Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Pulang Ke Rumah


__ADS_3

Ella pun sudah tidak bisa memaksa Bu Berta untuk ikut tinggal dirumahnya. Ia juga tak ingin terus berada di rumah Bu Berta. Tetapi Ella tak ingin membebani Rama dan Bu Berta, dan saat itu juga dia pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya sendiri.


"Baiklah, Bu. Jika ibu keberatan untuk ikut denganku, tetapi aku ingin kembali ke rumahku sekarang karena aku tak ingin membebani Mas Rama terus," ucap Ella sudah yakin dengan keputusannya.


"Baiklah, Ella. Kami juga tidak akan memaksamu untuk tetap tinggal di sini, hati-hati ya Nak," ucap Bu Berta yang sebenarnya di dalam hatinya merasa keberatan.


"Ya sudah, Ella. Nanti aku akan antarkan dirimu ke rumahmu ya, silahkan berkemas-kemas dulu," ucap Rama.


Saat itu juga Ella mengemasi semua barang-barangnya. Walaupun sebenarnya ia enggan pulang karena ia tahu pasti suatu saat nanti Rangga akan datang kembali untuk membujuknya kembali ke rumah.


"Sebenarnya aku enggan sekali pergi dari rumah ini, karena pastinya suatu saat nanti aku akan bertemu lagi dengan Mas Rangga. Aku yakin sekali setelah ia mengetahui tentang keberadaanku, ia akan selalu berusaha untuk meluluhkan hatiku kembali."


"Tetapi tidak baik juga jika aku selalu menghindar dari permasalahanku. Aku tak ingin lari dari masalah, akan aku hadapi Mas Rangga, jika suatu saat nanti dia datang lagi ke rumahku."


"Aku juga memikirkan Bu Berta jika aku pergi dari rumah ini, dia akan tinggal sendiri, kasihan juga. Tapi mau bagaimana lagi, dia tidak bersedia untuk tinggal bersamaku di rumahku."


"Semuanya serba membingungkan dan semuanya serba membuatku susah untuk bertindak."


Setelah cukup lama mengemasi seluruh barang-barangnya seraya melamun, Ella pun segera bergegas pergi dengan berpamitan pada, Bu Berta.


"Bu, aku pulang ya? jaga diri Ibu baik-baik, aku minta maaf jika selama berada di rumah ini kerap kali membuat suatu kesalahan."


Pada saat Ella mengulurkan tangannya, justru Bu Berta merengkuh tubuh Ella di dalam pelukannya. Tiba-tiba Bu Berta menitikkan air matanya. Ia merasa sangat sedih dan merasa kehilangan jika Ella kembali ke rumahnya.


"Kamu juga jaga dirimu baik-baik, jaga kandunganmu. Jangan sampai pingsan lagi ya," pesan Bu Berta di sela isak tangisnya.

__ADS_1


"Ibu tak usah menangis, aku pasti akan sering menjenguk Ibu kok. Ibu juga bisa main ke rumahku bahkan menginap pun akan aku izinkan."


Ella mencoba menenangkan Bu Berta dengan sesekali mengusap punggungnya.


Rama yang melihat kesedihan terpancar di wajah mamahnya, ia merasa tak tega," mah, apakah sebaiknya Mamah tinggal di rumah Ella saja? supaya lebih aman dan juga tidak sendirian di sini."


"Jika aku sedang bekerja, Mamah pasti kan sendirian di rumah. Aku nggak tega, apalagi akhir-akhir ini aku sering pulang larut malam."


Bahkan Ella pun ikut membenarkan apa yang barusan dikatakan oleh Rama," Iya Bu, apa yang dikatakan oleh Mas Rama ada benarnya juga loh. Aku juga sempat berpikir seperti itu. Lagi pula di rumahku ada ibuku, jadi Bu Berta tidak akan merasa kesepian."


Bu Berta sejenak terdiam ia seolah berpikir kembali dengan apa yang barusan dikatakan oleh Rama dan juga Ella.


Tapi pada akhirnya ia pun berkata," Rama bukankah sudah terbiasa mamah sendirian, jika kamu sedang bekerja? bukan hal yang asing lagi, Mamah tidak akan pergi dari rumah ini. Mamah nggak akan meninggalkanmu sendirian di rumah ini. Bukankah sudah terbiasa kita hidup hanya berdua saja, kamu tak usah mengkhawatirkan mamah. Mamah memang sedih karena Ella akan kembali ke rumah, tetapi bukan berarti Mamah ingin pergi meninggalkanmu."


Pada akhirnya Rama dan tidak bisa berkata lagi, karena bujukan mereka sudah tidak mempan.


"Jika mamah butuh sesuatu, tetapi aku belum pulang juga, sebaiknya Mamah minta tolong pada salah satu dari anak buahku atau pelayan yang ada di rumah ini."


Bu Berta tersenyum," Iya Rama, sudah sana kamu antar Ella pulang. Kalian hati-hati di jalan ya, nggak usah khawatir sama mamah. Pasti Mamah di rumah akan baik-baik saja, karena banyak pelayan dan juga banyak para anak buahmu yang berjaga-jaga di sekeliling rumah ini bukan?"


Rama pun mengajak Ella untuk segera melangkah keluar dari rumah tersebut. Ella sengaja menunggu Rama di pelataran rumah karena terlebih dahulu Rama harus mengambil mobilnya yang ada di garasi.


Saat itu juga Rama melajukan mobilnya menuju ke rumah Ella. Hanya beberapa menit saja telah sampai di rumah Ella.


Kepulangan Ella yang diantar oleh Rama, sempat menarik perhatian anak buah Rangga yang ada di sekeliling rumah tersebut.

__ADS_1


Salah satu anak buahnya menelepon Rangga.


Kring kring kring kring kring


Satu panggilan telepon masuk ke dalam nomor ponsel, Rangga.


📱" Halo bos, ada kabar baik. Sepertinya Non Ella telah pulang diantar oleh seseorang. Karena kami sempat melihat ada mobil masuk ke dalam rumah Non, Ella."


📱" Seharusnya kamu memastikan terlebih dahulu sebelum menelponku. Apakah memang benar yang pulang itu Ella atau orang lain yang datang. Jadi kamu tidak mengatakan sepertinya, tetapi memang Ella pulang.'


📱" Maafkan saya bos, nanti saya akan cek lagi apakah memang yang pulang benar-benar Non Ella atau bukan. Tetapi menurut firasat saya, memang Non Ella yang pulang."


📱" Nggak usah berlagak menjadi cenayang saja, harus dipastikan dulu apakah itu Ella atau bukan."


📱" Siap bos."


Saat itu juga anak buah Rangga tersebut mematikan panggilan teleponnya kepada Rangga. Sementara Rangga langsung menggerutu," belum juga jelas kalau itu Ella yang pulang sudah menghubungiku. Diminta untuk dicek dulu, keras kepala banget. Dengan sok yakin, jika itu Ella."


"Tapi ada benarnya juga kalau kita berpikiran yang positif, supaya hasilnya positif. Kenapa aku tidak seperti anak buahku yang berpikiran positif ya? jika yang pulang memang Ella, dengan begitu aku bisa menemuinya."


Belum juga bertemu dengan Ella, Rangga sudah berkhayal yang bukan-bukan. Dia senyum-senyum sendiri, seolah saat ini sedang bersama dengan, Ella.


Dia membayangkan jika saat ini sedang duduk berdua dengan Ella, di teras halaman dengan sesekali bercanda ria. Bahkan Rangga berulang-ulang mengusap perut buncit, Ella.


Tanpa sadar Rangga tertawa ngakak hingga salah satu asisten rumah tangganya yang saat itu sedang menyirami tanaman di pelataran rumah sempat menoleh ke arahnya. Rangga pun akhirnya tersadar dari lamunannya," kenapa lihat-lihat sih, bi? ada yang aneh ya dengan saya?"

__ADS_1


Mendengarkan teguran itu si bibi langsung memalingkan wajahnya, walaupun di dalam hatinya merasa heran dengan tingkah Rangga yang tiba-tiba tertawa ngakak.


__ADS_2