Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Pindah Rumah


__ADS_3

Fredy merasa kesal dengan Rangga yang tidak percaya dengan kata-kata dari, Ella.


"Bodoh sekali si Rangga, padahal Ella telah mengatakan sejujurnya tentang apa yang telah terjadi kepadanya. Dia malah masih saja percaya pada anaknya yang brengsek itu!" umpat Fredy pada saat mengetahui kejadian yang telah menimpa, Ella.


Padahal dia dan ayahnya telah bersusah payah untuk bisa menyatukan kembali Ella dengan suaminya, tetapi malah usahanya gagal total.


"Aku minta maaf, Fredy. Karena telah membuatmu repot, tetapi malah gagal total seperti ini. Aku sudah tidak ingin lagi memperjuangkan pernikahanku dengan Mas Rangga. Sudah kubuat suatu keputusan dimana aku akan pergi dari kota ini, supaya aku tidak selalu ingat kenangan baik manis dan buruk pada saat bersama, Mas Rangga."


"Mungkin ini hukuman untukku, karena pada saat aku menikah dulu, Ibu tidak merestuiku sama sekali, hingga pada akhirnya berantakan seperti ini."


Bu Ari merasa iba pada saat mendengar perkataan dari Ella," kamu tak perlu merasa bersalah seperti itu, anggap saja jika Rangga itu bukanlah yang terbaik untukmu. Ibu yakin suatu saat nanti kamu akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Rangga dan selalu mengutamakan dirimu, terutama percaya dengan apa yang kamu katakan."


"Entahlah Bu, mungkin untuk saat ini aku tidak memikirkan tentang pendamping hidup. Tetapi aku hanya ingin memikirkan bagaimana caranya aku bisa merawat anakku tanpa seorang suami. Aku hanya ingin memikirkan masa depan anakku itu yang paling utama. Untuk masalah jodoh aku serahkan kepada yang Kuasa," ucap Ella.


"Lantas jika kamu pergi dari kota ini, apa kamu sudah mempunyai tujuan untuk tempat tinggalmu yang baru?" tanya Ayah Bayu.


"Sudah, aku akan pergi ke kota S. Di sana banyak sekali teman-temanku yang pernah bekerja denganku menjadi perawat juga. Aku akan meminta tolong salah satu diantara mereka untuk merekomendasikan aku ke salah satu rumah sakit," ucap Ella.


"Ya sudah, jika memang itu suatu keputusan yang kamu anggap baik. Ayah tidak bisa melarangmu atau menahanmu untuk tidak pergi dari kota ini. Walaupun sebenarnya di dalam hati ayah sedih, karena kita baru bertemu, kamu sudah akan pergi lagi," ucap Ayah Bayu.


"Ella, apa tidak sebaiknya kamu pergi jangan terlalu jauh? ke desa sebelah saja. Karena kebetulan di desa sebelah aku punya beberapa rumah, salah satunya bisa kamu tempati. Juga dekat dengan sebuah rumah sakit. Aku bisa membantumu untuk bisa bekerja di Rumah Sakit tersebut," saran Ella.

__ADS_1


"Bukannya apa-apa, Ella. Tetapi kamu kan sedang hamil, harus dekat dengan saudara. Jika di desa sebelah, aku dan ayah bisa sesekali menjengum dirimu. Atau bahkan kami bisa tinggal di sah satu rumahku juga, supaya kita berdekatan," ucap Fredy kembali.


"Iya, Ella. Anggap saja Fredy dan Ayah Bayu sebagai ganti Rangga. Biar mereka yang selalu siaga. Karena orang hamil itu butuh pendamping juga, bukan hanya seorang wanita. Ibu nggak ingin kamu merasakan seperti yang dulu ibu rasakan, Ella. Dimana tidak ada seorang pria di sampingmu."


Bu Ari ikut membujuk Ella supaya menerima tawaran dari Fredy.


Ella tak lantas langsung menerima tawaran dari Fredy, sejenak ia diam untuk memikirkannya.


Hingga beberapa detik kemudian Ella pun telah mengambil sebuah keputusan," Baiklah Fredy, aku setuju dengan tawaran yang kamu berikan. Mengingat aku sedang hamil, dan ini juga demi keselamatan anak yang ada di dalam kandunganku."


Semua yang mendengarnya sangat senang karena pada akhirnya Ella tidak jadi pergi ke luar kota, tetapi dia hanya pindah ke desa sebelah saja.


Fredy pun lekas mengatur semuanya, dengan memerintahkan seluruh anak buahnya, dia tidak bekerja dengan tangannya sendiri.


Begitu pula dengan Fredy dan ayah Bayu, mereka juga akan pindah ke desa sebelah. Karena kebetulan Fredy bukan hanya memiliki satu rumah tapi ada beberapa rumah yang siap ditempati. Aset rumah yang dimiliki Fredy di beberapa desa begitu banyak, bahkan semua rumah tersebut selalu dalam kondisi bersih. Karena setiap rumah ada beberapa pekerjanya yang selalu ditugaskan untuk menjaga serta membersihkan rumah setiap harinya.


Satu jam kemudian...


Ella dan Bu Ari sudah berada di rumah baru mereka, begitu pula dengan ayah Bayu dan juga Fredy. Rumah mereka bersebelahan, semua itu untuk mempermudah apabila Ella membutuhkan bantuan dari Fredy atau Ayah Bayu.


"Ella, kamu tak perlu khawatir aku juga tidak akan tinggal diam. Karena aku akan membalaskan sakit hatimu pada Sigit. Awalnya aku hanya ingin membuatmu bisa kembali pada suamimu dengan menyimpan semua bukti-bukti rekaman perkataannya. Tapi setelah tahu bahwa suamimu tidak menerimamu lagi, aku akan menghancurkan kehidupan Sigit, seperti dia telah menghancurkan rumah tanggamu," batin Fredy.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan Sigit bersenang-senang, tertawa di atas luka hatimu, apalagi kamu saat ini sedang hamil keponakanku," batin Fredy.


Dia ikut merasakan sakit hati seperti apa yang saat ini sedang dirasakan oleh Ella. Dia tidak akan melepaskan Sigit begitu saja, tetapi akan membuatnya hancur sehancur-hancurnya.


Fredy sengaja tidak mengatakan kepada siapapun tentang rencana dirinya yang akan menghancurkan Sigit. Ia sengaja memendam dan menyimpan rencananya tersebut seorang diri saja. karena ia tak ingin ada yang menghalangi atau mencegah dirinya untuk menyingkirkan Sigit.


Sementara saat ini Rangga sedang gundah gulana, setelah ia bertemu dengan Ella. Di dalam hatinya ada rasa sedikit percaya kepada Ella tetapi juga ada rasa ragu kepadanya.


"Kenapa aku tidak bisa mempercayai segala perkataan Ella sepenuhnya ya? kenapa aku malah percaya pada Sigit? tetapi aku juga kepikiran tentang Ella. Sekarang dimana dia ya?"


"Seharusnya waktu itu aku tidak mengatakan hal yang membuatnya bertambah sakit hati."


"Seharusnya aku mengiyakan saja, walaupun aku belum percaya sepenuhnya pada, Ella."


"Aku kan bisa menyelidiki dulu tentang Sigit ya. Astaghfirullah aladzim, bagaimana ini?"


"Padahal sudah sejak lama aku ingin bertemu dengan Ella. Tetapi setelah aku bertemu dirinya malah seperti ini! dasar bodoh aku ini!"


Terus saja Rangga merutuki diri sendiri, tentang apa yang telah ia lakukan. Ia saat ini benar-benar bingung.


Lain halnya dengan Sigit, ia sedang kesal pada Fredy.

__ADS_1


"Aku pikir akan di ajak ke suatu tempat yang belum pernah aku singgahi dan yang tak aku tahu. Ternyata cuma di ajak ke sebuah tempat karaoke. Heran saja aku pada Fredy, kurang kerjaan banget sih dia!"


__ADS_2