Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Rangga Hilang


__ADS_3

Ella menjadi panik sekali mendengar kabar dari asisten pribadi Rangga yang ada di kantor, bahwa Rangga belum juga sampai di kantor.


"Ya Allah, kalau Mas Rangga belum sampai di kantor lantas dia di mana? padahal kan bersama Pak sopir. Kenapa pikiranku menjadi tidak tenang seperti ini? semoga tidak terjadi hal buruk pada suamiku ya, Allah," batin Ella mencoba menenangkan diri sendiri.


Ella begitu mencemaskan Rangga, ia kelimpungan harus bagaimana dan minta tolong pada siapa. Pada saat ia akan meraih ponselnya, ia tak sengaja melihat ponsel Rangga tergeletak di meja riasnya berdampingan dengan ponselnya.


"Astaghfirullah aladzim, bukannya ini ponselnya Mas Rangga? ternyata mati karena daya baterainya habis."


Ella segera mengisi daya ponsel milik Rangga.


"Ia pun, melanjutkan kembali meraih ponselnya yang ada di sebelah ponsel Rangga tadi. Dan segera menelpon sopir pribadi yang mengantarkan Rangga.


Kring kring kring kring


Satu panggilan telepon masuk ke dalam nomor ponsel sopir pribadi tersebut.


📱" Hallo, Nyonya Ella. Ada apa ya?"


📱" Bapak sekarang ada di mana sih, bersama suami saya?"


📱" Maaf, nyonya. Pada waktu pagi tadi, saya meminta izin pada Tuan Rangga, untuk tidak berangkat kerja. Karena istri saya melahirkan dan tidak ada yang menemani proses melahirkannya."


📱" Astaghfirullah aladzim, berarti suami saya mengemudi mobil sendiri Pak?'


📱" Jalau itu saya kurang tahu, nyonya. Coba Nyonya tanyakan pada, Dadang. Mungkin saja Tuan Rangga bersamanya saat ini."


📱" Ya sudah kalau begitu terima kasih ya Pak, atas informasinya."


📱" Sama-sama, nyonya."


Ella lekas mematikan panggilan telepon kepada sopir pribadi yang biasa menemani kemanapun Rangga pergi. Dan kini ia menelpon sopir pribadi yang satunya lagi, di mana sopir ini biasa menemani kemanapun Ella pergi.


📱" Halo Nyonya Ella, ada apa ya?"


📱" Dadang, apakah saat ini suami saya bersama denganmu?"


📱" Tidak, Nyonya. Saya masih stand by di rumah, nyonya."

__ADS_1


📱" Jadi suami saya tidak pergi bersamamu?"


📱" Setahu saya malah Tuan Rangga pergi bersama Pak Uus."


📱" Tidak, Dadang. Pak Uus, izin nggak berangkat hari ini karena istrinya melahirkan. Ya sudah kalau begitu."


Ella segera mematikan panggilan telepon tersebut. Ia pun sangat panik dan gelisah mengkhawatirkan kondisi Rangga. Apalagi setelah mengetahui jika suaminya tersebut mengemudikan mobil sendiri, tanpa ada yang menemani.


"Ya Allah, lindungilah suamiku dimanapun dia berada. Semoga kondisinya baik-baik saja. Jauhkanlah suamiku dari marabahaya," doa Ella di dalam hatinya.


Ella pun menelpon ayahnya, karena sebenarnya ia ingin meminta bantuan pada Fredy, tetapi ia sempat berdebat dengan Fredy, hingga ia sungkan untuk menelponnya.


Kring kring kring kring


Satu panggilan telepon masuk ke dalam nomor ponsel Ayah Bayu.


"Siapa ayah yang menelpon?" tanya Bu Ari.


"Ella, Bu," jawabnya.


"Ya sudah lekas diangkat, Ayah. Jangan lupa di loudspeaker ya, biar Ibu juga bisa mendengar pembicaraan kalian,' pinta ibunya.


📱" Ada apa, nak?"


📱" Ayah, tolong segera ke rumahku sekarang juga bersama dengan ibu, karena ada hal penting yang ingin aku bicarakan. Ini darurat sekali, aku tidak bisa ngobrol banyak ditelepon ,sebaiknya lekas ke sini ya, Ayah."


📱"Baiklah, nak. Sekarang juga ayah akan ke rumahmu bersama dengan, ibumu."


Saat itu juga baik Ella maupun Ayah Bayu mematikan panggilan telepon.


"Ayah, kok sepertinya sedang ada masalah dengan Ella?"


"Iya, Bu. Sebaiknya kita lekas ke sana saja yuk? Ayah juga penasaran sebenarnya apa yang sedang terjadi."


Saat itu juga Ayah Bayu dan Bu Ari masuk ke dalam mobil, dengan seorang sopir pribadi yang mengemudikannya menuju ke rumah mewah milik Rangga.


Hanya beberapa menit saja mobil yang ditumpangi oleh orang tua Ella telah sampai di pelataran rumah Rangga. Bahkan Ella telah menunggu mereka di terasa halaman sembari menggendong baby Adnan, dengan mondar-mandir panik.

__ADS_1


Ayah Bayu dan Bu Ari lekas berlari kecil menghampiri Ella.


Bu Ari segera meminta baby Adnan untuk digendong dirinya, sementara Ella bercengkrama dengan ayah Bayu.


"Kenapa kamu terlihat panik seperti itu, nak? tanya ayah Bayu penasaran, seraya menjauhkan pantatnya di kursi teras halaman.


"Ayah, aku sedang khawatir memikirkan kondisi suamiku saat ini," ucap Ella sedih.


"Memangnya suamimu, kenapa?di mana dia sekarang, apakah sakit?" tanya ayah Bayu celingukan mencari keberadaan Rangga.


Ella menceritakan apa yang telah terjadi pada Rangga, di hadapan orang tuanya.


"Kok bisa seperti itu sih, Nak?" Bu Ari serasa tak percaya dengan apa yang telah menimpa Rangga.


"Memang sebenarnya aku sudah merasakan hal yang aneh terjadi pada Mas Rangga, Bu. Sepertinya dia menderita suatu penyakit. Bahkan aku sudah melarangnya untuk sementara waktu jangan pergi ke kantor dulu, tetapi bekerja dari rumah. Mas Rangga ber keras hati ingin ke kantor, katanya pagi ini ada pertemuan dengan klien. barunya."


"Padahal aku telah mempunyai rencana ingin menemui dokter Reno, guna konsultasi tentang apa yang sedang dialami oleh, Mas Rangga. Jika perlu aku akan mengajak serta Mas Rangga."


"Rencanaku belum juga dilakukan, malah terjadi hal yang tidak diinginkan dengan Mas Rangga. Aku tidak tahu, saat ini dia ada di mana? karena ponselnya juga tertinggal di rumah, sementara dia mengemudikan mobil seorang diri."


Orang tua Ella merasa iba, mendengar cerita dari anak mereka.


"Kamu nggak usah khawatir, Ella. Berpikirlah positif selalu, bahwa Rangga baik-baik saja. Sekarang juga ayah akan mengarahkan seluruh anak buah Ayah untuk mencari Rangga."


"Jika perlu, ayah akan meminta bantuan kepada Fredy, supaya pencarian lebih efisien dan Rangga segera bisa diketemukan."


Ella pun hanya bisa tersenyum kecut, mendengar penuturan dari ayah Bayu. Ia sudah tidak bisa berkata lagi, saat ini pikirannya terus saja tertuju kepada Rangga.


"Bu, sebaiknya untuk sementara waktu Ibu di sini saja menemani Ella. Aku akan segera pergi bersama anak buahku. Aku juga akan segera menghubungi Fredy untuk meminta bantuannya."


" Ayah yang hati-hati ya."


"Iya, Bu. Terima kasih."


Saat itu juga Ayah Bayu terlebih dahulu menelpon Fredy untuk meminta bantuannya. Dan juga menelpon seluruh anak buahnya untuk langsung bertindak mencari keberadaan Rangga. Dia juga turut mencari Rangga, beserta sopir pribadinya.


"Ya Allah, semoga usaha ayah atau Fredy lekas berhasil. Semoga Mas Rangga segera di ketemukan dalam kondisi baik-baik saja,' doa Ella di dalam hatinya.

__ADS_1


Bu Ari juga selalu memberikan support pada Ella," Nak, kamu jangan khawatir ya. Pasti suamimu segera bisa ditemukan."


"Amin, semoga saja ya, Bu."


__ADS_2