
Eka yang sedari tadi diam, membuat Rama semakin bertambah penasaran," Mba Eka, tolong jangan diam saja? jawab dong... apakah memang benar kamu cinta padaku?"
Hingga pada akhirnya Eka pun menjawab," I-i-iya....Den..."
"Sejak kapan kamu cinta padaku?" kembali lagi Rama bertanya.
"Sejak pertama kali aku bekerja di sini, Den."
Mamah Berta terperangah seraya menutup mulutnya sendiri dengan tangan. Dia hampir tsk percaya dengan apa yang barusan di katakan oleh, Eka.
"Mba Eka, jika aku ajak kamu menikah maukah?" tiba-tiba Rama berkata seperti itu.
Di dalam hati Eka sempat merasa senang tetapi dia berubah murung," aku sensng jika di ajak menikah, tetapi tidak senang juga karena aku tahu Den Rama sama sekali tidak cinta padaku."
"Rama, kamu ngomong apa sih?" tegur Mamah Berta.
"Mah, aku bicara sejujurnya. Memangnya salah jika aku menikah?"
"Nggak salah, justru mamah senang. Tetapi apakah kamu cinta pada, Eka. Karena selama ini kamu sering marah-marah padanya, bukan? pernikahan itu sakral, tidak untuk permainan."
__ADS_1
Mamah Berta pun menasehati, Rama.
"Iya, Den. Saya cinta pada Aden, tetapi jika Aden tak cinta pada saya, pernikahan kita apakah akan langgeng?" tiba-tiba Eka berkata.
"Bukankah rasa cinta bisa datang, jika sudah terbiasa bersama? memang saat ini aku tidak punya rasa cinta padamu. Bisa saja jika kita sudah bersama, rasa cinta itu datang bukan?" ucap Rama.
"Maaf, Den. Saya nggak bisa jika menikah tapi nggak ada rasa cinta sama sekali. Karena sudah banyak contohnya, dimana mereka menikah tanpa adanya rasa cinta dan akhirnya berantakan. Bahkan ada yang menikah dengan rasa cinta, juga berantakan. Lebih baik saya menyimpan rasa ini, dari pada menjalani pernikahan tanpa cinta," ucap Eka.
Entah kenapa tiba-tiba Eka berkata begitu lancarnya, tidak waktu seperti awal tadi.
Mamah Berta sempat tercengang," aku nggak menyangka, ternyata seseorang yang waktu itu aku tanyakan pada Eka adala Rama. Kasihan juga, memendam rasa cinta dan selalu mendapatkan perlakuan buruk dari, Rama."
Saat itu juga, Eka berlalu pergi dari hadapan Rama dan Mamah Berta.
Mamah Berta juga tak bisa berkata-kata, karena ini adalah masalah hati. Dia pun berlalu pergi dari hadapan Rama.
********
Setelah beberapa hari berpikir, Rama telah memutuskan untuk tetap menikah dengan Eka. Dia pun meminta izin pada, Mamah Berta.
__ADS_1
"Mah, selama seminggu ini aku terus berpikir. Dan aku akan tetap mengajak Eka menikah. Lebih baik di cintai dari pada mencintai."
"Itu terserah kamu saja, Rama. Mamah nggak mau turut campur karena yang kelak akan menjalani pernikahan itu kamu. Tapi pesan mamah, jangan pernah membuat Eka sakit hati."
Rama berjanji pada mamahnya bahwa ia tidak akan menyakiti Eka, tetapi ia meyakinkan pada Mamahnya bahwa dia pasti akan bisa mencintai Eka.
Saat itu juga Rama mengajak Eka berunding bersama mamahnya. Dan pada akhirnya Eka bersedia menikah dengan Rama.
Satu bulan berikutnya, Eka dan Rama menikah dengan pernikahan sederhana seperti yang di inginkan oleh Eka. Bahkan setelah pernikahan, Rama mengajak Eka honeymoon ke luar negeri.
*******
Beberapa bulan kemudian...
Rama sudah bisa menerima cinta Eka, dan kini dia sudah bisa membalas rasa cinta Eka. Rama sudah bahagia dengan Eka.
Ella juga telah bahagia bersama Rangga dan ketiga anaknya. Begitu pula dengan Fredy dan Wina. Kini sudah tidak ada lagi permasalahan yang pelik.
******** T. A. M. A. T. *******
__ADS_1