
Saat itu juga, Ayah Bayu menuruti kemauan Fredy. Dia mengirimkan lokasi dimana dirinya saat ini berada.
"Hem, sungguh merepotkan sekali, si aki-aki Rangga!" umpat Fredy.
Sementara ponsel Rangga sudah aktif, dan Ella terus saja menggenggam ponsel tersebut.
Drt drt drt
Ponsel Rangga bergetar, dan ada satu notifikasi chat pesan masuk ke dalam nomor ponsel tersebut.
[Maaf, jika ponsel ini ada di rumah. Saya bertemu dengan Pak Rangga, tepatnya di warung makan di dekat mobil ini. Dan saya saat ini sedang mengantarkan beliau pulang ke rumah. Jika plat nomor mobil ini memang benar milik, Pak Rangga. Saat ini ada di depan warung makan di ujung perbatasan kota. Terima kasih.]
Setelah membaca chat pesan dari Wina, Ella lekas mengkopi pesan tersebut dan mengirimkannya ke nomor ponsel Ayah Bayu dan juga Fredy. Hingga ayah dan anak ini tak lagi mencari-cari Rangga setelah membaca chat pesan dari Ella. Mereka lekas pulang, dan salah satu anak buah Ayah Bayu mengemudikan mobil Rangga. Karena kebetulan kontak mobil tergeletak begitu saja di dalam mobil.
Fredy juga memerintahkan agar buahnya untuk segera kembali ke markas, begitu pula dengan ayah Bayu. Supaya semua tidak terus mencari, Rangga.
Sementara Ella mengirimkan chat balasan ke nomor ponsel Wina.
[Siapapun kamu, terima kasih telah menolong suami saya.]
Wina tidak sempat untuk membalasnya karena ia sedang buru-buru ingin lekas sampai di rumah Rangga.
"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya ada orang baik yang menolong suamiku," ucap Ella dengan mata berkaca-kaca.
Sementara saat ini Bu Ari sudah tertidur pulas bersama Baby Adnan.
Tengah malam, Wina baru sampai di depan pintu gerbang rumah Rangga. Ia begitu terpana dengan rumah sendiri.
"Apa benar ini rumah saya?" tiba-tiba Rangga bertanya sendiri.
"Iya, Pak. Ini rumah bapak berdasarkan alamat yang ada info karti identitas. Sebentar ya pak, sepertinya ada yang mengirim chat pesan ke nomor ponsel saya."
Sejenak Wina meraih ponselnya di dalam kantung bajunya, ia membaca chat pesan dari Ella yang di kirimkan ke nomor ponsel dirinya.
Segera Wina menelpon Ella.
📱" Nyonya, saya dan suami anda sudah sampai di depan pintu gerbang rumah anda."
__ADS_1
📱" Baiklah, saya akan segera keluar dan memerintahkan security untuk membuka pintu gerbangnya."
Keduanya lekas mematikan panggilan telepon tersebut. Ella yang semula sedang ada di ruang tamu, ia lekas ke luar rumah dan bergegas meminta security lekas membuka pintu gerbang.
Ella sempat terkejut juga pada saat melihat Rangga bersama dengan sopir ojek.
"Tadi yang menelpon seperti suara perempuan, tapi kok yang datang tukang ojek ya? apakah tukang ojek ini seorang perempuan?" batin Ella.
Ella berlari ke arah suaminya dan Wina.
"Alhamdulillah, kamu baik-baik saja mas. Aku sempat khawatir dengan kondisimu."
"Mas atau mba ya? mari silahkan duduk terlebih dahulu," ajak Ella.
Awalnya Wina tidak mau untuk duduk, tetapi Ella terus saja memaksa hingga pada akhirnya, Wina pun duduk di teras halaman.
Wina melepaskan masker dan juga helmnya, barulah kelihatan wajah cantiknya.
'Subahanallah, ternyata perempuan cantik," puji Ella.
"Baiklah, Mba," ucap Wina yang sempat heran karena melihat Ella yang masih muda sedangkan suaminya sudah terlihat tua.
Dengan halus Ella menuntun Rangga melangkah masuk ke dalam kamar.
"Mas, gantilah bajumu terlebih dahulu ya." Ella melepaskan semua baju yang. di kenakan oleh Rangga, dan memakaikan baju tidur.
Rangga hanya diam saja pada saat mendapatkan perlakuan tersebut. Dia malah terus menatap heran kepada, Ella.
Di dalam hatinya penuh tanda tanya," siapa wanita cantik ini? kok dia mengatakan aku ini suaminya? apa iya dia istriku?"
"Mas, istirahatlah."
Rangga pun menurut, dia merebahkan tubuhnya di ranjang dan di selimuti oleh Ella. Bahkan Rangga langsung memejamkan matanya.
Ella segera melangkah ke teras halaman lagi. Dan ternyata Wina sudah bersama dengan ibunya yang telah membawa nampan berisi minuman dan cemilan," ibu kaget ya, hingga terbangun?"
"Nggak kok, Ella. Kebetulan ibu haus, tapi di kamar Baby Adnan air galon habis. Dan ibu sempat melihat, Nak Wina datang bersama suamimu," ucap Bu Ari.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian....
Datanglah Ayah Bayu, Fredy dan salah satu anak buah Fredy yang mengemudikan mobil Rangga. Semua berhenti di pelataran dan menghampiri Ella serta Bu Ari.
"Ella, suamimu keterlaluan sekali. Masa iya kontak mobil di biarkan saja di dalam mobil, itu berbahaya loh," ucap Fredy.
"Duduklah dulu, Fredy. Nanti aku ceritakan semuanya kepadamu dan Ayah."
Fredy lekas duduk begitu pula dengan Ayah Bayu. Setelah itu barulah Ella menceritakan semuanya..Dan tiba-tiba Wina berkata," apa yang Mba Ella katakan itu benar. Pak Rangga lupa segalanya, bahkan alamat rumah sendiri dia nggak ingat. Saya bisa mengantarnya pulang itu juga karena melihat alamat di kartu identitasnya."
"Mba Ella, sepertinya memang Pak Rangga menderita sebuah penyakit. Coba mba esok hari membawanya ke dokter spesialis syaraf dan otak. Oh ya, nanti saya kasih nomor ponsel seorang dokter spesialis syaraf dan otak. Karena kebetulan saya sering praktek ke rumah sakit. Saya kuliah di jurusan kedokteran, jadi sering turun langsung di rumah sakit," ucap Wina.
"Mba, kenapa menjadi sopir ojek? padahal mba kuliah?" tiba-tiba Fredy bertanya.
"Jangan panggil saya, mba. Karena saya baru berusia dua puluh satu tahun."
"Hah, seusia saya dong," ucap Ella terkekeh.
Sejenak mereka bercengkrama panjang lebar, dan Ella meminta supaya Wina menginap saja karena sudah terlalu larut. Tetapi Wina tidak mau," nggak usah Ella. Aku mau pulang saja, lagi pula aku sudah terbiasa berkeliaran tengah malam, jadi nggak usah khawatir."
"Ella, biar aku antar Wina saja," ucap Fredy antusias.
"Ya dech, kalau ayah sebaiknya tidur saja di rumah ini ya?" ucap Ella.
"Iya, Ella," jawab sang ayah Bayu.
"Fredy-Wina-ayah, terima kasih ya. Sudah bantu menemukan Mas Rangga. Tanpa kalian entah bagaimana nasib Mas Rangga," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Ella, kamu nggak perlu sungkan. Kita kan saudara, aku minta maaf ya sempat berkata kurang enak kepadamu," ucap Fredy.
"Nggak apa-apa, Fredy. Aku bisa memaklumi kok."
Saat itu juga Wina melajukan motornya untuk pulang ke rumah. Sementara Fredy dan satu anak buahnya yang tadi membawa mobil Ella, mengikuti laju motor Wina.
Tanpa Wina sadari, Fredy diam-diam terpesona dan kagum pada sosok Wina.
"Jarang ada cewek jaman sekarang yang seperti Wina. Kebanyakan ya bergaya suka shopping dan hura-hura. Mana ada cewek jadi tukang ojek," batin Fredy.
__ADS_1