat licik. Jadi kita harus bisa bermain cantik, dan harus punya trik jitu untuk mengalahkan, Sigit," ucap Fredy dengan sangat yakin.