
Rama sangat patuh pada Mamahnya, ia segera menyambangi rumah Ella. Untuk menanyakan apa saja yang di butuhkan untuk acara syukuran tujuh bulanan Ella pada Bu Ari. Saat itu juga ia melajukan mobilnya menuju ke rumah Bu Ari.
"Ella, maaf ya. Bukannya ibu sok mengatur kamu dengan mengurus semua yang di butuhkan untuk acara syukuran tujuh bulanan kehamilan kamu."
"Ibu hanya ingin membalas segala kebaikanmu, yang selama ini telah merawat ibu dengan sepenuh hati."
"Intinya, ibu juga ingin memberikan yang terbaik untukmu, dari apa yang ibu punya. Ibu minta kamu jangan salah persepsi ya?"
Ella pun berkata," astaghfirullah aladzim.. aku sama sekali tidak berpikiran buruk terhadap apa yang ibu lakukan kepadaku. Justru aku sangat bersyukur, karena Ibu begitu perhatian dan peduli padaku. Jarang ada orang yang sebaik, ibu loh. Terima kakasih ya bu, atas segala kebaikan ibu selama ini kepadaku."
Tanpa ada rasa sungkan, Ella memeluk Bu Berta. Hal ini membuat Bu Berta merasa bertambah kebahagiaannya. Ia membalas pelukan Ella dengan sesekali mengusap punggungnya.
"Sama-sama, anakku. Aku sudah anggap kamu seperti anakku sendiri."
Pada saat keduanya saling berpelukan, tiba-tiba datang seorang wanita cantik dengan pakaian yang begitu style.
"Ehem.."
Suara tersebut membuat Bu Berta dan Ella saling melepaskan pelukan mereka.
"Mery, untuk apa kamu datang kemari? bukannya kamu sudah memutuskan Rama?" Bu Berta sama sekali tidak suka dengan kedatangan Mery.
"Tante, aku sama sekali tidak pernah memutuskan Mas Rama. Aku hanya pergi sebentar untuk mengejar karir dan cita-citaku. Aku pulang ke Indonesia ini karena kangen dengan Mas Rama. Dimana dia, Tante? dan..siapa wanita ini?"
Mery celingukan mencari keberadaan Rama, ia menatap tak suka ke arah Ella.
"Tante, jangan katakan jika wanita ini istri Mas Rama ya?" ucap Mery ketus.
"Mba, aku...
"Iya, dia ini istri Rama. Jadi kamu tak perlu lagi ganggu Rama. Sebaiknya kamu kembali saja ke Amerika. Katanya kamu lebih nyaman tinggal di luar negeri dari pada di Indonesia," usir Bu Berta.
__ADS_1
Pada saat Ella akan kembali berbicara bahwa dirinya bukanlah istri Rama. Bu Berta menggenggam salah satu tangan Ella dengan sangat erat.
"Astaga..Bu Berta. Kenapa malah mengatakan kebohongan pada wanita itu? ini sama saja menarikku dalam permasalahan antara Mas Rama dengan wanita itu!" batin Ella merasa tidak suka.
"Tante, kenapa sih dari dulu nggak suka sama aku? padahal aku ini cinta banget sama Mas Rama. Tiga tahun lamanya aku di Amerika karena untuk mengejar karir dan impianku sebagai seorang artis. Kini aku sudah mencapainya, dan aku kembali untuk Mas Rama. Kenapa malah Mas Rama sudah menikah? pantas saja tiga tahun ini, aku sama sekali tidak bisa menghubungi nomor teleponnya," ucap Mery di depan Bu Berta dan Ella.
"Heh, kamu! seharusnya kamu tak datang dalam kehidupan Mas Rama yang hanya menghalangi langkahku untuk bisa hidup bersama dengannya. Tapi aku yakin, jika Mas Rama melihatku. Dia pasti akan memilihku," ucap Mery percaya diri seraya tersenyum sinis pada Ella.
"Heh, Mery. Pergilah dari sini dan jangan ganggu anakku lagi! Rama nggak akan suka lagi dengan wanita jahat seperti dirimu !"
"Tante sayang, kenapa mengatakan aku ini wanita jahat? apa buktinya kalau aku ini jahat? Tante, aku juga bersedia kok menjadi yang kedua. Asalkan aku bisa bersama dengan, Mas Rama."
Selagi Bu Berta dan Mery terus saja berdebat, Ella mengirimkan chat pesan pada Rama.
[Mas Rama, cepatlah pulang. Karena di rumah kedatangan tamu seorang wanita yang bernama, Mery. Ia sedang berdebat dengan Bu Berta. Bahkan Bu Berta mengatakan pada wanita itu jika aku ini istrimu. Bagaimana ini, Mas Rama?]
Drt drt drt drt drt
"Astaga.. wanita ular itu datang lagi? setelah sekian lama pergi, aku pikir dia sudah benar-benar lupa denganku. Ini tidak bisa di biarkan begitu saja," batin Rama kesal.
"Hem, begini saja Bu Ari. Saya berikan dananya saja ya, nanti ibu yang berbelanja. Sepertinya lebih efisien," ucap Rama.
"Nak Rama, sebenarnya tak usah seperti itu juga nggak apa-apa. Biar saya sebagai ayah Ella yang mengurus dan membiayainya."
"Jangan begitu, pak. Karena ini mandat dari mamah saya yang telah menganggap Ella sudah seperti anaknya."
Hingga pada akhirnya baik Bu Ari ataupun Ayah Bayu tak bisa lagi menolak kebaikan dari Bu Berta dan Rama. Dan saat itu juga Rama menstranfer sejumlah uang ke nomor rekening, Ayah Bayu.
Setelah itu ia berpamitan pulang, karena tak ingin terjadi hal yang tak di inginkan di rumah. Karena Rama tahu betul sifat buruk Mery.
"Maafkan aku ya, mah. Aku nggak sempet untuk mengurus semuanya. Hingga aku putuskan untuk memberikan dananya saja pada orang tua Ella. Karena ternyata rumit sekali. Apa lagi aku kepikiran adanya Mery di rumah."
__ADS_1
Rama terus saja bergumam sambil mengemudikan mobilnya dengan cepat. Dan pada saat ia sampai di pelataran rumah, Mery masih saja berdebat dengan Mamahnya.
Melihat siapa yang datang, Mery langsung menghentikan perdebatan dan ia pun berlari menghampiri Rama, akan memeluk dirinya tetapi Rama memundurkan tubuhnya.
"Sayang... kenapa, aku kan kangen padamu? apa kamu nggak kangen sama aku sih, kita pisah lama loh tiga tahun," rengeknya manja.
"Mery, apa kamu lupa? aku telah memutuskan dirimu pada saat kamu nekad pergi ke Amerika! sejak saat itu, aku sudah tidak ada hubungan apa pun dengan dirimu! kamu sama sekali tidak pernah peduli atau pun menganggapku ada. Yang kamu pedulikan hanyalah impianmu saja!'
"Pergilah, dan jangan datang lagi ke rumahku! aku sudah bahagia bersama istriku. Lihatlah, dia saat ini sedang hamil anakku. Sebentar lagi rumah tangga kami akan bertambah sempurna."
Rama malah seperti Bu Berta, ia mengakui jika Ella adalah istrinya.
"Mas Rama, biar pun kamu telah menikah dan sebentar lagi akan punya anak. Aku rela kok, jika aku di jadikan yang kedua olehmu," rayu Mery.
"Security! cepatlah kemari!"
Saat itu juga, security datang dan ia menyeret paksa Mery untuk segera pergi.
Di dalam hati Mery penuh sekali umpatan pada Rama dan Bu Berta, bahkan pada Ella yang ia kira istri Rama.
"Mas Rama, selama tiga tahun ini aku tidak selingkuh. Aku benar-benar mengejar impianku, tetapi kamu perlakukan aku seperti ini!"
"Aku tidak terima dengan semua ini! masa iya kini kamu malah telah menikah! dan apa itu tadi? bagaimana bisa Tante Berta masih hidup? aku pikir anak buahku bekerja dengan baik."
Terus saja Mery mengumpat dan mengumpat. Ternyata kelumpuhan yang terjadi pada Bu Berta karena unsur kesengajaan yang di buat oleh anak buah Mery.
Kecelakaan yang terjadi pada Bu Berta karena sebuah kecelakaan. Tetapi tidak ada yang tahu jika kecelakaan itu adalah rekayasa dari salah satu anak buah Mery.
Tetapi kini anak buahnya telah meninggal dunia dalam suatu insiden kebakaran yang telah terjadi di rumahnya sendiri. Hingga Mery tak bisa lagi meminta pertanggung jawaban dari kebohongan yang telah dilakukan oleh anak buahnya tersebut.
"Aku yang salah, kenapa juga memerintahkan orang pada saat aku masih ada di Amerika. Jika aku ada di sini, aku bisa memantau dan memastikan kinerja orang bayaranku itu. Tapi sudahlah, yang terpenting saat ini orang itu sudah mati. Itu hukuman setimpal karena telah berbohong padaku!" batinnya kesal.
__ADS_1
"Aku harus mencari cara lagi supaya bisa menyingkirkan Tante Berta lagi dan kali ini harus berhasil. Satu lagi, aku juga harus menyingkirkan istri Mas Rama karena ia juga penghalang terbesar bagiku untuk bisa mendapatkan Mas Rama kembali."