
Hari Minggu pagi, halaman belakang rumah Berta di hias sedemikian rupa. Ella heran melihat banyak orang lalu lalang. Dan melihat dekorasi yang sedang di pasang di halaman rumah.
"Bu, maaf. Sepertinya ada suatu acara penting ya? kalau aku lihat seperti acara ulang untuk baby ya?" tanya Ella pada saat menemani Bu Berta mengecek halaman belakang rumah.
"Ya, Ella. Ini memang untuk baby, acara baby shower," ucap Berta.
'Wah...nuansanya indah, Bu. Ternyata ibu punya saudara yang sedang hamil juga ya? sedang hamil berapa bulan kalau boleh tahu, Bu?"
Berta menjawab" umur kandungannya saat ini lima bulan, ia sudah aku anggap seperti anak sendiri. Tapi aku belum tahu, jenis kelamin bayinya apa. Makanya nuansa biru dimana warna biru bisa untuk perempuan atau pun laki-laki," ucap Berta.
"Wah, sama kaya aku. Kenapa ibu nggak tanya langsung kepadanya, apakah sudah di USG atau belum? supaya tahu jenis kelaminnya," saran Ella.
"Biarlah nggak apa-apa, karena aku melakukan ini juga mendadak ingin membuat surprize buat dirinya," ucap Bu Berta.
Sejenak mereka bercakap-cakap dan setelah itu Berta meminta Ella untuk membawa dirinya ke kamar.
"Ella, ini ada baju. Nanti jam tiga sore kamu pake baju ini ya. Untuk menghormati para tamu yang datang."
Bu Berta memberikan sebuah dus berisi pakaian dan juga ada sendal pula, kepada Ella. Tetapi Ella tak mau menerimanya dengan alasan dia punya beberapa pakaian yang pantas untuk dipakai dalam acara penting.
"Nggak usah repot-repot, Bu. Aku juga bawa pakaian yang bisa digunakan untuk acara penting."
Walaupun Ella menolaknya, tetapi Bu Berta tetap memaksa untuk menerimanya sehingga Ella pun pada akhirnya menerima pemberian dari Bu Berta tersebut.
"Menolak rezeki itu dosa loh, Ella. Kamu jangan membuatku sedih jika tidak mau menerimanya aku akan merasa nelangsa," Bu Berta memasang wajah mengiba dan memelas.
"Baiklah kalau begitu terima kasih ya, bu."
********
Sore menjelang, Ella pun menuruti kemauan Bu Berta. Ia segera membersihkan tubuhnya dan mengenakan pakaian serta sendal yang diberikan oleh Bu Berta pada saat pagi tadi.
__ADS_1
Ella sama sekali tidak merasa curiga jika acara Baby Shower yang telah dipersiapkan oleh Bu Berta di halaman belakang rumah adalah untuk dirinya.
Dokter Reno, Ayah Bayu, Bu Ari, serta Fredy telah datang. Mereka ada di ruang tamu dengan membawa banyak hadiah. Juga para tetangga samping kiri dan kanan diundang pula. Begitu pula dengan para asisten rumah tangga yang ada di rumah tersebut juga diminta hadir untuk meramaikan suasana acara Baby shower yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Pak Ustad yang akan memimpin acara juga telah datang pula.
Ella pun sempat merasa heran kenapa keluarganya juga diundang di acara Baby Shower tersebut, hingga Ia pun menanyakannya pada, Rama.
"Mas Rama, mengundang keluargaku juga untuk acara Baby Shower ini? lantas dari tadi kok aku tidak melihat anak angkat, Bu Berta ya?" Ella celingukan ke kanan dan ke kiri mencari seorang wanita hamil yang dia kira adalah anak angkat Bu Berta.
"Anak angkat yang mana, Ella?" tanya Rama.
"Masa iya Mas Rama tidak tahu anak angkatnya Bu Berta? padahal tadi pagi, Bu Berta sempat mengatakan padaku bahwa acara Baby Shower ini untuk anak angkatnya yang sedang hamil lima bulan. Tetapi dari tadi aku mencari wanita hamil itu tidak ketemu juga, atau datangnya telat kali ya, Mas?"
Sejenak Rama pun baru sadar, ia pun berkata," oh ya Ella, heee maaf ya lagi nggak fokus jadi seperti ini. Nanti sebentar lagi anak angkat, mamah datang."
Karena semua sudah terkumpul. Semuanya melangkah ke halaman belakang rumah yang telah di desain sedemikian rupa sehingga begitu indah, begitu pula dengan Ella. Tetapi ia merasa ada yang aneh, karena tidak juga melihat kedatangan anak angkat dari, Bu Berta.
"Semua orang sudah terkumpul, tetapi kenapa anak angkat Bu Berta nggak juga datang sih? kenapa nggak ada yang mencoba menelpon atau menjemput ke rumahnya," batin Ella terus saja celingukan hingga hal ini membuat heran Bu Berta.
"Bu, mana anak angkat ibu yang akan melaksanakan acara baby showernya? aku kan juga ingin berkenalan. Yah, sharing-sharing seputar kehamilan kita berdua," ucap Ella.
"Anak angkat yang aku maksud adalah kamu, Ella. Aku sengaja ingin memberikan surprize ini untuk dirimu. Sebagai tanda kasihku kepadamu, Ella."
"Sebagai tanda terima kasih karena kamu telah merawatku dengan sepenuh hati. Sebagai tanda permintaan maaf karena dulu aku sering kasar padamu."
Sejenak Ella terperangah mendengar apa yang barusan di katakan oleh Bu Berta. Ia sama sekali tidak menyangka jika Bu Berta begitu peduli dengan kehamilan dirinya, hingga ia mempersiapkan acara baby shower untuk dirinya. Terlihat jelas mata Ella berkaca-kaca, karena rasa terharu.
"Bu, aku tak bisa mengatakan banyak hal. Hanya satu, terima kasih karena ibu sudah begitu peduli padaku," ucap Ella.
"Ella, semua yang aku lakukan ini belum seberapa di banding dengan semua jasa baikmu yang telah merawatku selama ini," Berta sejenak memeluk Ella.
Setelah itu Bu Berta meminta Ella untuk berdiri di depan sendiri. Dan saat itu juga acara baby shower pun di mulai. Rama yang menjadi MC di acara tersebut. Acara di laksanakan sederhana tetapi sangat berkesan bagi Ella.
__ADS_1
Apa lagi pada saat pak Ustadz membacakan doa dan pesan untuk Ella. Acara terakhir makan-makan di iringi kata sambutan dari Bu Berta terlebih dahulu.
"Terima kasih untuk semua yang telah bersedia hadir di acara baby shower yang sederhana ini. Ella, ibu minta maaf ya. Hanya memberikan acara yang sederhana ini untuk calon anakmu."
"Acara ini, ibu berikan sebagai ungkapan rasa terima kasih karena selama ini kamu telah sangat sabar merawat ibu."
"Hanya satu perawat yang telah berhasil meluluh lantakkan hatiku ya cuma Ella. Dia bahkan tak pernah terlihat mengeluh atau murung apa lagi marah, pada saat awal kerja di sini mendapatkan perlakuan kasar dari, ibu."
"Dengan penuh ketekunan, Ella mampu merubah tabiat buruk ibu menjadi murah senyum. Bahkan berkat Ella pula, ibu sebentar lagi bisa berjalan normal dan lancar."
"Ella, apa yang ibu berikan ini tak sepadan dengan jasamu pada kehidupan ibu. Doa yang terbaik untuk mu dan calon anakmu.
Demikian sepatah kata sambutan dari Bu Berta. Dan kini Ella pun mengatakan sepatah kata pula.
"Bu Berta dan Mas Rama, terima kasih atas kebaikan kalian berdua selama ini padaku, terutama untuk kejutan yang manis dan sangat indah serta sangat berkesan bagiku ini."
"Maaf, jika aku tak bisa merangkai kata yang panjang dan indah. Intinya terima kasih terima kasih terima kasih. Doa yang terbaik pula untuk Bu Berta dan Mas Rama."
Bu Ari menghampiri Rama dan Bu Berta," Mas Rama-Bu Berta, terima kasih atas perhatian kalian pada anak saya. Semoga kebaikan kalian di balas berlipat-lipat oleh Allah."
"Amin, sama-sama Bu."
Bu Ari sangat senang dan bahagia melihat anaknya di kelilingi orang baik. Karena ia tahu, selama kecil kehidupan Ella tidaklah seperti anak yang lain pada umumnya.
Dimana dulu anak seusia Ella sudah harus berkutat membantu ibunya bekerja. Jika anak lain bermain, tetapi tidak dengan Ella. Dia sibuk menjajakan kue dengan berjalan kaki.
Kadang kala Ella pulang menangis ketakutan, jika di jalan bertemu dengan preman dan uang hasil jualannya di minta paksa oleh preman.
Ella menangis meminta maaf karena tak dapat uang. Uang di rampas preman. Di sekolah, dia juga kerap di bully teman-temannya karena tak ada ayahnya.
Tak terasa mata Bu Ari berkaca-kaca pada saat mengenang mas kecil, Ella. Kini Bu Ari bisa tersenyum bahagia melihat kebahagiaan Ella. Hanya satu harapan dan impian Bu Ari, kelak Ella mendapatkan jodoh yang terbaik.
__ADS_1