Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Kembali Gagal


__ADS_3

Mery menjadi semakin kesal mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Bu Ari kepadanya," Pak Rangga, saya pamit pulang saja daripada nanti saya bertambah emosi di sini. Silakan anda urus permasalahan anda dengan ibu mertua anda."


Mery berlalu pergi dari hadapan Bu Ari dan juga Rangga. Ia sama sekali tidak memperdulikan Rangga lagi. Di dalam hatinya penuh dengan umpatan kepada Bu Ari," seenaknya saja mengatakan kalau aku ini pacarnya situa bangka, memangnya Ella yang matanya telah rabun memilih suami


bandot kerot sudah tua seperti itu!"


Sementara Rangga celingukan kesana kemari mencari keberadaan Ella," Bu, Ella mana? tolong panggilkan Ella."


"Aduh, bagaimana ini? jika aku mengatakan bahwa Ella kerja, pasti Rangga akan mencari ke rumah Mas Rama lagi. Aku harus katakan apa?" batin Bu Ari resah.


"Bu, boleh kan aku masuk?"


Ucapan Rangga mengagetkan lamunan Bu Ari," oh iya, silahkan duduk."


Bu Ari tak sadar dengan apa yang barusan di katakan dirinya pada Rangga," astaga... begonya aku! kenapa malah mengizinkannya masuk sih?"


Bu Ari terus saja gelisah, ia bingung akan mengatakan apa. Selagi bingung, datanglah Ayah Bayu. Ia tersentak kaget pada saat melihat kedatangan Rangga. Emosinya sudah tidak bisa di kendalikan lagi," heh, untuk apa kamu datang ke rumahku? setelah apa yang kamu lakukan pada anakku!"


"Bu, dia ini sudah keterlaluan! masa iya menuduh Ella selingkuh denganku? padahal Ella sudah menjelaskan jika aku ini ayah kandungnya! kenapa ibu masih saja mengizinkan dia masuk rumah ini?"


Bu Ari semakin terpojok, dia sama sekali tidak bisa berkata apa-apa lagi. Di satu sisi ia bingung untuk mengatakan apa pada Rangga tentang Ella. Di sisi lain, ia juga bingung dengan Ayah Bayu.


"Heh, pergilah dari sini! karena tidak ada Ella di rumah ini. Kamu sudah keterlaluan! Ella harus banting tulang bekerja sendiri demi menafkahi dirinya dan persiapan untuk calon anaknya itu semua karenamu yang tidak tanggung jawab dan terlalu menghakimi dirinya! dengan suatu kesalahan yang sama sekali tak ia lakukan!"


Ayah Bayu sudah tidak bisa menahan emosinya, ia terus saja marah-marah pada, Rangga. Rangga juga hanya diam saja pad saat mendapatkan omelan dari Ayah Bayu karena ia juga merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan selama ini pada, Ella.


"Mas, sudahlah. Nggak usah marah-marah terus."


Teguran Bu Ari barulah membuat Ayah Bayu berhenti marah-marah," maafkan aku, Bu."

__ADS_1


"Pak, Saya memang salah. Makanya datang kemari untuk memperbaiki kesalahan saya. Saya ingin menebus kesalahan saya, Pak. Tolong izinkan saya bertemu dengan Ella," pinta Rangga memohon.


"Hari gini kamu baru sadar akan kesalahanmu? terlambat sudah! Ella sudah tidak akan lagi mau hidup denganmu, yang tak bisa percaya dengan ucapan istri sendiri!"


"Seharusnya kamu itu mikir! bisa memilah mana yang baik dan buruk! masa iya usia udah hampir setengah abad, belum juga bisa bersikap yang benar!"


"Ella sudah susah payah membawa bukti-bukti kepadamu. Tetapi kamu masih saja nggak percaya dengan apa yang Ella katakan!"


"Kamu berprinsip dengan egomu sendiri! kamu malah semakin menjadi dengan menuduh Ella selingkuh denganku! dasar pria tak punya otak, hingga tak bisa berpikir yang jernih!"


Kembali lagi Ayah Bayu terus saja mengomel dan mengomel, Rangga hanya bisa tertunduk lesu mendengarkan ocehan dari ayah mertuanya tersebut.


"Pak Rangga, sebaiknya bapak pergi saja dari sini. Karena Ella benar-benar tidak ada di rumah ini," pinta Bu Ari.


"Lantas dimana Ella sekarang ini, Bu?"


"Pergilah, kamu nggak perlu lagi tanya Ella dimana. Bukankah kamu sudah tidak peduli padanya dan sudah menelantarkannya. Pergilah, jangan sampai aku hilang kesabaran dan berbuat kasar padamu!"


"Pak Rangga, aku mohon pergilah. Nanti aku pasti mengatakan pada Ella jika bapak datang kemari," pinta Bu Ari.


Dia khawatir karena sudah melihat gelagat amarah yang membara pada wajah, Ayah Bayu. Dia nggak ingin terjadi hal yang tak di inginkan.


Rangga bangkit dari duduknya, ia pun melangkah lemas keluar dari rumah tersebut. Di dalam hatinya begitu sedih dan kecewa karena usahanya untuk bertemu dengan Ella tidak berhasil," Ya Allah, aku pikir kesedihanku akan hilang. Rasa kangenku akan terobati karena bisa bertemu lagi dengan Ella. Ternyata malah seperti ini."


Rangga melajukan mobilnya menuju ke arah pulang sementara setelah Rangga pergi, Ayah Bayu menanyakan banyak hal kepada Bu Ari.


"Bu, bagaimana bisa Rangga datang kemari? siapa yang telah memberi tahu dia tentang keberadaan Ella di sini?"


Ari pun menjelaskan semuanya kepada ayah Bayu.

__ADS_1


"Begini mas, sebelumnya aku telah ditelepon oleh Ella jika Rangga sedang dalam perjalanan kemari."


"Terlebih dahulu Rangga datang ke rumah Rama, tapi Ella sengaja bersembunyi. Sehingga Rangga tidak berhasil bertemu dengan Ella."


"Terus Rangga datang kemari bersama dengan seorang wanita yang dia mengaku jika dirinya adalah calon istrinya Rama. Semula aku pikir wanita itu adalah pacarnya Rangga, ternyata bukan."


Ayah Bayu begitu fokus mendengarkan cerita dari Bu Ari, setelah itu dia pun mengomentari," setahu kita bukannya Rama itu tidak punya pacar? dia itu single, kok bisa wanita itu mengatakan dirinya calon istri dari Rama? coba Ibu tanyakan lagi pada Ella bagaimana sebenarnya ceritanya kok rumit sekali seperti ini?"


Bu Ari segera menelpon ke nomor ponsel milik Ella. panggilan telepon langsung tersambung kepada Ella.


📱" Bagaimana Bu, apakah Mas Rangga sudah pergi?"


📱" Sudah Ella, baru saja ayahmu yang mengusirnya karena segala perkataan Ibu tidak dihiraukan oleh Rangga."


📱" Syukurlah kalau begitu, aku lega mendengarnya."


📱" Ella, ada satu hal yang ingin Ibu tanyakan kepadamu. Tadi Rangga kemari bersama dengan seorang wanita, dan wanita tersebut mengaku jika dia adalah calon istri Rama. Apakah memang benar?"


📱" Dia bukan calon istrinya Mas Rama, Bu. Tetapi mantan pacarnya tiga tahun yang lalu, kini datang lagi meminta kepada Mas Rama untuk bersamanya lagi tetapi Mas Rahma tidak mau. Bahkan Mas Rama dan Bu Berta sempat berbohong kepadanya dengan mengatakan aku ini istrinya Mas Rama. Kebohongan itu tidak berlangsung lama, wanita itu entah dari mana mengetahui semuanya. Bahkan dia juga mengetahui rumah kita."


📱"Oh jadi seperti itu ceritanya. Mungkin saja wanita itu secara diam-diam menyelidiki tentang dirimu sehingga dia mengetahui keberadaan rumah kita."


📱" Mungkin saja seperti apa yang Ibu katakan tadi. Sekarang aku sudah tidak aman lagi tinggal di sini, Bu. Ataupun tinggal di rumah kita. Karena Mas Rangga sudah mengetahui keberadaanku, pasti esok atau lusa dia akan datang lagi untuk mencoba menemuiku. Lantas apa yang aku harus lakukan ya Bu? aku sama sekali tidak mengerti apa yang perlu aku lakukan."


📱"Kamu nggak perlu khawatir berlebihan. Yang terpenting mulai sekarang kamu harus lebih waspada saja sehingga tidak sampai bertemu dengan Rangga."


Setelah cukup lama bercengkrama di panggilan telepon, baik Ella maupun Bu Ari menutup teleponnya. Ella mulai resah dan gelisah kembali karena tempat persembunyiannya sudah diketahui oleh Rangga. Ia merasa dirinya saat ini sudah tidak aman lagi.


Kegelisahan yang terpancar pada wajah Ella bisa dibaca oleh Mama Berta dan juga Rama yang pada saat itu tidak sengaja melintas melewati kamar, Ella.

__ADS_1


__ADS_2