Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Pemeriksaan Ulang


__ADS_3

Ella juga merasa heran, dia mengusap perutnya sendiri.


"Bu, aku belum periksa lagi. Pada saat terakhir sih, dokter kandungan sempat mengatakan memang di prediksi janin kembar. Tapi pada saat itu, aku tidak begitu fokus karena Adnan rewel pada waktu di ajak menemani ke dokter kandungan."


"Aku juga merasa aneh, Bu. Porsi makanku juga begitu banyak, nggak seperti pada saat hamil, Adnan. Dan sebentar-sebentar maunya ngemil mulu."


Bu Ari tersenyum," sepertinya kembar loh, sebaiknya nanti kamu sempatkan periksa ulang. Kan sekarang ibu dan ayah di sini, jadi bisa menjaga Adnan. Kamu ke dokter bersama dengan Rangga."


"Siap laksanakan tugas, nanti sepulang Mas Rangga dari kantor, aku akan segera ke dokter kembali. Tapi harus menelpon dokternya terlebih dahulu untuk mengatur jadwal apakah memang nanti sore ada jadwal supaya aku bisa lekas bisa memeriksakan ulang kandungan ini," ucap Ella.


"Ya sebaiknya sekarang juga, kamu menghubungi dokternya supaya tidak gugup. Jika kamu mendadak memberitahu kepada dokter kan bisa terburu-buru."


Ella pun menuruti saran ibunya, ia lekas menelpon dokter kandungan yang selama ini selalu menangani dirinya dari sejak dia hamil baby Adnan, hingga ia hamil kembali. Hanya satu dokter itu yang selalu menangani dirinya.


Beberapa menit kemudian, Ella memberitahu kabar bahagia kepada ibunya bahwa sang dokter bersedia untuk memeriksa ulang dirinya nanti sore. Bahkan Ella telah mengadakan perjanjian bertemu dengan dokter sekitar jam lima sore.


Ella pun tak lupa menelepon Rangga, tersambunglah panggilan telepon ke nomor ponsel, Rangga.


📱" Hallo, sayang. Ada apakah gerangan, apakah ada hal penting yang ingin kamu sampaikan?"


📱" Mas, nanti bisa temani aku ke dokter kandungan nggak?"


📱" Memangnya kamu sudah mengadakan janji pada dokternya? aku pasti bisa sayang, jam berapa kita akan ke dokter kandungan?"


📱" Jam lima sore."


📱" Ya sudah, nanti jam empat sore aku sudah ada di rumah. Kebetulan di kantor juga sedang tidak banyak kerjaan, hingga aku bisa pulang lebih cepat dari biasanya."


📱" Terima kasih ya, Mas. Kamu kerjanya yang hati-hati, sampai ketemu nanti sore di rumah."


Keduanya mematikan panggilan telepon, Rangga melanjutkan kembali pekerjaannya supaya dia lekas bisa pulang ke rumah. Begitu pula dengan, Ella. Dia sedang sibuk membuat menu makan siang untuk, Adnan.

__ADS_1


*******


Tak terasa sudah sore, kini Rangga sudah ada di rumah. Dia lekas membersikan badannya sebelum mendekati anak dan istrinya.


"Mas, ini minummu. Kamu istirahat dulu, apakah mau makan sore sekalian? atau mau ngemil buah?"


"Buah saja, sayang. Buah dada," celoteh Rangga terkikik.


"Astagaa.. doyan banget kamu yah mas, sama buah yang satu itu. Nanti jika anakmu sudah lahir, kamu nggak boleh minta-minta lagi," Ella pun menggelengkan kepalanya.


Di dalam hatinya merasa heran, karena sejak kondisi Rangga sehat. Dia lebih sering minta jatah di atas ranjang. Padahal usia Rangga sudah tidak muda lagi.


Ella lekas meraih buah yang sudah di siapkannya di dalam kulkas. Sekarang Rangga benar-benar bisa hidup sehat, karena dia tidak ingin sakit kembali seperti waktu itu.


Tidak puluh menit kemudian...


Rangga dan Ella beranjak pergi ke dokter kandungan. Mereka sengaja berangkat lebih awal.


"Alhamdulillah, tidak ada sih dok. Hanya saja saya penasaran apakah saat ini saya sedang hamil dua bayi? karena pola makan saya lebih banyak dari biasanya. Tidak seperti pada saat saya hamil, Baby Adnan."


Mendengar perkataan Ella, dokter tersenyum," astaghfirullah aladzim, apakah pada waktu itu Nona Ella tidak fokus pada saat saya menjelaskan?"


"Jika Nona Ella, memang sedang hamil dua janin sekaligus. Karena pada saat periksa, terdapat dua bunyi denyut di dalam kandungan anda. Hanya saja saya belum bisa memprediksi, jenis kelaminnya."


Ella celingukan malu," hehehe iya, dok. Waktu itu saya tidak fokus mendengarkan penjelasan dari dokter. Karena waktu anak saya ikut, dan rewel sekali. Maafkan saya ya, dok."


Ella menangkupkan kedua tangannya di dada.


"Nggak apa-apa, Nona Ella. Itu hal yang wajar bagi seorang ibu. Saran saya, anda harus benar-benar menjaga diri anda dan kandungan anda. Apa lagi anak anda sedang masa aktifnya."


"Saran ya, mencari bantuan seorang pengasuh supaya anda tidak terlalu kelelahan. Apa lagi saat ini, anda hamil bukan cuma satu janin, tetapi dua janin. Hingga di butuhkan tenaga extra, dan anda harus benar-benar selalu fit."

__ADS_1


Ella mengiyakan saran dari dokter, ia juga di anjurkan untuk datang lagi bulan depan, guna jalani USG. Setelah cukup lama, berada di ruang pemeriksaan, Ella dan Rangga berpamitan pulang.


"Sayang, aku juga waktu itu nggak fokus. Padahal aku waktu itu juga ada di sampingmu. Hehehe...asik nech, aku mau punya baby kembar."


"Iya, mas. Sama, makanya baju mengulang pemeriksaan untuk memastikannya."


Mereka terus saja bercengkrama selama dalam perjalanan pulang ke rumah. Kabar kehamilan Ella juga sampai di telinga Mamah Berta dan Rama.


"Ella, sudah hamil lagi dan akan punya anak lagi. Sementara, Tak hingga kini belum juga menikah. Padahal aku sudah ingin sekali menimang cucu," batin Mamah Berta.


"Mah, aku tahu kok. Apa yang sedang mamah pikirkan saat ini. Aku minta maaf ya, mah. Karena hingga sampai saat ini, aku belum juga bisa mewujudkan keinginan mamah yakni seorang cucu," ucap Rama sedih.


"Rama, kata siapa mamah sedang melamunkan tentang cucu? sok tahu banget kamu, dech. Mamah sedang memikirkan hal lain kok," ucap Mamah Berta berbohong.


Walaupun mulut Mamah Berta tak mengakuinya, tetapi Rama sudah paham dan tahu apa yang saat ini sedang di pikirkan oleh Mamahnya tersebut.


Rama juga merasakan sedih, karena hingga kini dia belum bisa tergerak hatinya oleh seorang wanita. Hanya pada saat dekat dengan Ella dan Wina saja.


"Ternyata pria yang di cintai oleh Wina adalah Fredy. Mungkin saja jika waktu itu aku yang menolongnya, aku yang akan mendapatkan cintanya."


"Tetapi, itu juga tidak mesti. Ah... kenapa aku menjadi sedih seperti ini ya? gara-gara melihat mamah melamun."


Setelah beberapa detik menggerutu di dalam hatinya, tiba-tiba Rama bernyanyi.


Tuhan kirimkan lah aku


Kekasih yang baik hati


Yang mencintaiku aku....apa adanya......


Sontak saja membuat Mamah Berta yang melihatnya tertawa terbahak-bahak," astaghfirullah aladzim, Rama-Rama. Ada-ada saja dech, tingkahmu itu. Sabar ya, Nak. Nggak akan lama lagi, pasti kamu akan menemukan jodohmu."

__ADS_1


Sementara Eka yang melihatnya di dalam hati berkata," Tuhan sudah sejak lama mengirimkannya, tetapi kamu tidak merespon wanita yang mencintaimu ini."


__ADS_2