
Pagi menjelang...
Ella sedang melamun sendiri di dalam kamarnya.Dan kebetulan kamar tersebut terbuka lebar. Hingga Bu Berta atau pun Rama bisa melihat Ella.
"Mah, lihatlah sepertinya Ella sedang gelisah sedang memikirkan sesuatu. Coba Mamah dekati Ella dan tanyakan apa yang telah membuat dirinya begitu resah dan gelisah seperti itu," pinta Rama terus saja menatap ke arah Ella yang sedang melamun.
"Ya sudah, Mamah akan tanyakan kepada Ella apa yang telah membuatnya terlihat murung dan gelisah seperti itu. Sebaiknya kamu berangkat bekerja saja," ucap Bu Berta.
Tanpa lupa mencium punggung tangan Mamah Berta, Rama pun berpamitan untuk berangkat ke kantor. Ia juga mengatakan satu kata untuk berpesan pada mamahnya," mah, kalau bisa hati-hati. Jangan keluar sembarangan, nasehatin Ella karena saat ini tempat persembunyiannya sudah diketahui oleh suaminya, dan aku juga tidak ingin terjadi hal buruk pada Ella karena adanya Mery."
" Mama pasti akan selalu waspada dan akan menjaga Ella karena Ella sudah Mamah anggap seperti anak mamah sendiri. Kamu nggak perlu khawatirkan Ella dan mamah. Fokus saja dalam bekerja."
Rama segera berangkat ke kantor, tetapi tanpa sepengetahuan Ella dan juga Bu Berta, Rama telah memerintahkan beberapa anak buahnya untuk selalu waspada di setiap sekeliling rumah tersebut. Karena ia tidak ingin Mery datang ke rumah untuk melakukan hal buruk kepada Ella ataupun kepada mamahnya.
"Semoga saja anak buahku bekerja dengan baik sehingga tidak terjadi hal buruk terhadap Mamah ataupun Ella. Karena aku yakin Mery saat ini sedang merencanakan sesuatu yang jahat entah itu untuk Ella ataupun untuk Mamah. Aku harus selalu waspada setiap saat, tidak boleh sedikitpun lengah, karena aku sudah tahu siapa itu Merry yang sebenarnya," batin Rama.
Sementara Bu Berta menghampiri Ella yang sedang melamun di dalam kamarnya. Ia pun duduk di tepi ranjang," Ella, apa yang sedang kamu pikirkan coba ceritakan pada ibu?"
"Aku sedang cemas jika suatu saat nanti suamiku akan datang lagi kemari untuk menemuiku, karena aku sama sekali sudah tidak ingin bertemu dengannya lagi, Bu. Aku juga heran bagaimana Mery bisa mengetahui tentang keberadaan rumahku dan juga tentang suamiku, padahal dia kan baru berada di Indonesia belum lama, itu juga yang sedang aku pikirkan," ucap Ella.
"Kamu tak perlu heran, Mery itu licik. Ia sanggup melakukan segala macam cara untuk memperoleh segala yang diinginkannya. Uanglah yang berkuasa, Ella. Jadi apapun yang dia inginkan bisa terpenuhi karena dia telah memiliki segalanya," ucap Bu Berta.
"Oh iya, tadi Rama juga berpesan supaya kita harus selalu waspada jangan lengah. Dan tak perlu sering keluar rumah, stay in the home saja. Kecuali jika kita membutuhkan sesuatu yang penting barulah kita keluar rumah sendiri itulah yang barusan dipesankan oleh Rama."
Ella tersenyum," Baiklah Bu, aku akan menuruti apa yang barusan di nasehatkan oleh Mas Rama , untuk kita."
__ADS_1
"Ya Ella, Ibu juga akan mematuhi perkataan Rama, karena tidak ingin terjadi hal buruk," ucap Bu Berta.
Kecurigaan Rama kini telah terbukti, di mana saat ini di seberang jalan rumah Rama ada sebuah mobil yang sedang berhenti. Di dalamnya adalah seorang wanita yang tak lain adalah Mery. Ia terus saja mengamati rumah Rama tanpa berkedip sama sekali.
"Kalau di rumahnya sendiri tidak ada, mungkin saja Ella masih ada di rumahnya Mas Rahma. Mungkin kemarin dia bersembunyi dan pada saat aku mencarinya tidak teliti sehingga tidak menemukan dirinya," gumamnya.
Tanpa Mery sadari, gelagatnya sedang diamati oleh beberapa anak buah Rama. salah satu dari antara mereka segera melaporkan hal itu kepada Rama.
Anak buah Rama segera melaporkan hal itu terhadap Rama.
Kring kring kring kring
Satu panggilan telepon masuk ke dalam nomor ponsel Rama. Ia pun segera mengangkatnya, karena ia tahu siapa yang menelpon dirinya.
📱" Ada apa menelpon sepagi ini, apakah ada bahaya yang telah mengancam kepada orang yang ada di rumah?"
📱" Usir saja, suruh pergi. Dengan berbagai alasan kalian. Berpura-pura menjadi preman atau apa. Rampas saja uang atau apa."
📱"Baiklah, bos. Akan segera kami usir sekarang juga."
Setelah cukup lama anak buah tersebut menelpon Rama, ia pun segera mematikan telponnya. Dan segera menghampiri Mery, tanpa lupa memakai penyamaran berupa topi dan juga masker.
Tok tok tok tok
Salah satu anak buah Rama mengetuk pintu mobil Mery.
__ADS_1
Mery lekas membuka kaca mobilnya," ada apa ya?"
"Lekas pergi dari sini, jangan parkir di jalanan karena akan di gunakan untuk parkir mobil kami!" bentaknya, akan tetapi tidak membuat gentar Mery.
"Memangnya situ siapa? seenaknya saja mengusir orang. Lagi pula, aku yang terlebih dahulu parkir di sini. Parkir saja tempat lain, apa susahnya sih!" bentak Mery.
BRAG!
Salah satu anak buah Rama memukul keras atas mobil Mery, membuat Mery terhenyak kaget.
"Hey, teman-teman! cepatlah kemari, karena ada wanita cantik yang harus kita beri pelajaran. Bagaimana kalau kita bawa saja dia ke markas dan kita ajak bersenang-senang," ucapnya memanggil beberapa temannya.
Dan saat itu juga datanglah beberapa temannya yang bertubuh tinggi besar. Nyali Mery kini menciut, dan ia pun mulai ketakutan dan gemetaran.
"Astaga, aku pikir dia cuma sendirian. Ternyata ada empat lagi temannya, jika seperti ini aku nggak berani melawan mereka. Ih yang ada aku...aaah..seram sekali, aku nggak bisa bayangkan! apa lagi jalanan sepi, tidak ada lalu lalang keberadaan. Sebaiknya aku kabur saja dari hadapan mereka, dari pada aku di apa-apain," batinnya.
Pada saat Mery menyalakan mesin mobilnya, salah satu preman tersebut kembali menggebrag atas mobil.
"Apa lagi sih, mas? aku akan pergi kok, nggak usah marah lagi, aku minta maaf," ucap Mery ketakutan.
"Bukan itu, kami ingin harta benda yang kamu punya. Cepat serahkan ponsel, uang dan perhiasan yang kamu kenakan. Jika ingin nyawamu aman!" ucapnya membuat Mery semakin ketakutan apa lagi semua preman itu memegang benda tajam.
MEry segera melepaskan semua perhiasannya, dan juga memberikan ponsel serta cash yang ada di dalam dompetnya. Setelah ia sudah tidak punya apa-apa lagi, barulah ia bisa pergi.
Para preman sangat senang karena pada akhirnya mendapatkan semua itu. Apa lagi Rama yang telah memerintahkan untuk memeras Mery.
__ADS_1
Salah satu di tugaskan untuk menjual ponsel dan juga semua perhiasan Mery.