
Hingga suatu hari, barulah hubungan mereka terbongkar di saat Riris tetap saja mual dan muntah. Orang tuanya membawa paksa Riris untuk periksa ke dokter.
Dan pada saat tahu Riris ternyata hamil, orang tuanya langsung saja menginterogasi tentang ayah dari anak yang saat ini Riris kandung.
Setelah ia tahu jika Bayu yang telah menghamili anak mereka. Ayah Riris menjadi murka. Ia awalnya tidak akan membiarkan Riris untuk menikah dengan Bayu. Apa lagi Bayu itu hanyalah sopirnya saja.
Tetapi ibu Riris yang memberikan pengertian, hingga pada akhirnya Ayah Riris bisa menerimanya. Dan ia pun meminta Bayu untuk menikahi Riris.
Tetapi pada saat Bayu tahu Riris hamil, ia juga tahu istrinya ternyata hamil juga. Ini yang membuat Bayu bingung. Walaupun ia sudah memberikan pengertian pada Ayah Riris jika saat ini ia tidak mungkin meninggalkan Ari yang sedang hamil.
Tapi justru Ayah Riris mengancam Bayu, jika dirinya tidak mau bertanggung jawab dan tidak mau meninggalkan Ari, ia akan mencelakai Ari yang waktu itu sedang hamil muda, sama seperti halnya Riris.
"Mas Bayu, kamu sudah pulang?" sapa Ari mengagetkan lamunan Bayu yang sedang duduk di teras halaman.
"Nggak usah tanya-tanya dech, aku sekarang sudah tahu siapa kamu sebenarnya, Bu. Tega kamu ya, padaku?".
Ari memicingkan alisnya, karena ia tak paham dengan apa yang barusan di katakan oleh Bayu," mas, kamu ini ngomong apa sih?" tanyanya heran.
"Alaaaa... nggak usah pura-pura begitu. Selama ini kamu selingkuh kan? aku sudah tahu semuanya, dan aku juga yakin jika anak yang kamu kandung itu bukanlah anakku, melainkan anak dari selingkuhanmu!" ucap kasar Bayu.
Ari tak terima atas tuduhan yang di lontarkan Bayu kepadanya," astaghfirullah aladzim, atas dasar apa kamu mengatakan hal ini mas?"
"Yah, kan aku jarang pulang. Lah pulang-pulang kok tahu-tahu kamu hamil seperti ini. Suami mana coba yang tak kaget? aku pulang kan sebulan sekali, masa iya saat aku pulang kok kamu sudah hamil saja?" ucap Bayu.
__ADS_1
Padahal ini hanyalah trik dari Bayu saja untuk menutupi kesalahannya sendiri.
"Maafkan aku, Bu. Terpaksa aku melakukan hal ini, karena aku juga tak mau kalau kamu tahu apa yang sebenarnya telah terjadi. Ini semua aku lakukan juga untuk menjaga anak kita, supaya selamat. Aku nggak mau, anak kita dan kamu di sakiti oleh, Ayah Riris," batin Bayu.
Tanpa berpikir lagi, Bayu mengemasi semua pakaiannya. Dan ia pun meninggalkan Ari begitu saja. Walaupun Ari sudah menahan kepergian dirinya sampai ia menangis histeris, tetapi Bayu tidak peduli.
"Astaghfirullah aladzim, tega sekali kamu mas. Ini benar-benar anakmu, tetapi kamu menyangkalnya dan menuduhku yang bukan-bukan."
Ari menangis di lantai, dan ia pun menyeka air matanya pada saat para tetangga berkerumun mendekatinya.
Semua tetangga penasaran dengan apa yang telah terjadi pada, Ari. Tetapi Ari sama sekali tak mengatakan apa yang sebenarnya telah terjadi. Ia mengarang cerita bahwa ia sedih karena tahu ayahnya telah meninggal dunia. Padahal ayahnya memang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Tetapi tidak ada tetangga yang tahu. Karena Ari adalah seorang wanita yang tertutup. Ia tak pernah bercerita tentang pribadinya pada orang lain. Dan ia jarang sekali bergosip ria. Karena ia lebih suka waktu luangnya untuk menjahit.
Ari masuk ke dalam rumah, karena ia tak ingin para tetangga semakin bertanya banyak hal kepadanya.
"Apa aku susul saja ke tempat kerjanya yang di kota ya? tapi aku sama sekali tidak tahu dimana alamat rumah majikan Mas Bayu, yang ia bekerja sebagai sopir pribadi."
"Aku sudah pasrah ya Allah. Jika mungkin ini sudah menjadi jalan hidupku, mau bagaimana lagi? "
"Aku tidak akan mencari Mas Bayu, apa lagi kondisi keuangan aku nggak memungkinkan. Justru aku akan jual rumah ini, dan aku akan pindah dari sini."
"Uang bisa aku gunakan sebagai modal buka jahitan dan warung kecil-kecilan. Dan aku akan mencari rumah di desa lain saja. Karena aku tak ingin para tetangga bertanya macam-macam jika Mas Bayu tidak pernah pulang."
Beberapa jam kemudian....
__ADS_1
Bayu telah sampai di rumah mewah dan besar milik orang tua Riris. Ia pun menghadap kepada orang tua Riris.
"Jadi kamu benar-benar sudah meninggalkan istrimu?" tanya Ayah Riris.
"Sudah, tuan. Tapi saya belum mengucap kata talak padanya, karena ia saat ini sedang hamil," ucap Bayu tertunduk.
"Itu tak masalah, untuk sementara waktu. Kamu harus menikahi Riris. Yah nikah siri terlebih dahulu nggak apa-apa. Mumpung perut Riris belum terlihat buncit. Dan nanti jika kamu sudah resmi cerai dengan istri mu, kalian menikah ulang. Yakni menikah resmi."
Bayu hanya menganggukkan kepalanya seraya tertunduk. Dan saat itu juga Ayah Riris menikahkan siri anak semata wayangnya dengan Bayu.
#Flash Back Of#
Pada saat Ari mendengar semua cerita dari Bayu, ia begitu marah," astaghfirullah aladzim... jadi sebenarnya kamu sengaja bersandiwara kepadaku dengan menuduh aku hamil bukan anakmu, mas? sungguh keterlaluan!"
"Bu, aku benar-benar minta maaf. Waktu itu aku takut dengan ancaman dari Kakeknya Fredy. Tapi setelah satu bulan kami menikah, kami datang untuk menemui dirimu. Dengan tujuan untuk meminta maaf padamu, dan juga mengatakan semua yang terjadi padamu."
"Bahkan pada saat almarhumah Riris yang memintaku untuk kita menemui dirimu. Ia juga mengizinkan aku untuk memberikan nafkah setiap bulannya padamu."
"Dia juga ingin minta maaf secara pribadi padamu, Bu. Tetapi waktu kita sampai di rumah mu, tetangga mengatakan kamu sudah menjual rumahmu. Dan tidak ada yang tahu, kamu pindah kemana."
Bu Ari menitikkan air mata pada saat mendengar cerita mantan suaminya itu. Ia sudah tak bisa berkata lagi. Sementara Fredy pun membuka suara," Bu Ari, aku minta maaf atas nama almarhumah ibu. Atas kesalahan dan dosanya di masa lalu. Dan sebagai penebus semua dosa ibuku, aku akan membantu menyelesaikan semua permasalahan Ella. Dan Ella, kamu nggak usah memanggilku Mas lagi, karena kemungkinan kita seumuran."
"Ella, apa yang Fredy katakan benar. Kalian ini memang seumuran, karena dulu ibumu dan ibu Fredy sama-sama sedang hamil satu bulan pada saat itu. Ella, ayah minta maaf ya? telah meninggalkan dirimu untuk waktu yang sangat lama. Dan bahkan ayah pernah menolak dirimu."
__ADS_1
Bayu menghampiri Ella, tetapi Ella sama sekali tidak menghiraukannya. Ia malah menitikkan air mata saja.