Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Meminta Bantuan Fredy


__ADS_3

Kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh Ella, ia pun menginterogasi pria itu. Sementara sang wanita istri dari pria itu begitu heran kenapa suaminya seperti kenal dengan Ella. Ia juga penasaran akan jati diri Ella. Pada saat Ella baru saja akan menginterogasi suaminya, sang istri malah bertanya terlebih dahulu.


"Maaf suster, apakah anda kenal dengan suami saya?" tanyanya.


"Sebenarnya saya tidak kenal dengan suami anda, mba. Tetapi karena ulahnya yang telah menghancurkan rumah tangga saya, ini yang membuat naaya kenal dengannya," ucap Ella ketus seraya terus menatap tajam pria itu.


"Maksudnya bagaimana ya, suster? saya nggak paham, maaf," ucap wanita itu.


"Bu, suster inilah wanita yang di fitnah itu. Dimana saat itu ayah berpura-pura ada di ranjangnya. Sehingga suaminya mengira dia selingkuh dengan ayah," ucap sang suami terus saja tertunduk malu.


"Astaghfirullah aladzim, ayah ini sungguh keterlaluan sekali. Suster, tolong maafkan suami saya ya? jujur saja pada saat itu kami sempat ketemu dengan suami suster di sebuah pusat perbelanjaan. Dan suami saya telah mengatakan yang sebenarnya, akan tetapi pada saat suami saya akan mengatakan siapa yang telah membayarnya, tiba-tiba orang itu datang."


"Dan bahkan orang itu mengancam kami, jika kami tidak lekas pergi dari kota ini maka kami akan di sakiti olehnya."


"Padahal hari ini kami dengan berkemas untuk pergi dari kota ini. Tetapi malah tiba-tiba saya melahirkan. Kan takut sekali dengan ancamannya."


Ella dengan seksama mendengarkan cerita dari wanita yang telah di bantu proses melahirkannya. Ia juga penasaran apakah yang di maksud oleh sepasang suami istri ini adalah, Sigit. Hingga Ella pun memperjelas dengan sebuah pertanyaan.


"Mas, siapakah orang yang telah membayar anda?" tanya Ella.


"Anak dari suami anda, mba," ucap singkat pria itu.


"Ternyata benar, itu Sigit. Sungguh keterlaluan sekali, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Sebenarnya pria ini bisa aku jadikan bukti secara langsung pada Mas Rangga. Tetapi bagaimana caranya untuk bisa mempertahankan pria ini dengan Mas Rangga tapi tanpa sepengetahuan dari Sigit?" batin Ella bingung.


"Aku tidak bisa memutuskan hal ini seorang diri, harus ada yang membantu mengecoh Sigit, tetapi siapa ya?" terus saja Ella berpikir.

__ADS_1


"Mas, aku minta jangan pergi dari sini dulu ya. Apa lagi saat ini mas dan istri sedang dalam bahaya bukan? di luar sana Sigit pasti sedang mengawasi kalian berdua," ucap Ella sengaja menakuti pria itu.


Hingga pria itupun mengangguk perlahan sesuai terus saja tertunduk. Ia merasa sangat malu atas apa yang telah ia perbuat pada Ella. Apa lagi Ella telah menolong istrinya dalam proses melahirkan.


Ella berlalu pergi dari ruang rawat tersebut. Ia pun berpikir keras di dalam ruangannya sendiri. Hingga pada akhirnya ia pun memutuskan untuk menelpon Fredy.


Kring kring kring kring


Satu panggilan telepon masuk ke dalam nomor ponsel Fredy. Dan ia pu langsung mengangkatnya.


📱" Ada apa Ella, apakah ada masalah?"


📱" Sejauh ini aku baik-baik saja. Hanya sedang bingung."


📱" Bingung, memangnya ada apa Ella?"


📱" Hem, ini satu bukti kuat untuk dirimu. Kamu usahakan supaya pri itu jangan sampai kabur. Aku akan segera datang."


📱" Baiklah, lantas apa yang akan kamu lakukan?"


📱" Nanti kamu juga tahu, yang jelas aku tidak akan langsung membawa aparat kepolisian. Jadi kamu nggak usah khawatir. Aku hanya ingin mengorek keterangan darinya tentang Sigit."


📱" Baiklah kalau begitu, aku serahkan pria ini padamu. Mohon bantu aku ya Fredy, supaya aku bisa bersatu kembali dengan suamiku."


📱" Itu pasti, Ella. Kamu tenang saja dan bersabar ya, karena tanpa kamu minta pun aku dan ayah sedang berusaha mengumpulkan semua bukti kejahatan Sigit. Sudah dulu ya, karena aku sebentar lagi akan ada meeting."

__ADS_1


📱" Baiklah, sebelumnya terima kasih atas segala bantuannya."


📱" Sama-sama."


Saat itu juga naik Ella maupun Fredy menutup panggilan telepon. Fredy pun langsung menghubungi ayahnya yang saat ini sedang ada di kantornya pula.


Dia juga memberitahu tahu pada Ayah Bayu tentang apavsaja yang barusan di katakan oleh Ella. Ayah Bayu juga akan membantu Ella. Saat itu juga, ia menambah orang di sekitar rumah sakit tersebut. Untuk lebih waspada lagi, supaya pria itu tidak kabur begitu saja.


"Hem, semoga saja segala permasalahan pelik yang sedang di hadapi oleh Ella, lekas terselesaikan. Kasihan sekali dia, sedang hamil tetapi harus menghadapi masalah seperti ini," gumam Ayah Bayu.


Ia pun kembali melakukan aktifitasnya di dalam kantor. Baik ia maupun Fredy, sama-sama di sibukkan dengan urusan kantor. Hingga ia maupun Fredy belum bisa menyelesaikan permasalahan Ella dengan tangan mereka sendiri.


Mereka saat ini hanya mengandalkan beberapa anak buah mereka untuk selalu memantau dan waspada menjaga Ella.


Sementara saat ini, sang pria sedang di marahi oleh istrinya.


"Ayah, jahst banget sih kamu. Lihatlah, suster itu! jika dia punya hati yang jahat, pasti dia tak akan mau membantu proses melahirkanku. Pasti dari awal, dia telsh tahu siapa ayah hanya saja dia sengaja untuk diam bukan? dia nmakdh mengutamakan untuk membantu proses persalinanku bukan?" ucap lantang sang wanita.


'Iya, Bu. Aku tahu akan hal itu, makanya aku sama sekali tidak berani menatap wajahnya karena aku merasa bersalah dengan apa yang telah aku lakukan pada rumah tangganya."


"Tetapi aku juga sedang khawatir akan ancaman pria itu. Karena saat ini kita masih bada di dalam kota ini. Aku takut sekali, jika pria itu bukan hanya menyakitiku tetapi menyakitimu dan anak kita."


Mendengar apa yang barusan di katakan oleh suaminya, sang istri semakin kesal," jika kamu tahu akan keselamatanku dan anak kita, seharusnya pada saat itu kamu juga bisa berpikir seperti sekarang ini, ayah."


Sang suami sudah tidak bisa berkata lagi, karena memang biavaalah besar dan kini ia bingung harus bagaimana. Ia juga takut jika Ella melaporkan hal ini pada aparat kepolisian," bagaimana ya? jika si suster melaporkan kasus ini ke aparat kepolisian? aku sudah tidak bisa membayangkan lagi, apa yang akan terjadi pada hidupku."

__ADS_1


"Aku juga tidak bisa membayangkan bagaimana nasib istriku bila aku masuk dalam penjara? siapa yang akan memberikan nafkah untuk mereka berdua? aku memang bodoh karena tak memikirkan dahulu sebab dan akibatnya. Aku hanya langsung bertindak," batinnya menyesal.


__ADS_2