Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Malu


__ADS_3

Beberapa hari kemudian....


Suasana sudah stabil. Surat-surat penting sudah kembali di tangan Rangga kembali. Dia juga sudah tidak memikirkan apa yang telah di perbuat oleh, Sigit. Kini dia fokus dengan keluarganya seperti yang di sarankan oleh, Ella.


Entah kenapa malam itu, hasr*tnya tiba-tiba muncul. Tetapi ia enggan meminta pada, Ella karena entah kenapa ia merasa malu.


Karena hasr*t yang belum tersalurkan selama beberapa bulan sejak dia berpisah dengan Ella, hingga Ella melahirkan Adnan dan kini Adnan sudah hampir berumur tiga bulan. Ia pun menjadi resah dan gelisah.


"Aduh.. bagaimana ini? kenapa tiba-tiba aku tidak bisa membendung rasa ingin bercinta ya? tetapi aku malu jika ingin meminta pada, Ella," batinnya seraya mengusap wajahnya dengan kasar beberapa kali.


Rangga tidak bisa tidur, ia kelimpungan di ranjang yang membuat Ella pun ikut terganggu. Ella yang tengah tertidur nyenyak, membuka matanya," mas, kamu kenapa? kok gelisah banget?"


"Eh, maaf ya sayang. Kamu jadi terganggu ya? biar aku tidur di sofa saja ya?"


Namun pada saat Rangga akan bangkit, Ella melarangnya.


"Mas, ingat pesan dokter nggak? supaya nggak boleh, stres dan banyak pikiran. Apa kamu mau makan obat terus menerus? coba ceritakan saja apa yang sebenarnya sedang menggangu pikiranmu, supaya kamu nggak terbebani. Dan siapa tahu saja, aku bis membantu mencari solusinya."


Ella terus membujuk Rangga untuk mengatakan apa yang telah membuat dirinya gelisah.


Namun Rangga masih saja enggan jujur, karena dia malu," nggak ada masalah apapun kok."


"Hem, kamu pikir bisa membohongiku mas? aku bisa baca dari raut wajahmu itu, katakan saja. Masa iya sama istri sendiri pake acara main rahasia segala?"


Hingga pada akhirnya Rangga berkata dengan rasa malu-malu," aku ingin itu, sayang."


"Ingin apa, mas? apakah kamu lapar, ingin aku masakin nasi goreng atau buat makanan lain?" tanya Ella seraya terus menatap ke wajah suaminya yang pias.


"Bukan, sayang. Tapi aku ingin...


"Aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin...ingin....banyak...sekali..."


Ella malah menggoda suaminya," dari tadi ingin-ingin nggak jelas banget dech."


"Hehehe...jelas kok, sayang. Masa kamu nggak tahu ya, keinginan suamimu?" Rangga terkekeh.

__ADS_1


"Ya ampun, Mas Rangga. Bagaimana aku tahu, jika kamu saja dari tadi nggak memberi tahu.


Ella menggelengkan kepalanya.


"Sayang, aku inginnnn... bercinta," ucap Rangga yang membuat Ella membungkam mulutnya sendiri karena rasa ingin tertawa.


"Kenapa, sayang? apa keinginanku ini lucu, apa aku sudah tidak pantas untuk bercinta? kok kamu malah menertawakanku? aku kan masih normal, sudah beberapa bulan dari kita pisah rumah, aku menahan rasa ini."


Tiba-tiba Rangga lancar dalam berkata-kata.


"Mas, aku geli karena kamu itu seperti anak kecil saja. Masa iya minta itu kok bingung sih? tinggal lakukan saja." Ella memberikan kode dengan menaik turunkan alisnya.


"Eh, mas. Memangnya kamu masih tahu tekniknya bercinta," goda Ella terkekeh.


"Astaga... sebegitu nya dirimu padaku? aku ini masih normal dan umurku di bawah lima puluh tahun, baru empat puluh satu. Aku...


"Hust...ya sudah buruan lakukan."


Rangga tersenyum, dia pun menghampiri Ella. Mendekatkan bibirnya ke bibir Ella dan melahapnya. Ella pun membalas kecupan suaminya. Keduanya begitu lama bermain bibir, saling bertukar saliva, saling bermain-main di rongga mulut.


"No no no ya, ini ada ASInya dan sudah di stempel oleh Adnan," bisik Ella melarang Rangga pada saat ia akan menyes*p pucuk benda tersebut.


"Hem, masa nggak boleh? Adnan sudah mengalahkanku dech. Nyicip dikit saja ya, sayang?" bisik Rangga.


Ella menggelengkan kepalanya, hingga pada akhirnya Rangga berhenti bermain di mainan kesukaannya tersebut. Ia pun beralih bermain ke tempat lain.


Ke gua dimana di tumbuhi rerumputan yang agak lebat. Rangga menyibakkan rumput tersebut supaya bisa melihat celah sempit gua tersebut


Merabanya, menciuminya, mainkan lidahnya di dalam celah gua tersebut. Hal ini membuat sensasi yang luar biasa bagus Ella yang juga sudah lama tak merasakan surga dunia.


Gua tersebut telah basah, hingga Rangga sudah tidak ingin menunggu waktu lagi. Dua segera menancapkan sebuah benda tumpul miliknya ke arah gua tersebut.


Perlahan tapi pasti, benda tumpul yang keras tersebut berhasil masuk ke dalam gua yang penuh dengan rerumputan.


Benda tersebut di goyangkan oleh Rangga maju mundur memutar kiri dan kanan.

__ADS_1


"Oohh....no....mmmm.....maaas.....enyakkk..... banget....."


"Iya sayang, aku juga.. karena sudah lama sekali nggak makan kue apemmu ini. Ternyata masih legit ya....aaahh.....mmmm.... nikmatnya...."


Keduanya sedang melayang terbang di udara merasakan indahnya surga dunia. Yang sudah lama tak mereka rasakan..


Beberapa menit kemudian...


Tubuh Ella dan Rangga sama-sama bergetar bagai tersengat aliran listrik. Benda tumpul Rangga memuncratkan lahar panas di gua yang banyak tumbuh rumput. Satelah sampai *******, keduanya lekas membersihkan tubuh dengan melakukan ritual mandi.


Barulah mereka ke dapur untuk makan bersama karena merasakan lapar setelah melakukan olah raga di malam hari.


"Sayang, terima kasih ya."


"Sama-sama, mas. Lain kali jika ingin ngomong saja, nggak usah sungkan. Aneh banget dech, pake acara ingin... ingin ..kaya Doraemon," goda Ella.


Rangga dan Ella menyantap nasi goreng yang Ella buat. Mereka makan dengan lahapnya. Setelah itu, melangkah ke kamar lagi. Sementara Baby Adnan masih nyenyak tidur di tempat tidurnya yang da di kamar mereka juga.


Rangga pun langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan tak beraka lama, matanya terpejam. Ella hanya bisa tersenyum melihatnya, dan ia menyelimutinya.


Ella juga mengecek baby Adnan di tempat tidurnya yang lumayan luas, bisa di pakai untuk tidur Ella juga.


"Anak mamah nyenyak juga, tapi sebentar lagi pasti minta nete. Sebaiknya aku tidur di samping, Adnan saja."


Ella memutuskan untuk tidur di samping Baby Adnan. Karena dia sudah hapal, jadwal Baby Adnan terbangun minta minum susu.


*****


Pagi menjelang...


Rangga terlihat lebih fresh, bahkan tanpa Ella meminta, ia berolsh raga sendiri berlari kecil mengitari rumah sendiri.


"Alhamdulillah, ada kemajuan pada diri Mas Rangga. Dia kini bersedia olah raga sendiri tanpa aku minta. Semoga kamu lekas pulih ya, mas."


Ella sangat senang melihat suaminya berlari kecil, sementara Ella mengendong Baby Adnan yang baru terbangun.

__ADS_1


Sesekali, Rangga berhenti sejenak jika berada tepat di hadapan Ella dan Baby Adnan. Ia hanya ingin menggoda anaknya. Setelah itu melanjutkan larinya lagi. Hingga beberapa putaran barulah berhenti karena merasa cape.


__ADS_2