
Rama beruntung karena memiliki seorang ibu yang baik dan sangat bijaksana. Walaupun mamahnya pernah di sakiti oleh Mery, tak lantas membuat dirinya benci pada Mery. Dan menginginkan hal buruk terjadi pada, Mery.
Rama juga selalu mengingatkan untuk para anak buahnya supaya selalu waspada. Tanpa ada rasa lelah, Rama sesekali menghubungi anak buahnya.
*******
Esok menjelang....
Hari pertama Ella kembali tinggal di rumah Fredy. Bertepatan dengan jadwal pemeriksaan kandungan.
"Bu, temani aku ya? untuk memeriksakan kehamilanku ini," pinta Ella.
"Baiklah, nanti ibu minta tolong ayahmu untuk mengantarkan kita ya sebentar."
Bu Ari melangkah menuju ke rumah sampingnya, untuk menemui Ayah Bayu.
"Ada apa, Bu?" tanya Ayah Bayu yang sedang sibuk menyirami tanaman di halaman rumah.
"Mas, lagi sibuk ya? mau minta tolong menemani antar ke dokter kandungan. Hari ini jatah pemeriksaan kandungan, Ella. Tetapi jika sibuk ya nggak usah dech," Ibu Ari merasa tidak enak karena melihat ayah Bayu sedang sibuk menyirami tanaman di depan rumahnya.
"Sudah selesai kok, Bu. Ayo sekarang juga, aku berganti pakaian sebentar nanti aku ke ke tempatmu ya, Bu."
Ayah Bayu masuk ke dalam rumah untuk sejenak berganti pakaian, sementara Bu Ari kembali ke rumahnya.
Tanpa menunggu lama, Ayah Bayu sudah siap. Saat ini di depan rumah Ella, dia menunggu di balik kemudinya. Ella pun datang bersama dengan Ibunya. Mereka lekas masuk ke dalam mobil, dengan segera Ayah Bayu melajukannya.
Di jalan, terlihat ada satu mobil sedang mengintai yang tak lain adalah mobil milik Rangga, ternyata feeling anak buahku benar adanya. Ella telah kembali ke rumah, lantas dia mau kemana bersama orang tuanya ya?"
Karena rasa penasarannya yang tinggi, Rangga pun mengikuti laju mobil yang di tumpangi oleh Ella dan Bu Ari.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mobil tersebut berhenti di pelataran khusus rumah sakit bersalin.
"Apakah Ella akan melahirkan, bukannya usia kandungannya baru memasuki 7 umur tujuh bulan?" gumam Rangga.
Rangga tak tinggal diam, dia segera masuk ke dalam rumah sakit tersebut untuk mengikuti kemana Ella dan Bu Ari melangkah. Sementara Ayah Bayu menunggu di parkiran mobil, karena dia tak ingin mendapatkan ocehan dari Ella.
"Kalau dilihat dari wajahnya, Ella tidak merasa kesakitan. Berarti dia tidak akan melahirkan tetapi mungkin untuk memeriksakan kandungannya."
"Jika saja Ella telah memaafkanku, mungkin aku akan merasa bahagia setiap waktu menemaninya untuk memeriksakan kandungannya."
"Apa lagi di usia kandungan Ella yang sudah memasuki umur tujuh bulan, di saat ini pasti Ella sudah mengetahui jenis kelamin anaknya."
" Sedih juga rasanya, harus seperti ini bersembunyi-sembunyi untuk bisa bertemu dengan Ella."
"Ingin rasanya aku berinteraksi dengan anakku yang ada di dalam kandungan, Ella. Apakah aku menampakan diri saja ya dihadapan, Ella? supaya aku bisa sejenak interaksi dengan calon anakku?"
Terus saja Rangga menggerutu di dalam hatinya seraya ia terus mengikuti ke mana langkah kaki Ella dan Bu Ari pergi. Hingga sampai di suatu ruang pemeriksaan barulah Rangga menghentikan langkah kakinya dan ia pun bersembunyi di balik tembok.
"Alhamdulillah ya, Bu. Anakku sehat, dan seorang lelaki," ucap Ella sumringah.
"Ya Ella, ibu juga turut senang sebentar lagi akan menimang cucu laki-laki," ucap Bu Aru terkekeh.
Pada saat keduanya baru melangkah beberapa langkah, Rangga sudah ada di depan mereka.
"Mas Rangga, sejak kapan kamu ada di sini?" tanya Ella ketus.
"Sejak kamu keluar dari rumahmu, aku sengaja mengikuti laju mobil yang kamu dan ibumu tumpangi. Bu, aku minta waktunya sebentar ya? aku ingin bicara berdua saja dengan, Ella," ucap Rangga.
Tetapi Bu Ari diam saja, hingga pada akhirnya Ella pun berkata," nggak apa-apa, Bu. Ibu bisa menungguku sejenak bersama dengan ayah. Nanti aku akan menyusul ibu dan ayah."
__ADS_1
Setelah mendapatkan perintah dar Ella, barulah Bu Ari melangkah pergi meninggalkan Ella yang saat ini bersama dengan Rangga.
Rangga dan Ella duduk di kursi kayu yang panjang yang ada di dekat mereka.
"Ada apa lagi sih, mas? apa kurang jelas dengan apa yang telah aku katakan padamu? bahwa aku tidak akan kembali lagi padamu," Ella merasa kesal, sejak pernyataannya di ragukan oleh Rangga. Ia berubah menjadi benci padanya.
"Aku tahu Ella, tetapi tidakkah kamu izinkan aku untuk bisa selalu berada di dekatmu. Walaupun kamu tak sudah tak mengharapkan aku, setidaknya untuk anak kita."
Rangga memegang perut Ella, ia begitu senang pada saat terjadi pergerakan di dalam perut Ella," Sayang, anak kita bergerak. Pasti dia saat ini tahu jika Papahnya yang sedang menyaks dirinya."
Ella hanya tersenyum sinis, ia tak berkata lagi.
"Sayang, aku sudah tidak akan memaksamu untuk tidak bercerai dariku. Tetapi waktu dua bulan ini, izinkan aku untuk bisa dekat dengan calon anakku. Dan aku juga ingin sesekali menemani dirimu menjalani pemeriksaan rutin."
"Aku juga ingin, di saat kelak kamu melahirkan aku yang menemanimu dan juga aku ingin mengadzaninya. Tolong kabulkan permintaanku ini."
"Aku sudah Ikhlas jika kita kelak berpisah. Tetapi bagaimana pun, anak ini adalah darah dagingku. Masa iya kamu tega tidak mengizinkanku untuk bisa dekat dengan anakku sendiri?"
Terus saja Rangga berusaha membujuk Ella, hingga pada akhirnya Ella pun luluh," baiklah, mas. Tetapi hanya pada saat kehamilan dan proses melahirkanku saja ya. Setelah itu aku tidak akan dekat denganmu, karena aku akan mengurus gugatan ceraiku padamu. Untuk saat ini memang aku masih sah istrimu."
"Alhamdulillah, terima kasih ya Ella. Berarti kamu mengizinkan aku untuk sering berkunjung ke rumahmu kan? untuk memantau kondisi anakku?" tanya Rangga.
"Iya, mas. Hanya sampai aku melahirkan saja ya. Setelah itu aku tidak memberikan harapan apa pun padamu," ucap Ella.
"Baiklah, sayang. Terima kasih atas kebaikan dirimu ya. Sekarang kamu akan aku antar pulang atau bagaimana? oh ya, katakan saja apa yang inginkan saat ini biar aku yang mencarikannya," ucap Rangga dengan sangat sumringah.
"Maaf mas, aku pulang bersama dengan ayah dan ibuku saja. Terima kasih, tetapi aku sedang tidak ingin apa pun. Hanya ingin lekas sampai di rumah."
Saat itu juga Ella melangkah ke pelataran rumah sakit, karena terlebih dulu dia menelpon ibunya. Hingga di pelataran rumah sakit, mobil Ayeh Bayu sudah siap. Ella lekas masuk ke dalam mobil, dan Ayah Bayu sempat melirik sinis ke arah Rangga.
__ADS_1
Ayah Bayu melajukannya, sedangkan Rangga terus saja berdiri menatap laju mobil tersebut, hingga tak terlihat.