Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Tertangkap Juga


__ADS_3

Rangga hanya bisa menghela napas panjang dan mengusap wajahnya dengan kasar. Dia tak bisa berucap, ingin mengatakan kejadian ini pada Ayah Bayu rasanya malu. Keresahannya sempat terbaca oleh Ella.


"Ada apa, mas?"


Rangga tak menjawab, tetapi dia malah menunjukkan bukti rekaman video CCTV yang ada di ponselnya pada Ella. Sejenak Ella melihatnya, dan ia terperangah," Astaghfirullah aladzim, jadi Sigit datang ke kantor? kenapa diam saja, mas? seharusnya kamu lekas memberi tahu pada, ayah atau pada aparat kepolisian supaya segera mereka melakukan pengejaran."


Ella membawa ponsel Rangga dan menunjukkannya pada Ayah Bayu. Sesaat setelah melihat rekaman video CCTV tersebut, ayah Bayu langsung memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mengikuti jejak perginya Sigit.


"Rangga tahu hal ini jam berapa? jika baru saja tahu, masih ada kesempatan untuk anak buah ayah meringkus Sigit dan teman-teman sesama nara pidana."


Ella hanya mengangkat bahu," entahlah ayah. Mungkin Mas Rangga sudah mengetahui agak lama, karena tadi dia sedang bengong saja pada saat aku temui."


"Seharusnya pada saat mendapatkan informasi dari pihak kantor, Rangga tak perlu melihat rekaman video CCTV dulu, tetapi dia langsung saja memberi tahu ayah atau aparat kepolisian. Supaya segera di tangani."


"Bukan malah memastikan dulu apakah yang di katakan salah satu pekerjanya benar atau tidak. Ini sama saja menyita waktu. Suamimu itu sudah apa-apa lambat tetapi sensitif dan baperan sekali."


Tanpa sadar Ayah Bayu mengatakan hal itu karena rasa kesalnya pada sikap Rangga yang kesannya memang terlalu lambat.


"Hehehe... maafkan, Mas Rangga ya ayah?" Ella terkekeh melihat kemarahan Ayahnya.


"Astaghfirullah aladzim, di saat seperti ini kamu masih bisa terkekeh dan tidak merasa khawatir sama sekali?" Ayah Bayu merasa heran.


"Ayah, aku tidak cemas atau khawatir karena aku percaya pada perlindungan Allah yang di perantarakan lewat seluruh anak buah ayah dan anak buah Fredy. Aku sangat yakin, jika aku dan Adnan akan baik-baik saja. Dan Sigit akan segera tertangkap."


"Seorang buron, nggak akan bisa hidup tenang di luaran sana. Pasti dimana-mana terpampang wajah Sigit dan semua teman sesama narapidana yang kabur bersamanya."


Ayah Bayu tersenyum seraya menepuk bahu Ella," ayah bangga punya putri sepertimu. Ibumu benar-benar hebat karena telah berhasil mendidik anak menjadi sepertimu."


"Ayah, nggak usah memuji. Nanti lupa dengan misinya?" goda Ella terkekeh.

__ADS_1


"Nggak dong, ayah gerak cepat. Sudah ayah perintahkan beberapa anak buah ayah untuk segera bertindak. Dan ayah juga sudah memberi tahu pada Fredy. Dia juga sudah bertindak cepat untuk menyebarkan seluruh anak buahnya ke sekitar wilayah target."


"Bahkan ayah sudah melaporkan hal ini pada salah satu aparat kepolisian yang merupakan teman baik ayah. Semua sisi di kepung, dan ayah yakin tidak akan lama lagi akan terdengar kabar, Sigit telah berhasil di tangkap."


Ella mengacungkan kedua ibu jarinya seraya tersenyum," ayah, top markotop. Terima kasih ya, ayah."


"Sama-sama, Nak. Ayah akan melakukan segala usaha dan segala daya upaya untuk menjagamu dan cucu ayah. Sebagai penebus dosa ayah di masa lalu,' ucapnya tertunduk lesu.


"Ayah, sudahlah nggak usah merutuki diri sendiri terus. Dan mengingat yang ada di belakang ayah. Tetap ke depan dimana ada bahagia bersama, ibu. Mari kita bersama bergandengan tangan dalam satu tujuan. Sudah ya ayah, aku akan mengembalikan ponsel ini pada, Mas Rangga."


Saat itu juga, Ella beralih ke kamarnya dimana saat ini Rangga sedang bengong.


"Mas, nggak perlu khawatir. Semuanya sudah di tangani oleh ayah dan Fredy dan ayah juga sudah melapor ke aparat kepolisian. Percaya saja jika tidak lama lagi Sigit dan teman-temannya akan segera tertangkap. Dan semua hasil jarahan di kantor akan kembali lagi ke tanganmu."


" Ini ponselnya, dan aku minta padamu untuk tidak terlalu tegang dan stres. Karena hanya akan membuat sakitmu bertambah parah. Lebih baik, tidur dan istirahat."


Ella meletakkan ponsel Rangga di hadapannya. Lalu dia melangkah keluar dari kamar. Rangga menuruti kemauan Ella, ia merebahkan tubuhnya di ranjang dan mencoba untuk memejamkan matanya. Tetapi tak bisa juga, hingga dia pun memutuskan untuk memainkan ponselnya.


Beberapa jam kemudian....


Terdengar kabar yang sangat menggembirakan, yakni beberapa anak buah Ayah Bayu telah berhasil menangkap Sigit dan antek-anteknya.


"Alhamdulillah..kita berhasil, Ella."


Senyum kemenangan terpancar jelas di wajah Ayah Bayu. Hal ini membuat Ella heran," berhasil apanya, ayah?"


"Waduh... jangan sampai kamu ketularan Rangga jadi lemot dan pelupa," rajuk Ayah Bayu.


"Astaghfirullah aladzim, kok ayah bicara seperti itu sih? ayah kan nggak jelas bicaranya, jadi aku nggak paham," ucap Ella terkekeh.

__ADS_1


Ayah Bayu menceritakan pada Ella tentang keberhasilan para anak buahnya yang telah menangkap Sigit dan beberapa temannya. Saat ini mereka sudah di bawa ke kantor polisi.


"Luar biasa! kinerja para anak buah ayah hebat, keren sekali dech," lagi-lagi Ella memuji Ayah Bayu seraya tersenyum dan tak lupa mengacung kedua ibu jarinya.


"Bukannya aku sudah bilang, pasti tidak lama lagi Sigit dan teman-temannya akan segera tertangkap. Apa lagi Ayah dan Fredy mengerahkan banyak orang. Jika tidak, kemungkinan besar Sigit akan susah untuk di tangkap lagi, jika hanya mengandalkan gerakan dari aparat kepolisian," ucap Ella.


"Bagaimana jika kita ke kantor polisi sekarang juga, Ella. Kamu ikut ya, sama Rangga. Biar Baby Adnan sama, ibu."


Ella pun setuju, dan ia lekas menemui Rangga yang ada di kamar," Mas Rangga, yuk kita ke kantor polisi sekarang juga."


"Untuk apa, Sayang?" tanya Rangga.


"Untuk memastikan bahwa Sigit memang sudah berhasil di tangkap."


Rangga yang sedari tadi rebahan langsung duduk," serius?"


"Ya, mas. Tadi ayah yang memberi tahuku, bahwa beberapa anak buahnya telah berhasil menangkap Sigit dan teman-temannya. Kami akan mengecek kebenarannya ke kantor polisi. Karena menurut informasi dari, ayah. Saat ini Sigit sudah berada di kantor polisi."


Setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari Ella, Rangga segera bangkit dan ia segera ke kantor polisi bersama Ella dan Ayah Bayu.


Rangga sudah tidak sabar ingin sekali marah-marah pada Sigit yang sudah sangat keterlaluan dan juga sangat memalukan.


Selama dalam perjalanan menuju ke kantor polisi, tidak ada satupun yang berkata. Semua diam dan asik traveling dengan pemikirannya masing-masing.


Hingga tak terasa sudah sampai di kantor polisi. Segera mereka menemui petugas kepolisian yang saat itu sedang berjaga.


Kebetulan beberapa anak buah Ayah Bayu juga masih stand by di kantor polisi. Ayah Bayu sejenak menemui semua anak buahnya tersebut.


"Kerja yang sangat bagus, nanti aku transfer bonus ke nomor rekening kalian masing-masing ya."

__ADS_1


Rangga menimpali," saya juga akan memberikan bonus sebagai tanda terima kasih kepada kalian semua."


__ADS_2