Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Bahagia


__ADS_3

Sampai sekarang, Eka masih saja berharap cintanya akan terbalas oleh, Rama. Entah bagaimana dia berpikir jika suatu saat nanti akan ada suatu keajaiban," aku yakin jika suatu saat nanti, Den Rama akan membalas rasa cintaku ini. Tetapi bagaimana dia tahu jika aku cinta padanya, karena aku tidak pernah menyatakan rasa cintaku pada, Den Rama?"


Selagi Eka terus melamun, bahunya di tepuk oleh, Mamah Berta," Eka, kok melamun? sebenarnya ada apa? aku perhatikan akhir-akhir ini kamu kok seperti Rama saja, kalian sering melamun dan murung?"


"Nggak ada apa-apa kok, nyonya."


"Nggak ada apa-apa, bagaimana? cerita saja, siapa tahu aku bisa memberikan sebuah saran untukmu, dan kamu pikiranmu juga tidak terbebani dengan masalahmu itu," bujuk Mamah Berta yang sangat penasaran dengan apa yang sedang di lamunkan oleh, Eka.


Akhirnya Eka pun dengan rasa sedikit malu menceritakan pada, Mamah Berta. Jika sudah sejak lama, ia mencintai seorang pria. Tetapi pria itu justru bersikap dingin padanya.


"Oalah... masalah hati? memang masalah hati itu kerap kali membuat pusing saja. Seperti yang saat ini sedang di rasakan oleh, Rama. Apakah pria yang kamu cintai itu tahu tentang perasaanmu padanya?" tanya Mamah Berta.


"Nggak, nyonya. Dia sama sekali nggak tahu," ucap Eka tertunduk.


"Kenapa tidak kamu ungkapkan saja padanya, siapa tahu dengan seperti itu pria itu menerima cintamu."


Eka tersenyum," saya malu, Nyonya. Masa iya seorang wanita mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu, kesannya nanti saya ini perempuan yang gampangan."


Mamah Berta membenarkan perkataan Eka," iya benar juga apa yang kamu katakan. Atau begini saja, kamu katakan saja nama pria itu dan jika kamu punya nomor ponselnya, berikan padaku.. Nanti aku yang mendekatkan dirimu dengannya, siapa tahu berhasil.'


DEG!

__ADS_1


Perkataan Mamah Ocha membuat Eka gemetar dan sejenak wajahnya pias. Dia pun mengalihkan pembicaraan," oh ya Nyonya, mohon maaf ada pekerjaan lain ya harus aku kerjakan, permisi."


Saat itu juga Eka berlalu pergi dari hadapan, Mamah Berta.


"Waduhhhhh, belum juga Eka memberi tahu siapa pria yang ia cintai eh sudah ngacir duluan."


Sementara Eka mengusap berkali-kali dadanya yang berdegup kencang," untung saja aku punya alasan untuk menghindar dari, Nyonya Berta. Mana mungkin aku mengatakan yang sejujurnya padanya, jika aku cinta pada Den Rama," batin Eka.


Dia lebih memilih memendam rasa cintanya pada Rama, dari pada mengatakan kejujuran pada, Mamah Berta. Dia pasti merasa malu, dan merasa tidak pantas.


Karena Rama atasannya sedangkan dia hanya kacung saja.


********


Satu Bulan Berikutnya....


Ella dan Rangga habis dari rumah sakit. Mereka mengambil hasil cek USG untuk mengetahui jenis kelamin kedua bayi mereka.


"Bagaimana? apa jenis kelamin cucu-cucu ibu?"


Bu Ari sangat penasaran dengan jenis kelamin si kembar.

__ADS_1


"Cewek semua, Bu."


Bu Ari begitu sumringah, tanpa sadar dia menciumi Ella. Hal ini membuat Ayah Bayu dan Rangga terkekeh.


"Ada apa dengan kalian? apa aku salah jika bahagia dengan kabar ini?" tegur Bu Ari menatap ke arah Ayah Bayu dan Rangga.


"Bukan begitu, Bu. Aku juga ikut bahagia seperti halnya ibu, hehehe lucu saja ibu gemas pada Ella seperti pada Adnan."


Mendengar penuturan dari Ayah Bayu, seketika wajah Bu Ari mendadak pias. Dia baru menyadarinya, dan menjadi salah tingkah.


"Bu, nggak apa-apa kok. Aku justru senang di ciumi seperti Adnan, jadi berasa seperti anak kecil lagi," goda Ella terkekeh.


"Hem, kamu ikut-ikutan saja dech menggoda ibu. Bukannya membela ibu," rajuk Bu Ari.


Semua merasa bahagia mendapat berita tentang hasil USG bayi kembar Ella. Dan saat itu juga berdoa bersama supaya kelak pada saat proses melahirkan di berikan kelancaran dan kesehatan untuk ibu dan bayi-bayinya.


Ella juga merasa sangat bahagia, karena akan melahirkan dua putri.


"Alhamdulillah ya Allah, semoga kelak lancar semuanya. Dan tidak ada halangan apa pun pada saat aku melahirkan. Terima kasih ya Allah, aku di kelilingi orang-orang yang sayang padaku," batin Ella.


Hari-hari di jalani oleh Ella dengan penuh antusias, walaupun dia merasa berat tubuhnya karena di dalam perutnya ada dua baby girls.

__ADS_1


__ADS_2