
Ella hanya tersenyum pada saat mendengar apa yang barusan dikatakan oleh suaminya. Ia sama sekali tidak merasa direpotkan karena memang sudah menjadi tugasnya untuk melayani suaminya sepenuh hatinya.
"Mas, tak usah merasa sungkan denganku. Karena apa yang aku lakukan adalah sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang istri melayani sepenuh hati suaminya. Bukankah tugas Mas juga begitu berat, mencari nafkah untuk keluarga menjadi tulang punggung keluarga."
"Mulai sekarang Mas tak usah mengatakan apapun lagi karena aku tulus ikhlas melakukan semuanya itu. Tugas mas hanya fokus dengan pekerjaan dan kesehatan mas saja ya?"
Mendengar akan hal itu membuat hati Rangga semakin sumringah dan bahagia tiada tara. Karena ia tak salah dalam mencintai seorang wanita. Ella sangat patuh dan benar-benar melayani Rangga sepenuh hati. Di saat Rangga sakitpun, Ella tak pernah berkrkuh kesah.
Bahkan di saat Ella sakit, ia juga tetap melayani segala kebutuhan suaminya tanpa ada gerutuan sama sekali.
"Mas, sudah tak usah kamu melamun. Cepatlah kamu mandi, nanti air keburu dingin. Aku akan menyiapkan susu untukmu ya."
Perkataan Ella mengagetkan lamunan Rangga, ia pun tersenyum seraya perlahan melangkah ke arah kamar mandi. Sementara Ella melakukan tugss selanjutnya sebagai seorang istri.
Rangga berendam di dalam bathup seraya tak henti dalam mengucapkan rasa syukur pada Allah.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Atas apa yang telah Engkau anugerahkan kepadaku di dalam hidupku ini. Aku benar-benar tidak menyangka jika aku akan mendapatkan pengganti istriku yang setara dengannya. Walaupun umurnya masih sangat muda, tetapi Ella begitu bijaksana dan bersifat dewasa," batin Rangga.
Sementara saat ini Ella sibuk membuatkan susu untuk Rangga dan beberapa biskuit yang kadar gulanya rendah. Selagi ia membuatkan susu, tiba-tiba Sigit sudah ada di belakang dirinya. Ia benar-benar kaget di buatnya.
"Astagaa... Sigit! kamu telah mengagetkanku! apa nggak bisa menyala terlebih dahulu supaya aku tidak kaget," ucapnya ketus.
__ADS_1
"Hem, maafkan aku mamah tiru yang muda dan cantik menggoda. Apa nggak bisa berkata lembut pada anak tirimu ini? masa iya mamah tiriku yang cantik ini hanya bersikap lembut pada papah ku saja. Berarti anggapan orang tentang ibu tiri itu benar adanya ya? hanya sayang pada suaminya saja, tetapi pada anak tiri bersikap kasar sekali,' sindirnya terkekeh.
Namun Ella sama sekali tidak peduli dengan apa yang barusan di katakan oleh, Sigit. Justri ia berlalu pergi begitu saja dari samping Sigit.
"Astagaa....mamah tiriku kok begini ya? padahal aku selalu iri loh, ingin di perlakukan lembut juga seperti yang mamah tiri lakukan pada Papah."
Tetapi masih saja Ella tak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Sigit. Ia dari awal memang tak suka dengan sikap Sigit yang menurutnya kurang sopan.
Sigit merasa terhina dengan sikap, Ella. Ia pun bersumpah di dalam hati harus bisa memiliki Ella sepenuhnya. Bahkan saat ini Sigit sudah tidak punya rasa cinta lagi pada Ella, yang ada hanyalah rasa dendam karena sikap Ella yang terlalu angkuh dan dingin pada dirinya.
"Padahal awalnya aku sangat mencintaimu, tetapi setelah kejadian ini rasa cintaku hilang begitu saja. Aku tidak akan membiarkanmu berbahagia dengan papah, tetapi aku akan membuatmu menderita di dalam pelukanku. Bahkan aku akan membuat Papah menjadi sangat membenci dirimu!" sumpah serapah Sigit di dalam hatinya.
Ella melangkah ke kamarnya dengan membawa susu dan juga biskuit untuk suaminya.
"Mas, minumlah susu ini selagi masih hangat supaya di dalam tubuhmu terasa hangat. Dan makanlah biskuit ini supaya perutmu tidak kosong, karena kamu juga punya penyakit magh akut. Aku ingin suamiku selalu sehat selamanya."
"Baiklah, sayang. Tapi seperti biasa, aku ingin meminum susu ini berdua denganmu. Dan aku juga ingin makan biskuit ini bersamamu." Ucap Rangga seraya menyuapi Ella dengan biskuit.
Satu biskuit dimakan bersama-sama, begitu pula dengan susu satu gelas diminum berdua. Rangga sangat menikmati kebersamaannya dengan Ella. Dan tiba-tiba ia mengatakan hal yang tak terduga, yakni dirinya ingin mempunyai keturunan dari Ella.
"Sayang, usiaku kini empat puluh tahun dan usiamu jalan dua puluh satu tahun. Apakah kita masih bisa dikaruniai seorang anak mengingat umurku sudah berkepala empat?"
__ADS_1
Rangga merasa dirinya sudah tua dan merasa dirinya sudah tidak akan bisa memiliki keturunan lagi. Tetapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Rangga tersebut malah membuat Ella terkekeh," Mas Rangga, kamu ini masih muda baru empat puluh tahun. Sedangkan umur yang lebih darimu saja masih bisa memiliki keturunan jadi Mas tak perlu khawatir. Jika Allah telah menghendaki kita memiliki keturunan pasti segera kita akan memilikinya."
"Alhamdulillah.... karena aku ingin sekali memiliki keturunan darimu, sayang. Setidaknya aku ingin memiliki dua anak darimu," ucap Rangga seraya tersenyum membayangkan dirinya menimang bayi mungil nan lucu.
"Berdoa saja pada Allah supaya secepatnya kita diberi keturunan, karena hanya Ia yang mampu melakukan segala hal," ucap Ella.
Mereka bercengkrama cukup lama di balkon kamar hingga jam menunjukkan pukul lima sore, mereka segera masuk ke dalam rumah.
Sejenak mereka berdua merebahkan diri sembari menonton acara TV. Seraya Ella bersandar di dada bidang Rangga. Mereka sejenak tergelak dalam tawa karena acara TV tersebut sangat lucu, bahkan gelak tawa mereka terdengar hingga kamar, Sigit.
Ia kembali terbakar api cemburu dan amarah," sialan, aku seperti sedang di ejek oleh Ella dan papah! lihat saja Ella, aku akan buat perhitungan denganmu secepatnya!"
*****
Pagi menjelang, Sigit tak ingin berlama-lama lagi Ia segera membeli obat bius dan kembali menghubungi salah satu anak buahnya, untuk segera melakukan aksinya. Karena ia sudah tidak sabar ingin melihat kehancuran yang akan di alami oleh Ella dan Rangga.
Sigit sudah tak sabar lagi melihat Ella di talak saat itu juga oleh Rangga di hadapan dirinya.
Beberapa menit kemudian, di kala Rangga telah berangkat ke kantor. Segera Sigit melakukan aksinya. Ia membekap mulut Ella hingga tak sadarkan diri. Hal ini juga sempat di lihat oleh, Bu Ari.
"Sigit, apa yang kamu lakukan pada anakku?" teriak lantang Bu Ari ketakutan.
__ADS_1
"Husssttt...ibu jangan berisik! aku tidak akan melukai Ella, ini hanya obat bius saja supaya Ella tak sadarkan diri," tegur Sigit lirih celingukan kesana kemari, khawatir aksinya di ketahui oleh para pelayan yang ada di rumah mewah itu.