Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Dilema


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Bu Ari menanyakan perihal apa saja yang dikatakan oleh Rangga kepada, Ella.


"Ella, sebenarnya apa yang tadi dikatakan oleh Rangga? maaf ya, Ibu ingin tahu. Tetapi jika kamu keberatan untuk memberitahunya, Ibu tidak akan memaksa," tanya Bu Ari merasa ragu, cemas jikalau Ella tersinggung dengan pertanyaannya.


"Mas Rangga, hanya ingin selalu ada di sampingku. Intinya ingin menjadi suami yang siaga bagiku. Hanya itu saja kok, Bu," ucap Ella singkat.


"Lantas, apakah kamu mengizinkannya? dengan berarti dia akan tinggal di sini atau kamu yang akan tinggal kembali bersamanya?" kembali lagi Bu Ari


bertanya karena rasa penasarannya yang tinggi.


"Dia tidak akan tinggal di sini, ataupun aku juga tidak akan tinggal di sana. Melainkan jika dia ingin melihat kondisi anaknya dia akan sering datang ke sini, dan dia juga yang akan menemaniku untuk menjalani pemeriksaan kehamilanku ke depannya nanti," ucap Ella.


Setelah mengetahui perihal apa yang dikatakan oleh Rangga kepada Ella, Bu Ari tak bertanya lagi. Ia sudah tidak penasaran lagi, walaupun di dalam hatinya merasa tidak setuju jika Ella dekat lagi dengan Rangga. Tetapi dia juga tidak bisa memaksa untuk Ella menjauhi suaminya, karena bagaimana pun Rangga dan Ella masih sah suami istri.


Semua pembicaraan antara Ella dan Bu Ari sempat terdengar oleh Ayah Bayu. Karena saat ini dia sedang bersantai di teras halaman rumah yang di tempati oleh Ella. Di dalam hatinya, ia tidak setuju jika Ella kembali dekat dengan Rangga.


"Betapa bodohnya Ella, jika memberi kesempatan Rangga untuk bisa dekat dengannya lagi, setelah apa yang ia lakukan padanya," batin Ayah Bayu.


Entah kenapa ayah Bayu ingin sekali mengutarakan pendapatnya hingga ia pun masuk ke dalam rumah pada saat Ella dan Bu Ari sedang bercengkrama di ruang tamu.


"Ella, seharusnya kamu tidak mengizinkan Rangga untuk mendekatimu kembali, setelah apa yang ia lakukan padamu. Masa iya kamu sudah melupakan rasa sakit hatimu itu?" ucap Ayah Bayu tanpa sadar.


"Kenapa Anda tiba-tiba mengatakan hal itu dan turut campur saja urusan rumah tanggaku? seharusnya anda berkaca, bercermin diri mengoreksi pribadi anda apakah tingkah laku anda sudah benar atau belum?"


"Menurutku suamiku lebih baik daripada, anda! dia menyadari kesalahannya di saat aku masih kondisi hamil seperti ini dan langsung ingin memperbaiki kesalahannya."


"Tidak seperti anda yang benar-benar meninggalkan ibuku pada saat hamil aku. Jika dibandingkan dengan suamiku anda itu lebih kejam dan tidak berperikemanusiaan."

__ADS_1


" Anda rela meninggalkan ibuku, demi wanita lain. Sedangkan suamiku tidak pernah berhubungan dengan wanita lain. Dia setia, hanya saja karena hasutan dari anaknya hingga dia tega padaku. Tetapi saat ini dia sudah menyadari akan segala kesalahannya."


Ella tidak sadar sedari tadi berkata membela Rangga. Sampai membuat Ayah Bayu dan Bu Ari heran.


Setelah mendengar segala perkataan yang Ella lontarkan, ayah Bayu tidak bisa berkata-kata lagi. Ia pun tertunduk lesu, lidahnya terasa kelu, tiba-tiba kesedihan kembali datang. Bu Ari merasa iba melihat mantan suaminya terlihat sangat sedih.


"Ella, kamu tidak boleh kurang ajar. Bagaimanapun Ayah Bayu ini adalah Ayah kandungmu, jangan kamu mengatakan hal yang kasar seperti itu kepadanya, nak."


Ella sedikit kesal pada saat mendengar nasehat dari ibunya," kenapa ibu selalu membelanya sih? apa Ibu lupa dengan perlakuannya di masa lalu? dengan perbuatannya itu dia telah menelantarkan kita, bahkan membuatku menderita dari kecil hingga dewasa."


"Astaghfirullah aladzim, Ela-Ela. Kamu ini sedang hamil, tidak boleh memendam kebencian terhadap orang lain. Apalagi itu terhadap Ayah kandungmu sendiri. Biarlah yang lalu biar berlalu, berapa kali Ibu mengatakan akan hal itu," ucap Bu Ari terlihat sedih.


"Sudahlah, Bu. Apa yang Ella katakan memang benar, aku bukanlah seorang ayah atau suami yang baik. Sudah sepantasnya aku mendapatkan hukuman seperti ini dari anak kandungku sendiri," ucap Ayah Bayu dengan mata berkaca-kaca.


"Nah itu, lihatlah Bu! dia sadar sendiri akan kesalahannya, tetapi sayangnya dia sudah terlambat untuk memperbaiki diri, karena di dalam hatiku sudah terbiasa hidup tanpa adanya seorang ayah. Apa yang telah terjadi padaku, sebenarnya adalah salah satu karma darinya, jadi janganlah sepenuhnya menyalahkan Mas Rangga. Sudahlah Ibu, aku tak ingin berdebat dan membuat Ibu sedih. Aku lelah dan ingin istirahat."


"Mas Bayu, aku minta maaf ya hingga detik ini belum bisa membuat Ella mau menerimamu sebagai ayah kandungnya dan memaafkan segala kesalahanmu di masa lalu," ucap Bu Ari sedih.


"Bu, kamu tidak bersalah. Karena arena semuanya murni kesalahan dari diriku. Tetapi aku tidak akan pernah lelah menunggu, hingga saat itu tiba. Dimana anakku, akan memaafkanku dan menerimaku sebagai ayah kandungnya. Walaupun aku tidak tahu kapan saat itu akan tiba?"


Setelah mengatakan hal itu, Ayah Bayu melangkah gontai keluar dari rumah tersebut. Ia memutuskan untuk kembali ke rumahnya sendiri dengan mata yang berkaca-kaca.


Sementara Ella di dalam kamarnya tiba-tiba termenung sendiri dan memikirkan apa yang barusan telah ia katakan kepada ayah kandungnya.


"Kenapa tadi aku mengatakan banyak hal yang seolah membela Mas Rangga ya? aku tidak sadar mengatakan semua itu. Bodo amat, pikiranku sedang kalut tak karuan memikirkan diriku sendiri. Aku sendiri juga tidak tahu akan seperti apa kedepannya rumah tanggaku ini."


"Intinya aku berserah sepenuhnya kepada Allah, supaya Allah memberikan jalan yang terbaik untuk masa depan ku dan anakku."

__ADS_1


Terus saja Ella menggerutu di dalam hatinya, ia sendiri saat ini sedang dilema di dalam hatinya.


***********


Dua minggu kemudian jatah untuk pemeriksaan Ella kembali karena selama kehamilan sudah terlihat besar dokter menyarankan untuk dua minggu sekali kontrol kandungan.


"Hari ini, aku akan kontrol kandungan. Tetapi aku ragu untuk menghubungi Mas Rangga. Tetapi aku juga telah berjanji untuk mengizinkan dirinya menemaniku setiap aku melakukan pemeriksaan kandungan."


Ella merasa gundah gulana, ingin menelepon Rangga tetapi dirinya gengsi. Tidak meneleponnya, dia akan merasa bersalah karena telah ingkar janji.


Selagi dirinya dilema untuk memutuskan langkah apa yang akan ditempuhnya, tiba-tiba ponselnya berdering.


Kring kring kring kring


Satu panggilan telepon masuk ke dalam ponselnya yang ternyata adalah dari Rangga.


Dengan rasa malas Ella pun mengangkat panggilan telepon tersebut.


📱" Maaf sayang, aku mengganggumu. Hanya ingin menanyakan kapan jadwal kamu untuk kontrakan kandungan."


Sesaat Ella terdiam, tidak langsung menjawab pertanyaan Rangga. Hingga membuat Rangga harus bertanya kembali.


📱" Ella, kenapa kamu diam saja? tolong jawab pertanyaanku, sayang."


📱" Hari ini Mas, jadwal kontrolnya."


📱" Baiklah, kalau begitu kamu tunggu di rumah saja. Aku akan datang menjemputmu untuk menemanimu ke dokter kandungan, ya sayang."

__ADS_1


📱" Iya Mas."


__ADS_2