
Mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Bu Ari, baik Ayah Bayu pun Fredy sejenak terdiam. Mereka tidak menyangka jika sifat Ella begitu keras kepala, dia tidak memperdulikan kesehatan diri sendiri dan janin yang ada di dalam kandungannya. Dia hanya memikirkan dirinya ingin bekerja dan tidak ingin bergantung kepada orang lain.
"Ya sudahlah Bu, mau bagaimana lagi? tetapi apakah ibu tahu di mana tempat tinggal pasien yang akan dirawat oleh Ella tersebut?" tanya Ayah Bayu.
"Aku belum sempat bertanya pada Ella, tetapi ia sudah pergi dengan terburu-buru. Gampang Mas, nanti bisa kita tanyakan lewat ponsel," ucap Bu Ari.
"Mungkin ada sesuatu hal yang membuat Ella tiba-tiba resign dari rumah sakit, apakah dia tidak bercerita pada, Ibu?" tanya Fredy.
"Nggak Fredy, dia sama sekali tidak bercerita apapun. Tiba-tiba saja dia mengatakan dirinya sudah resign dan ingin bekerja di tempat yang lain, mungkin saja dia merasa bosan di tempat dia bekerja sebelumnya," ucap Bu Ari.
"Coba Ibu kirim pesan sekarang atau telepon kepada nomor ponsel, Ella. untuk menanyakan alamat di mana saat ini Ella bekerja sebagai perawat pribadi. Karena aku akan mengirimkan beberapa anak buahku untuk selalu berjaga di sekitar tempatnya bekerja. Hanya untuk selalu waspada saja karena kita sebagai keluarganya tidak bisa secara langsung untuk menjaganya dalam jarak dekat," pinta Fredy.
Saat itu juga Bu Ari segera menelpon ke nomor ponsel Ella. Dan kebetulan Ella sedang bersantai hingga ia bisa segera mengangkat panggilan telepon dari ibunya.
📱" Ella bagaimana kabarmu?"
📱" Yaelah Ibu, baru saja aku pergi beberapa jam sudah menanyakan kabar. Alhamdulillah aku baik-baik saja kok, Bu. Ibu tak perlu mencemaskan kondisiku."
📱" Ibu hanya ingin tanya alamat rumah tempatmu sekarang bekerja di mana? jika suatu waktu Ibu ingin bertemu jadi gampang."
Saat itu juga Ella mengatakan di mana saat ini dirinya bekerja. Setelah ibunya mengetahui alamat rumah di mana saat ini Ella menjadi perawat pribadi, ia pun mematikan panggilan telepon begitu pula Ella.
Bu Ari lekas memberikan alamat rumah tersebut kepada Fredy, dan dengan gerak cepat Fredy lekas memerintahkan beberapa anak buahnya untuk berjaga-jaga di sekitar rumah di mana saat ini Ella bekerja.
"Dengan begini kita akan sedikit lega, karena ada beberapa anak buahku yang berjaga di sana. Sehingga jika terjadi sesuatu hal kita bisa mengetahuinya dengan cepat. Misalkan Ella akan melahirkan, kita bisa langsung memberikan bantuan kepada Ella," ucap Fredy.
"Terima kasih ya Freddy, untuk segala bantuannya. Jika tak ada kamu dan Mas Bayu, entsh bagaimana kehidupan kita berdua," ucap Bu Ari.
__ADS_1
"Ibu tak usah berterima kasih, karena ini sudah seharusnya aku lakukan. Sebagai seorang saudara memang sudah sewajarnya untuk saling tolong-menolong satu sama lain," ucap Fredy.
Semua anak buah Fredy, orang-orang yang terpercaya dan cekatan. Hanya dalam beberapa menit saja mereka saat ini sudah berada di lokasi untuk benar-benar berjaga-jaga dan selalu waspada di sekitar rumah di mana saat ini Ella bekerja.
Hal ini dilakukan juga tanpa sepengetahuan Ella, Jika Ella diberitahu pasti dia tidak akan terima dengan bantuan yang diberikan oleh Fredy.
Hari pertama Ella bekerja di rumah Rama, ia mendapatkan perlakuan tidak baik oleh Berta.
"Ibu, ini aku bawakan teh hangat hanya sedikit gula karena Ibu punya penyakit diabetes, jadi tidak boleh terlalu banyak mengkonsumsi yang manis-manis dan ini ada singkong rebus."
Ella menyodorkannya ke hadapan Berta, tetapi hal yang tak terduga telah terjadi. di mana Berta munafik nampan yang berisi cangkir teh dan piring berisikan singkong rebus.
PYANG
Nampan tersebut terjatuh, cangkirnya pun pecah beserta piringnya juga.
Ella segera memunguti pecahan dari cangkir dan juga piring yang berserakan di lantai kamar, Berta.
"Astaghfirullah aladzim, apa yang telah Mamah lakukan? Mba Ella, biarkan saja nanti tangan mba terluka kena beling. Biar aku panggilkan bibi untuk membersihkan semua ini," pinta Rama.
"Auh..."
Baru saja Rama berkata, jari telunjuk Ella terkena beling tersebut. Hingga Rama mengurungkan niatnya untuk memanggil bibi. Ia menolong Ella terlebih dahulu.
"Nah kan, apa yang aku cemaskan terjadi juga."
Dengan sigap Rama meraih kotak obat yang ada di almari kecil di kamar Berta. Ia segera membersihkan luka di jari telunjuk Ella dengan Betadine. Dan membalutnya dengan plester. Berta melihat hal itu dengan rasa tak suka.
__ADS_1
"Huh, perawat kok lebay! cuma luka sedikit saja, manja!" ocehnya sempat terdengar oleh Ella dan Rama.
"Mah, tidak bisakah mamah bersikap baik sedikit pada, Mba Ella? jangan seperti ini, mah. Masa iya, ia baru mulai bekerja di sini sudah di buat onar oleh, mamah," tegur Rama.
"Apa yang telah mamah lakukan coba? sehingga sampai berantakan seperti ini?" tegur Rama seraya berkacak pinggang dan menggelengkan kepalanya.
"Mas Rama, ini bukan kesalahan Bu Berta. Tetapi saya yang kurang hati-hati hingga nampan terlepas dari tangan saya. Saya mohon maaf atas kecerobohan saya."
Ella menangkupkan kedua tangannya di dada.
"Kamu nggak usah sok baik di depanku ataupun di depan anakku ya, Ella. Sampai kapanpun aku tidak akan sudi dirawat olehmu, apa lagi simpati padamu," oceh Berta.
"Mah, tolong janganlah bersikap keras hati seperti ini. Tidak baik, apa lagi untuk kesehatan mamah," nasehat Rama.
"Kamu tak perlu menyalahkan mamah ya! karena sudah dari awal Mamah tidak ingin dirawat oleh dia! jadi Mamah akan selalu berusaha membuat keonaran, supaya dia tidak kerasan di sini dan pada akhirnya menyerah pergi dari rumah ini;" celoteh si tua Berta.
Ella sama sekali tidak merasa tersinggung dengan apa yang barusan dikatakan oleh Berta, ia hanya tersenyum kecil saja di dalam hatinya berkata," kita lihat saja Bu Berta, sampai dimana tingkat kesombongan dan gengsimu ini. Jangan panggil aku Ella, jika tidak bisa meluluhkan hatimu."
Ella malah semakin tertantang dengan sikap arogant, Berta. ia tidak akan menyerah begitu saja untuk bisa dekat dengan, Berta.
Sementara Rama sejenak pergi untuk memanggil asisten rumah tangga guna membereskan kekacauan yang terjadi oleh ulah Berta.
"Bu, jangan terus emosi. Itu tidak baik untuk kesehatan ibu yang punya riwayat penyakit hipertensi," nasehat Ella.
Selagi Ella akan berkata kembali, Rama
telah datang bersama dengan asisten rumah tangganya yang langsung membersihkan kekacauan yang terjadi di dalam kamar Berta.
__ADS_1
Ella hanya bisa melihat si bibi sibuk sendiri, karena ia tidak diizinkan untuk ikut membantu bibi, oleh Rama.