Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Gelisah


__ADS_3

Satu bulan kemudian....


Rama memikirkan Wina. Entah bagaimana tiba-tiba Rama ingin bertemu dengan, Wina.


"Sudah satu bulan berlalu, dari tragedi penyelamatan yang dilakukan oleh Wina terhadapku, tetapi sejak saat itu hingga kini tiba-tiba Wina menghilang bagai di telan bumi."


"sebenarnya aku bisa saja menanyakan kabar tentang Wina kepada Eka, tetapi aku malas jika harus berhadapan dengan, Eka."


"Aku cari tahu saja kepada teman seprofesinya ya? untuk mengetahui kampusnya."


Terus saja Rama bergumam sendiri, tetapi gumamnya itu sempat terdengar oleh Bu Berta yang kebetulan sedang ada di belakang dirinya.


"Ehem!"


"Astaghfirullah aladzim, sejak kapan mamah ada di belakangku?" Rama terhenyak kaget dan ia pun menoleh ke arah Bu Berta.


"Sejak kamu menggerutu sendiri memikirkan tentang Wina. Apakah kamu telah jatuh cinta pada, Wina?" tanya Bu Berta penasaran.


"Mah, nggak selamanya seseorang ingin mengetahui kabar seseorang itu karena adanya rasa cinta. aku hanya ingin mengetahui kabarnya saja,' ucap Rama.


"Kenapa kamu tidak menanyakannya pada Eka? karena dia kan tinggal serumah dengan Wina, pasti dia tahu sepenuhnya tentang Wina," saran Bu Berta.


"Mah, bukankah Mamah sudah tahu? aku paling enggan berhadapan dengan, Eka. Janganlah memberikan sebuah saran yang konyol untukku. Karena aku tak akan melakukannya," ucap Rama ketus.


"Mau sampai kapan kamu akan bersifat dingin terhadap, Eka? padahal dia wanita yang sangat baik loh. apalagi dia itu adalah kakak kandung dari, Wina."


Rama semakin kesal pada saat mendengar penuturan dari Bu Berta," mau sampai kapan Mamah selalu saja berpihak kepada Eka, dan seolah memojokanku untuk dekat dengannya?"


"Rama, mamah nggak bermaksud seperti itu. Mamah hanya nggak ingin melihatmu seperti sekarang ini. Karena Rama yang Mamah kenal, selalu bersikap baik kepada semua orang. Aneh saja, kenapa Rama yang sekarang bersikap buruk terhadap Eka? tolonglah Rama, jangan membenci Eka karena ia tak seburuk yang kamu pikirkan," ucap Bu Berta menasehati Rama.

__ADS_1


"Astaghfirullah aladzim, kenapa juga mamah berkeras hati supaya aku bersikap lembut pada Eka? sudahlah, mah. Nggak usah seperti ini, yang malah membuat diriku kesal saja!"


Rama berlalu pergi dari kamar tersebut, ia segera pergi dari rumah.


Sementara situasi di rumah Ella juga kondisi berbeda. Kini Baby Adnan sudah berusia dua bulan. Tetapi Rangga malah memperlihatkan sikap yang tak semestinya.


Hampir setiap hari, ia melupakan dimana saja ia menyimpan barang-barang pentingnya. Bahkan ia juga sering merasakan sakit kepalanya, jika ia berusaha mengingatnya.


"Mas, sebenar kamu ini kenapa? sudah hampir satu bulan ini loh, selalu saja lupa ini dan itu? dan setiap kali kamu mengingatnya, kepalamu akan terasa sakit? apa nggak sebaiknya kita ke dokter saja?"


Tetapi Rangga menolak," nggak usah, sayang. Lagi pula sakit kepala yang aku rasakan hanya sejenak saja kok, nggak parah. Mungkin karena aku terlalu sibuk di kantor hingga terasa lelah dan lupa segalanya."


"Tapi kamu itu aneh loh, mas. Masa iya kamu sampai lupa pada orang tuaku. Dan kamu juga berburuk sangka pada Fredy pada saat mereka datang kemari?" ucal Ella mencoba membujuk Rangga untuk bersedia ke dokter.


Karena Rangga sudah di periksa oleh dokter pribadi, tetapi dokter tersebut tidak menemukan penyakit yang serius pada, Rangga. Dokter hanya mengatakan jika semua yang terjadi pada Rangga hanya sebatas terlalu lelah dan penat.


"Ya sudah, jika kamu nggak mau ke dokter. Sebaiknya kita ikuti saran dokter pribadimu, dimana kamu harus mengurangi aktifitas kantormu dan juga kamu perbanyak istirahat. Karena selama ini aku lihat, kamu sering begadang."


"Alhamdulillah, nah begitu mas. Setidaknya aku sedikit lega, jika kamu mau sedikit menurut padaku," ucap Ella lega.


Berbeda situasi di rumah Ayah Bayu, dimana Fredy sedang kesal.


"Heran banget, masa iya aku dikira pacar Ella. Dan si tua itu juga lupa pada Ayah dan Ibu. Mana bisa dia bersikap sok pelupa seperti ini? aneh sekali, akan sebenarnya maksudnya bersikap seperti itu?" oceh Fredy kesal.


"Ibu juga heran, misalkan dia sedang banyak permasalahan di kantornya. Tapi nggak sampai seperti ini?" ucap Bu Ari.


"Iya-ya, ayah juga heran sekali. Apa iya Rangga hanya berpura-pura saja ya? dia berpura-pura menjadi seorang yang pelupa?" ucap Ayah Bayu.


Mereka semua merasa heran dengan sikap Rangga. Bahkan mereka tidak percaya jika Rangga benar-benar lupa. Mereka mengira Rangga hanya berpura-pura saja. Padahal yang terjadi pada Rangga memang benar terjadi, dimana Rangga benar-benar lupa pada keluarga Ella.

__ADS_1


"Ayah-Ibu, apakah Rangga tidak ingin mengakui kita sebagai keluarga Ella? apakah mungkin Rangga ingin balas dendam dengan sikap kita tempo dulu, hingga dia melakukan trik seperti ini? aku akan menelpon Ella untuk memberikan peringatan padanya."


Saat itu juga Fredy menelpon Ella.


📱"Ada apa ya, Fredy? apakah ada suatu masalah pada orang tua kita?"


📱" Yang sedang bada masalah itu suamimu, Ella."


📱" Apa maksud perkataanmu ini?"


📱" Aku yakin saat ini Rangga sedang merencanakan hal buruk pada kita. Yakni menjauhkanmu dari kami."


📱" Fredy, tolong jangan berbelit-belit dalam berkata. Membuatku bingung saja."


📱" Ella, aku yakin suamimu itu pura-pura lupa padaku dan orang tua kita. Dia berbuat seperti itu, pasti punya maksud yang sangat buruk."


📱" Astaghfirullah aladzim, kamu nggak usah menghasutku ya? aku percaya jika suamiku nggak sepicik itu!"


Ella merasa kesal, ia pun mematikan panggilan telepon dari Fredy.


"Ayah-Ibu, Ella marah dan mematikan panggilan teleponku," ucap Fredy.


Orang tuanya hanya bisa menghela napas panjang saja. Dia tak bisa berucap sama sekali. Sementara Ella masih saja marah pada Fredy.


"Tega banget sih, berprasangka buruk pada Mas Rangga. Aku bisa merasakan jika apa yang terjadi pada Mas Rangga itu bukan suatu tipuan belaka. Memang dia akhir-akhir ini pelupa sekali. Tetapi percuma sekali, jika aku menjelaskan semuanya pada, Fredy. Toh dia nggak akan percaya,' batin Ella.


Rangga yang baru saja selesai mandi merasa heran pada saat melihat wajah murung Ella," sayang, ada apa? kenapa kamu terlihat sekali kesal?"


"Nggak ada apa-apa kok, mas. Aku hanya kesal pada saat melihat ada kecoa di makanan yang aku suka. Jadi makanan itu aku buang, nggak jadi aku makan," ucap Ella berbohong.

__ADS_1


"Maaf ya, mas. Aku sengaja berbohong supaya tidak membuatmu sedih," batin Ella.


__ADS_2