
Bu Ari terus saja mengikuti langkah kaki Sigit membawa Ella. Karena ia khawatir Sigit akan bertindak macam-macam padanya. Sigit hanya membaringkan tubuh Ella di ranjang. Dan setelah itu, ia memanggil andk buahnya untuk berbaring di samping Ella dengan posisi yang mesra.
Setelah itu Sigit keluar dari kamar tersebut, dan menelpon Rangga. Sebelum melakukan hal itu, Sigit telah terlebih dahulu melepas semua CCTV yang terpasang di beberapa tempat yang ia lewati bersama Ella dan anak buahnya.
"Astaga... jadi ini rencana dirimu Nak Sigit?" tanya Bu Ari heran.
"Iya, Bu. Aku sengaja merekayasa semua ini, seolah-olah Ella selingkuh. Aku yakin usahaku kali ini akan berhasil," ucap Sigit dengan sangat yakinnya.
Bu Ari hanya bisa menghela napas lega. Dan ia berlalu pergi dari hadapan Sigit. Ia sudah lega, karena Sigit tidak melakukan hal buruk pada, Ella.
Tak berapa lama, Rangga datang dan menemui Sigit," kamu minta Papah untuk pulang, memangnya ada apa?"
"Aku bingung ngomongnya, pah. Istri yang selalu papah banggakan ternyata tidak sebaik yang Papah kira. Aku pulang ke rumah dengan niat ingin mengambil ponselku yang ketinggalan. Tetapi aku tak sengaja melihat istri papah, memasukkan lelaki ke kamar kalian," ucap Sigit mulai dengan sandiwaranya.
"Kamu mau ngeprank, papah ya? ngaco dech, Ella itu wanita yang baik dan istri yang setia, mungkin kamu sakdh lihat," ucap Rangga tetap tak percaya dengan apa yang telah di katakan oleh Sigit.
"Aku juga awalnya beranggapan jika istri papah itu setia dan baik. Tetapi setelah aku lihat dengan mata kepala sendiri, aku sudah tidak percaya lagi. Aku yakin, selama ini istri Papah sering melakukan hal menjijikan seperti ini. Mending Papah cek saja sendiri ke kamar, apakah yang aku katakan ini benar tau tidak?"
Karena rasa penasaran yang tinggi, Rangga lekas melangkah masuk ke dalam kamarnya. Dan ia membola kada saat melihat Ella tertidur pulas sementara di sampingnya seorang pria muda yang sedang memeluk mesra, Ella.
"Heh, siapa kamu?" tanya Rangga seraya mengepalkan tinjunya.
__ADS_1
"Saya kekasih gelap Ella, ia selsma ini selalu curhat pada saya. Jika suaminya itu tidak bisa memberikan kepuasan padanya untuk urusan ranjang. Ella mengatakan sangat menyesal menikah dengan lelaki tua, maaf. Saya hanya menirukan saja apa yang Ella sering keluh kesahkan pada saya."
Setelah mengatakan hal itu, pria muda itu langsung berlari pergi dari kamar itu. Sementara Ella yang masih tertidur nyenyak di bangunkan oleh, Rangga.
"Bangun! cepat bangun!"
Ella terkesiap, ia mengusap matanya dan ia heran mendapati di dalam kamarnya ada Sigit dan Rangga," ada apa Ini? kenapa kalian menatapku seperti ini? dan kamu mas, apakah ada barang yang tertinggal sehingga pulang?"
"Tega kamu ya, Ella! selama ininaku percaya sepenuhnya padamu dan selalu saja menyanjung kesetiaan dirimu. Ternyata di belakang aku seperti ini perbuatan dirimu? sudah beberapa lama dan berapa kali kamu melakukan hal itu dengan lelaki tadi?" tanya Rangga ketus.
Ella menjadi tak mengerti dengan arah pembicaraan, Rangga.
"Mas, kamu ini ngomong apa sih?" tanya Ella bingung.
Rangga mengatakan barusan dirinya melihat Ella tidur dengan lelaki lain. Dan bahkan lelaki itu mengatakan banyak hal padanya. Dan semua yang tadi di katakan oleh lelaki itu, Rangga katakan pada Ella.
"Untung saja Sigit menelpon aku. Jika tidak, aku tidak akan pernah tahu segals kelakuan busuk dirimu itu!" bentak Rangga.
"Sigit?" Ella menatap ke arah Sigit.
Dia pun mengatakan pada Rangga, bisa saja semua ini adalah jebakan dari Sigit," mas, mungkin saja ini semua adalah trik Sigit."
__ADS_1
"Ella, kenapa kamu melemparkan kesalahan dirimu padaku yang tak tahu apa-apa? aku hanya nggak mau ya, jika papah kandungku harus di bohongi olehmu. Makanya pada saat aku tak sengaja pulang dan tak sengaja melihat kamu membawa seorang lelaki, aku langsung meminta papah untuk pulang dan menangkap basah lelaki itu!"
Ella celingukan," mana lelaki itu? aku ingin tanya langsung padanya, sebenarnya siapa yang telah membayar dirinya. Karena selama ini aku tidak pernah selingkuh. Dan tadi juga ada yang tiba-tiba membekap mulutku hingga aku tak sadarkan diri."
Rangga sama sekali tidak percaya dengan apa yang barusan di katakan oleh Ella. Saat itu juga Rangga meminta Ella untuk segera berkemas dan pergi dari rumahnya. Akan tetapi pada saat Ella terus saja memohon dan mengatakan bahwa dirinya tidak pernah berselingkuh, mendadak ia pingsan lagi.
Dengan sangat terpaksa, Rangga memanggil dokter pribadi untuk memeriksa Ella. Dan ia terperangah pada saat tahu jika saat ini Ella sedang hamil, dan umur kehamilanya baru satu bulan.
Ella sempat mendengar apa yang dokter katakan, karena pada saat itu Ella telah sadar. Seperginya dokter, Ella tersenyum ke arah Rangga seraya menggenggam kedua tangannya.
"Alhamdulillah, keinginan kira sudah terlaksana ya mas. Saat ini aku sedang hamil, jadi kamu tak bisa mengusir atau bahkan menalak aku begitu saja."
Sejenak Rangga terdiam, tetapi Sigit segera menghasut Rangga kembali," apa papah yakin jika ansk yang ada di dalam kandungan Ella itu anak papah?"
Rangga pun menepis pegangan tangan Ella," itu bukan anakku! pasti itu anak dari selingkuhanmu yang tadi aku lihat! keterlaluan kamu, Ella!"
"Mas, Demi Allah. Aku tidak berselingkuh dengan lelaki manapun. Aku setia hanya padamu saja, ini benar-benar anak kandungmu, mas. Aku mohon percaya lah padaku. Tolong jangan seperti ini, mas. Apa kamu benar-benar akan tega pada anak kandungmu ini?"
Namun Rangga sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ella, justru ia berlalu pergi dari hadapan Ella. Dan ia pun mengatakan pada Ella, jika untuk sementara waktu, mereka akan pisah ranjang. Rangga akan tidur di ruang tamu. Dia mengurung niatnya untuk mengusir Ella, karena Ella sedang hamil. Ella di izinkan tinggal selama hamil, tapi setelah nanti melahirkan, Ella di sarankan untuk cek tes DNA.
Rangga ingin tahu apakah memang itu anak kandungnya ataukah memang itu anak lelaki lain. Sigit tersenyum sinis pada saat melihat Ella.
__ADS_1
"Syukurin kamu Ella, awalnya aku jatuh cinta padamu dan bahkan sangat tergila-gila padamu. Tetapi setelah apa yang kamu lakukan dan kamu katakan padaku, aku menjadi ilfill. Dan aku muak ingin muntah melihat wajahmu itu. Aku juga tidak akan membiarkan Papah bersatu lagi denganmu. Aku juga akan membuat anakmu ini celaka!" batin Sigit.
Dia sedang merencanakan hal buruk untuk mencelakai janin yang ada di dalam kandungan Ella.