
Esok harinya, Rangga telah sadarkan diri. Ia begitu kaget pada saat mengetahui siapa yang telah merawat dirinya.
"Ella, apakah ini benar kamu ataukah aku hanya sedang bermimpi saja?" ucapnya lirih.
"Iya Mas, Ini memang aku, kebetulan kamu ditolong oleh seseorang karena mengalami kecelakaan tunggal dan dibawa ke rumah sakit ini, di mana aku bekerja saat ini," ucapnya singkat.
"Sayang, selama ini aku mencari keberadaanmu. Sejak kita terakhir bertemu di pengadilan, aku tidak ada hentinya memerintah beberapa orang untuk mencari di mana saat ini kamu tinggal, tetapi tidak ada satupun yang mengetahuinya," ucap Rangga lirih.
"Lain kali kamu tak usah mencariku, mas. Karena itu tidak penting, fokuslah dengan kesehatanmu saja tak usah berpikiran yang macam-macam."
"Kamu juga tak usah bersenang hati, aku merawatmu karena melihat kondisimu seperti sekarang ini. Bagaimanapun kamu masih menjadi suamiku."
"Cepatlah kamu pulih, dan jalanilah hidupmu seperti apa adanya. Tak usah memikirkanku lagi, karena sebentar lagi kita juga akan menjalani hidup masing-masing."
Rangga sangat sedih mendengar apa yang barusan dikatakan oleh, Ella.
"Tidakkah kamu memberiku kesempatan satu kali lagi untuk aku bisa memperbaiki segala kesalahanku padamu? Allah saja pemaaf kepada umatNya, kenapa kamu tidak mau memaafkanku," bujuk Rangga lirih.
"Sudahlah mas, tak usah kamu terus membujukku karena itu tidak akan mempengaruhi keputusanku untuk berpisah darimu. Dan satu hal lagi, aku hanyalah seorang manusia biasa yang bisa merasakan sakit di hati. Dan aku bukan Allah, jadi jangan menyamakan pencipta dan hasil ciptaannya. Pasti tidaklah sama," ucap Ella ketus.
"Ella, tapi setidaknya izinkan aku untuk bisa dekat dengan calon anakku, untuk menebus dosa-dosaku di masa lalu kepadanya," kembali lagi Rangga membujuk Ella.
"Untuk saat ini tolong jangan banyak bicara dahulu ya, Mas. tmTapi fokuslah dengan kesehatanmu," ucap Ella mengalihkan pembicaraan.
"Ya Allah, aku sangat senang telah bertemu dengan Ella. Tetapi aku masih merasa sedih karena belum juga bisa membujuknya untuk mau memaafkanku dan kembali kepadaku."
"Tolong bantu aku ya, Allah. Untuk bisa meyakinkan bahwa aku benar-benar telah menyadari akan segala kesalahan dan dosaku. Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahanku yang dulu. Aku akan benar-benar menjaga istri dan anakku."
__ADS_1
Rangga terus saja berdoa di dalam hatinya, mengharapkan Ella untuk bisa kembali di sisinya dan merajut tali rumah tangga seperti sedia kala.
Setelah Ella selesai melakukan tugasnya mengecek segala kondisi tubuh Rangga, secara detail ia pun berlalu pergi dari hadapan Rangga, tetapi secepat kilat Rangga mencekal lengan Ella.
"Sayang, tolong tunggu sebentar. Izinkan aku untuk menyapa anakku yang ada di dalam kandunganmu hanya sebentar saja," pinta Rangga.
Hingga pada akhirnya mengizinkan Rangga untuk sejenak menyapa anaknya yang ada di dalam kandungannya," nak, bagaimana kabarmu? maafkan sikap Papah selama ini ya, tolong berikan pengertian pada mamahmu untuk bersedia memaafkan Papah."
Rangga mengusap perlahan perut Ella, dengan mata berkaca-kaca. Selagi ia asik mengusap perut Ella, Ella memundurkan tubuhnya.
"Sudah cukup ya, mas. Karena aku masih banyak pekerjaan yang harus segera aku selesaikan sekarang juga."
Saat itu juga Ella berlalu pergi dari hadapan Rangga. Ia sama sekali tidak ada rasa sedih atau apa pun. Karena ia sudah terlanjur kecewa dengan sikap Rangga pada waktu itu. Dia sama sekali tidak berharap lagi untuk bisa merajut tali rumah tangga dengan Rangga. Baginya sudah cukup, Rangga telah menyakiti hatinya dengan meragukan dirinya.
"Dulu kamu meragukan anakmu sendiri, dengan menuduh aku telah berselingkuh. Dan kini kamu ingin meminta aku mengizinkanmu untuk bersama anak ini. Tidak akan, Mas Rangga. Walaupun sampai kapanpun, kamu tetap menjadi Ayah biologis anakku ini. Tetapi bukan berarti aku akan kembali lagi padamu, itu tidak akan mungkin terjadi," batin Ella.
********
"Alhamdulillah, Tuan Rangga. Hari ini anda sudah di izinkan untuk kembali ke rumah. Tolong anda benar-benar harus menjaga kesehatan anda," ucap sang dokter.
"Baiklah, dok. Tapi dimana istriku ya dok?" tanya Rangga celingukan kesana kemari.
"Istri? bukannya anda datang kemari seorang diri di sini?" dokter pura-pura tidak tahu.
"Dok, maksud saya perawat yang telah merawat saya yakni Ella," ucap Dokter.
"Oh, Mba Ella. Dia sudah pulang dari tadi dan bahkan dia sudah izin risgn dari rumah sakit ini. Kamu tidak tahu apa alasannya, Mba Ella mengundurkan diri dari rumah sakit ini," ucap dokter.
__ADS_1
"Apa? jadi Ella sudah tidak bekerja di sini lagi? lantas apakah dokter punya alamat rumah Ella?" tanya Rangga kembali.
"Tidak, Tuan Rangga. Saya sama sekali tidak tahu menahu dimana alamat rumah Mba Ella. Karena saya tidak pernah memperhatikan pribadi satu persatu orang yang bekerja di rumah sakit ini," ucap sang dokter.
Sebenarnya dokter ini tahu dimana alamat rumah Ella, tetapi dia sengaja menutupinya. Itu semua atas perintah dari Ella.
Rangga merasa kecewa karena dirinya tidak berhasil mengetahui tempat tinggal Ella," ya sudah dok, terima kasih ya."
Saat itu juga Rangga pulang dengan langkah gontay tak ada semangat sama sekali.
Seperginya Rangga, sang dokter pun menelpon Ella. Dan Ella lekas mengangkatnya.
📱" Hallo, Dokter Reno. Ada apa ya?"
📱"Suamimu sudah pulang, tadi dia sempat menanyakan tentang alamat rumahmu, tetapi aku tidak memberi tahunya seperti apa yang kamu pesankan."
📱" Baiklah, dok. Terima kasih. Apakah saya bisa minta tolong satu lagi?"
📱" Katakan saja, Ella. Jika aku mampu pasti akan aku bantu kamu lagi."
📱" Dok, saya ingin risgn dari rumah sakit. Apakah dokter punya rekomendasi rumah sakit yang lain? karena setelah saya pikir, jika saya tetap bertahan di rumah sakit itu. Pasti suatu saat nanti, dia akan datang lagi."
📱" Ella, sebaiknya kita bicarakan hal ini secara langsung saja. Nanti sepulang dari rumah sakit, aku akan datang ke rumahmu ya?"
📱" Baiklah, dok. Saya akan tunggu kedatangan dokter."
Setelah itu baik Dokter Reno maupun Ella mematikan panggilan telepon tersebut. Ella merasa tenang karena mengetahui Rangga telah pulih dan kembali ke rumahnya.
__ADS_1
"Syukurlah jika Mas Rangga telah sehat. Semoga saja dia tidak melakukan hal yang nekad lagi. Dan bisa menerima dengan lapang dada apa yang telah aku putuskan untuk rumah tanggaku," batin Ella.
Selama dalam perjalanan pulang ke rumah, Rangga diam saja. Pikirannya traveling entah kemana.