
Berjalannya waktu cepat sekali, tak terasa kini umur Adnan sudah satu tahun. Dan saat ini Ella sedang hamil empat bulan. Kondisi Rangga juga sudah sehat total, hingga dia sudah bisa bekerja lagi di kantor.
"Sayang, aku berangkat ya. Kamu jaga kesehatan ya, jangan terlalu cape loh. Ingat anak kita," pamit Rangga seraya mencium kening Ella dan mengusap perutnya yang sudah terlihat sedikit buncit.
"Hem, iya Mas. Hati-hati di jalan ya."
Ella pun tak lupa mencium punggung tangan suaminya.
Saat ini Ella di rumah hanya dengan dua asisten rumah tangga, satu tukang kebun, dan satu security, serta satu sopir.
Karena Ella tak ingin terus menerus merepotkan ibunya. Sejak Rangga dinyatakan sembuh, Ella mengizinkan orang tuanya kembali ke rumah mereka.
Dan kini Fredy juga telah berhasil mendapatkan cinta Wina. Mereka telah berpacaran empat bulan, setara dengan usia kehamilan, Ella.
Sementara di rumah, Ayah Bayu. Bu Ari sedang melamun. Hal ini membuat suaminya heran.
"Ada apa, Bu? kok melamun seperti itu? apa yang sebenarnya sedang merisaukan hati, ibu?"
"Ayah, ibu sedang memikirkan Ella. Adnan baru umur satu tahun, sedangkan Ella saat ini hamil empat bulan. Pasti dia sangat lelah mengurus, Adnan seorang diri. Apa lagi kondisinya sedang hamil. Ayah tahu sendiri bukan? jika Adnan itu aktif sekali, nggak mau diam," ucapnya murung.
"Oalah, jadi ibu sedang memikirkan Ella? ya sudah kita tinggal saja di rumah Ella, jika itu bisa membuat hati ibu tenang. Toh sekarang kan Fredy sudah nggak sendirian, sudah punya pacar pasti nggak kesepian lagi," ucap Ayah Bayu menepuk bahu istrinya.
Raut wajah Bu Ari berubah sumringah, tetapi hanya sekejap saja. Dia pun berubah murung lagi," tapi apa Ella mengizinkan kita tinggal bersamanya lagi? lantas apa Fredy benar-benar tidak kesepian lagi, jika kita balik ke rumah Ella?"
Bu Ari malah menjadi dilema, dia bingung sendiri. Hal ini membuat Ayeh Bayu terkekeh," oalah bu-bu. Kamu itu gimana sih? apa-apa di buat pusing sendiri, dengan jalan pemikiran sendiri."
"Ella pasti malah senang jika kita tinggal lagi di sana. Dan Fredy tidak akan mempermasalahkan jika kita tinggal lagi di rumah Ella. Kita bisa sesekali datang kemari. Atau tiap hari kemari antar masakan untuk, Fredy."
"Karena ayah tahu, ibu khawatir karena Fredy sudah terbiasa makan masakan ibu, bukan?"
"Jarak rumah Ella kemari kan nggak jauh, hanya beberapa menit juga sampai. Untuk apa di buat bingung, pusing seperti itu, ibu."
__ADS_1
"Kecuali jarak rumah begitu jauh yakni beda kota atau bahkan beda negara, itu baru mumet."
Ayah Bayu terus saja terkekeh, membuat Bu Ari malu," hehehe... benar juga apa yang ayah katakan. Aku Suheri, ayah?"
"Hah, Suheri? jadi diam-diam ibu suka dengan pria lain? siapa itu Suheri dan orang mana hah?" tiba-tiba Ayah Bayu sewot dan menyingsingkan lengan bajunya seperti hendak menantang seseorang itu berduel.
Sontak saja Bu Ari tertawa ngakak," hahahaha hahahahaha..."
Ayah Bayu heran," Bu, jadi seperti ini ya kamu! tertawa di atas penderitaanku! mana Suheri?"
"Astaghfirullah aladzim, ayah! Suheri itu singkatan yakni Suka Heboh Sendiri,"
Bu Ari menghela napas panjang seraya menepuk jidatnya sendiri.
Barulah wajah Ayah Bayu pias seketika, karena merasa malu.
"Lain kali, kalau bicara itu nggak usah sok gaul, Bu. Kita ini sudah tua, dan sudah tidak pantas bergaya seperti layaknya anak muda," ucap Ayah Bayu.
*******
Malam harinya, Bu Ari dan Ayah Bayu meminta persetujuan pada Fredy.
"Fredy, ayah dan ibu akan tinggal lagi di rumah Ella. Apakah kamu mengizinkan?" tanya sang ayah.
"Astaghfirullah aladzim, kok Ayah tanya seperti itu? jika ingin tinggal di rumah Ella nggak apa-apa, nggak usah minta izin dulu. Aku nggak akan keberatan, toh Ella kan saudaraku apa lagi saat ini dia sedang hamil lagi, pasti butuh seseorang yang mendampinginya. Sedangkan suaminya sudah bekerja lagi, bukan?"
"Jadi kamu nggak keberatan ya? ayah sempat berpikir jika kamu nantinya akan sendiri dan kesepian," ucap Ayahnya lagi.
Fredy tersenyum," nggak bakal aku kesepian, karena sudah ada Wina."
Apa yang Fredy katakan memang benar. Sejak dirinya resmi berpacaran dengan, Wina. Dia jarang makan di rumah, yang ada selalu makan di luar atau di rumah Wina. Dia makan masakan dari Wina.
__ADS_1
"Kamu nggak usah khawatir ya, Fredy. Setiap saat pasti ibu akan antar makanan untukmu."
Fredy terkikik," nggak usah repot-repot, Bu. Ih masa ibu lupa ya? selama aku bersama dengan Wina, bukannya aku jarang makan di rumah?"
"Iya juga sih, tetapi awas ya. Jangan mentang-mentang di rumah nggak ada ayah dan ibu. Lantas kamu seenaknya membawa Wina ke rumah," nasehat Bu Ari yang memang telah menganggap Fredy layaknya anak sendiri.
"Bu, percaya saja pada Fredy. Dia ini anak yang baik, nggak badung jadi nggak akan berbuat yang aneh-aneh," ucap Ayah Bayu.
"Iya, Bu. Aku nggak akan berani macam-macam, nanti yang ada Wina bisa mematahkan tanganku. Dia kan jago karate," ucap Fredy terkekeh.
******
Pagi-pagi benar, Ayah Bayu dan Bu Ari datang ke rumah mewah Rangga. Di saat Rangga sedang bermain dengan, Baby Adnan di teras halaman.
"Ayah-ibu, pagi sekali kemari? masuklah, Ellanya sedang ada di dalam. Barusan minta izin mandi, karena habis di pipisin Adnan," sapa Rangga.
Yang masuk hanya Bu Ari untuk meletakkan koper di kamar yang biasa mereka tempati jika tinggal di rumah Ella.
Sementara Ayah Bayu sejenak ngobrol bersama Rangga yang sedang asik bermain dengan, Adnan.
Mereka berdua asik ngobrol macam-macam hal. Bahkan kerap kali ngobrol tentang urusan kantor. Hingga obrolan mereka terhenti sejenak pada saat, Bu Ari datang dan meminta Adnan bermain dengannya.
Sementara Ella baru saja keluar dari kamarnya," Bu, sudah lama?"
"Belum lama, Nak. Ibu dan ayah mau tinggal di sini lagi boleh kan?"
"Wah...bukan boleh lagi, Bu.. Justru aku sangat senang. Kadang sepi juga, butuh teman ngobrol. Kadang aku juga merasa lelah, ibu tahu sendiri bukan? Adnan sangat aktif nggak mau berhenti."
Ella justru sangat senang, jika orang tuanya tinggal bersamanya. Dia sadar, jika peran orang tua masih sangat ia perlukan. Walaupun dia sendiri sudah menjadi orang tua.
"Ella, usia kandunganmu baru empat bulan tetapi terlihat besar. Apa bayi kamu kembar?" tanya Bu Ari secara tiba-tiba.
__ADS_1