Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Berubah Mengasihi


__ADS_3

Tak terasa sudah satu bulan, Ella bekerja di rumah Bu Berta. Bahkan perut Ella sudah begitu terlihat besar di usia kehamilannya yang memasuki umur Lima bulan.


Ella juga telah berhasil meluluh lantakkan hati Bu Berta, sekarang sudah akrab dengannya dan tidak marah-marah lagi.


Bahkan saat ini Bu Berta sudah mulai lepas dari kursi roda. Sedikit demi sedikit sudah mulai bisa berjalan lagi. Walaupun belum bisa berjalan lancar sepenuhnya.


Ella mendapatkan pujian dari semua orang dari Dokter Reno, Rama, bahkan Bu Berta sendiri kagum dengan kepiawaian Ella menjadi seorang perawat.


"Ella, aku sama sekali tidak menyangka loh. Padahal selama aku merawat Tante Berta, tidak pernah fokus dengan kakinya. Tetapi kamu malah membawa perubahan positif pada, Tante Berta. Luar biasa, Ella."


Dokter Reno mengacungkan kedua ibu jarinya ke arah Ella.


"Ya, dok. Aku juga kagum dengan kinerja Mba Ella yang mampu membuat mamah bukan hanya mulai bisa berjalan lagi. Tetapi mamah sekarang sudah nggak pemarah lagi. Bahkan sekarang aku sering mendengar mamah tertawa riang," ucap Rama senang dengan kinerja Ella.


"Ya, dok. Saya sendiri juga merasakan hal yang sama pada diri saya sendiri. Saya juga heran sendiri dengan Ella, dia tak pernah menyerah mendekati saya. Padahal setiap hari saya marahi, jika saya di beri makan saya lempar ke arahnya."


"Pernah saya lempar makanan tepat mengenai wajahnya, tetapi Ella sama sekali tidak marah. Justru ia terus saja merayu dan membujuk saya untuk mau makan."


"Ella, maafkan atas sikap kasar saya selama ini kepadamu ya. Saya benar-benar menyesal telah jahat sama kamu."


"Tapi kejahatan saya justru kamu balas dengan kasih sayang yang kamu berikan pada saya. Bahkan kamu rela setiap hari rutin memijat kaki saya."


"Kamu tak pernah lelah terus saja memapah saya, mengajari saya bak mengajari anak yang akan bisa berjalan."


"Kesabaran dan ketulusanmu sungguh luar biasa, Ella. Padahal saat ini kamu sedang hamil."


Tiba-tiba air mata Bu Berta meleleh, dia menyadari akan sikapnya yang tak baik dulu pada Ella. Ella yang melihat hal itu pun merasa iba, ia menghampiri Bu Berta dan bersimpuh di hadapannya.


Dengan membawa tisue, Ella pun menghapus air mata Bu Berta," Bu, jangan cengeng dong, nanti anak yang ada di perutku ini ikut sedih dan ikut menangis."


"Yang sudah ya sudah, nggak usah di ingat lagi. Ibu nggak perlu menoleh ke belakang lagi. Tetapi bersamaku kita menatap ke arah depan dimana ibu sebentar lagi akan bisa bisa berjalan lancar. Dan akan kembali seperti sediakala, hingga tak perlu lagi menggunakan kursi roda," hibur Ella tersenyum ke arah Bu Berta.


"Dokter Reno- Mas Rama, kalian juga tak perlu terlalu memuji apa yang telah aku lakukan, karena aku melakukan itu semua sudah sewajarnya. Karena tugas seorang perawat memang seperti itu bukan?"

__ADS_1


"Jika seorang perawat mudah putus asa bagaimana dengan yang di rawat? justru sebagai seorang perawat memang sudah di wajibkan untuk memiliki hati yang besar dan harus lebih tinggi kepercayaan tentang hal-hal positif, supaya bisa membawa dampak yang positif juga bukan?"


"Masa iya pasiennya sedang mengeluh dan putus asa. Perawatnya ikut juga merasakan hal yang sama. Bagaimana bisa hal ini membawa kesembuhan bagi pasiennya."


Dokter Reno dan Rama saling berpandangan satu sama lain. Mereka benar-benar tidak percaya ada seorang wanita tangguh seperti Ella.


Rama sudah tahu cerita kehidupan tentang Ella dari Dokter Reno. Ia sama sekali tak menyangka, di saat Ella sedang alami permasalahan dalam rumah tangganya. Ia masih bisa memberikan dampak positif pada orang lain.


"Wanita tangguh, lebih tepatnya wonder woman. Karena dia tak terlihat rapuh di tengah badai rumah tangga yang sedang ia hadapi. Aku yakin jika wanita lain yang alami seperti yang saat ini Ella alami, takkan sanggup."


"Permasalahan sendiri rumit, sedang hamil pula. Tapi sanggup menghadapi sifat kerasnya mamahku. Padahal biasanya yang aku dengar, jika wanita sedang hamil mudah sensitif."


"Dia mudah marah, sedih, tersinggungan. Tetapi tidak aku lihat semua itu di wajah Ella. Dia sabar dan santai dalam menghadapi sifat mamahku yang luar biasa kerasnya."


Terus saja Rama memuji Ella di dalam hatinya, sambil terus menatap kearahnya. Bahkan ia tak sadar jika Dokter Reno dan Bu Berta terus saja menatap ke arahnya.


"Ehem... Rama!"


"Astaga... mamah. Bikin kaget saja."


"Kenapa kamu bengong dengan terus memperhatikan, Ella? apakah ada yang aneh pada diri Ella?" goda Berta terkekeh.


Belum juga Rama membalas perkataan Berta, Dokter Reno telah menyela terlebih dahulu," jelas ada, Tante. Karena Ella ini kan wanita yang lain dari pada yang lain, yang sanggup membuat seorang pemuda tampan terpesona hingga tak berkedip dalam menatap."


Rama celingukan, ia tersipu malu pada saat mendengar apa yang barusan di katakan oleh, Dokter Reno. Raut wajahnya berubah merona merah. Sedangkan Ella merasa bingung, ia tak paham dengan apa yang barusan di katakan oleh Dokter Reno.


Sedangkan Bu Berta telah paham, ia hanya terkekeh. Tetapi di dalam hatinya sama sekali tidak menolak jika suatu saat nanti Ella berjodoh dengan Rama. Apa lagi Bu Berta sudah tahu tentang cerita hidup yang saat ini sedang di alami oleh Ella. Bu Berta tak sengaja pernah mendengar percakapan antara Rama dengan Dokter Reno. Percakapan yang menceritakan tentang kehidupan pribadi Ella.


"Aku tahu jika saat ini anakku mengangumi Ella. Dan aku sama sekali tidak akan menolak jika suatu saat nanti Rama bisa berjodoh dengan Ella. Walaupun Ella punya anak dari lelaki lain, itu tak masalah buatku," batin Bu Berta.


Kebersamaan mereka di malam hari pun telah usai. Setelah Dokter Reno selesai mengecek kesehatan Bu Berta dan sejenak ikut bercengkrama, ia pun memutuskan untuk pulang.


Sedangkan Ella kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Dan saat ini Rama masih ada di dalam kamar Mamahnya.

__ADS_1


"Mah, tidurlah. Karena waktu sudah malam," ucap Rama menyelimuti Mamahnya.


"Sebentar, Rama. Mamah ingin bicara padamu ya."


Bu Berta mencekal lengan Rama.


"Mah, ini sudah larut malam. Bukannya tadi kita sudah ngobrol bareng-bareng bersama Dokter Reno dan juga Ella?"


Namun Bu Berta tetap berkeras hati ingin tetap berbicara sejenak dengan Rama," ayohlah Rama, ini kan baru jam sembilan malam. Belum terlalu larut, karena ada hal penting yang ingin mamah bicarakan denganmu."


Akhirnya Ramapun mengalah, dia duduk ditepi ranjang," sebenarnya apa yang ingin mamah bicarakan padaku sih?"


"Rama, jujurlah pada Mamah. Apakah kamu punya rasa suka pada, Ella?"


Pertanyaan mamahnya membuat jantung Rama berdetak kencang," aduh... bagaimana ini?"


"Rama, kamu nggak bisa bohong sama mamah. Karena Mamah bisa melihat dari cara kamu menatap ke arah Ella. Seperti tatapan rasa suka."


Bu Berta terus saja membujuk Rama untuk berterus terang padanya. Hingga akhirnya Rama pun berkata," entahlah mah, aku sendiri tidak tahu dengan rasa ini. Apakah ini rasa suka atau hanya sekedar mengagumi saja."


"Rama, kalau menurut mamah. Kamu ini suka pada Ella," ucap Berta.


"Aist... mamah. Ella kan sudah punya pasangan hidup, apa lagi saat ini dia sedang hamil bukan? mana mungkin aku suka pada istri orang, aku juga tahu diri," ucap Rama.


"Mungkin saja, mamah bisa kok membaca apa yang ada di pikiranmu."


Mendengar apa yang di katakan oleh mamahnya, Rama terkekeh," memangnya sekarang mamah sudah berubah menjadi cenayang yang bisa membaca pikiran orang ya? ada-ada saja, Mamah."


"Rama, mamah sudah tahu kok tentang cerita hidup yang saat ini sedang menimpa Ella. Oh ya, mamah ingin sekali memberi surprise padanya, apakah kamu bersedia bantu?" ucap Berta.


"Surprise untuk apa ya, mah?" Rama merasa heran.


"Usia kandungan Ella kan sudah memasuki umur lima bulan. Mamah ingin adakan acara baby shower untuk Ella. Nggak usah mewah-mewah, tetapi kita undang saja orang tua dan saudaranya serta Dokter Reno, dan salah satu ustadz di kompleks sini untuk memberikan doa pada kehamilan Ella dan juga untuk Ella pribadi."

__ADS_1


Rama merasa heran, begitu cepat sekali perubahan positif yang terjadi pada diri Mamahnya. Yang pernah Ella katakan ada benarnya, jika dia mampu merubah sifat Mamahnya. Kini mamahnya malah berubah mengasihi Ella.


__ADS_2