Dia Suamiku Bukan Ayahku

Dia Suamiku Bukan Ayahku
Sama-Sama Gelisah


__ADS_3

Sejak saat itu, Fredy menjalin kerja sama dengan Sigit. Bahkan Fredy mampu membuat Sigit begitu percaya padanya. Segala yang telah dilakukan oleh Sigit ia ceritakan semuanya pada Fredy.


"Sigit, sampai hari ini kamu belum juga menemukan istri papahmu? lantas apa papahmu juga tak berniat mencarinya?" tanya Fredy ingin mengetahui lebih lanjut tentang kisah Ella.


Tanpa sepengatahuan Sigit, setiap percakapan demi percakapan di rekam oleh Fredy. Ia sengaja melakukan hal itu karena untuk mengumpulkan semua bukti untuk kelak menyeret Sigit kedalam penjara.


"Istri papah sebenarnya sudah meninggal dunia. Di habisi oleh beberapa anak buahku, tanpa seizinku. Tetapi mau bagaimana lagi, itu semua bukan kesalahanku. Bahkan menurut Informasinya, jika mayat Ella telah di buang ke lautan lepas. Sampai detik ini papah masih mencari keberadaan Ella, walaupun tak akan mungkin bertemu, karena Ella sudah meninggal dunia," ucap Sigit


"Lantas bagaimana jika papahmu mengetahui apa yang telah kamu lakukan pada Ella?" tanya Fredy kembali.


"Hem, sepertinya itu tidak akan mungkin. Papah tahu dari mana, sementara beberapa anak buahku nggak akan membongkar hal ini. Sama saja menggali lubang sendiri," ucap Sigit dengan yakinnya.


Di dalam hati Fredy begitu senang," ternyata apa yang sempat aku dan ayah pikirkan selama ini salah. Kami berpikir jika Sigit ini licik dan cerdik. Tetapi ia tak ubahnya seorang pemuda yang tak bisa jaga ucapannya sendiri."


Dengan begitu mudahnya, Sigit percaya padanya dan menceritakan semuanya pada Fredy tanpa ada yang ia tutupi sama sekali. Hal ini mempermudah bagi Fredy untuk segera menyeret Sigit ke jalur hukum.


Terus saja Sigit bercerita dengan bangganya tentang apa yang pernah ia lakukan pada Ella. Karena rasa cemburunya dan irinya pada Rangga yang telah mendapatkan istri yang sangat baik dan Solehah.


Sementara Rangga terus saja gundah gulana memikirkan keberadaan Ella dan ibunya yang tak kunjung ia ketemui. Karena beberapa orang anak buahnya telah mencari ke kampung tetapi tidak ada sama sekali. Hal ini membuat Rangga semakin mengkhawatirkan nasib Ella dan Ibunya.


"Apa sebaiknya aku lapor polisi saja ya? karena kepergian Ella dan ibunya benar-benar suatu hal yang sangat aneh. Apa lagi kejadiannya sudah beberapa hari yang lalu," batin Rangga terus saja murung.

__ADS_1


Pada saat Rangga akan melangkah pergi dari rumah menuju ke kantor polisi. Ia berpapasan dengan Sigit," pah, mau kemana?"


"Papah mau ke kantor Polisi untuk melaporkan tentang Ella dan ibunya, karena beberapa anak buah Papah tak berhasil menemukan dimana Ella dan ibunya berada," ucap Rangga tanpa ada rasa curiga sama sekali.


"Pah, untuk apa sih lapor Polisi? toh Bu Ari dan Ella itu bukan anak kecil lagi yang hilang karena di culik atau hal lain. Pasti mereka sengaja melakukan hal ini pergi tanpa pamit. Karena mereka merasa kecewa dengan sikap papah, yang sekarang ini dingin terhadap, Ella. Jika papah berusaha terus mencarinya, maka Ella dan ibunya menjadi semakin besar kepala," ucap Sigit mencoba menahan kepergian Rangga le kantor polisi.


Rangga sejenak terdiam seolah sedang memikirkan apa yang barusan di katakan oleh Sigit. Hingga pada akhirnya ia pun memutuskan untuk mengurungkan niatnya untuk melapor ke kantor polisi," baiklah, papah nggak akan ke kantor polisi."


Walaupun di dalam hati ada rasa resah dan gelisah memikirkan keberadaan dan kondisi Ella serta ibunya," Ya Allah, semoga istri dan ibu mertuaku dalam kondisi baik-baik saja. Bagaimana pun, Ella masih sah istriku."


Di tempat lain, Ella juga sedang memikirkan suaminya, Ia benar-benar rindu dengan Rangga. Ia sama sekali tak pernah benci atau marah dengan sikap Rangga selama ini padanya. Karena ia tahu perubahan sikap suaminya karena ulah dari Sigit.


"Ella, kamu kenapa melamun" tegur Bu Ari yang melihat Ella sedang bengong sendiri.


"Bu, aku sedang memikirkan Mas Rangga. Terutama kesehatannya, apakah ia rajin minum obat atau tidak?" jawab Ella seraya pandangan matanya menerawang jauh entah kemana.


"Ella, kamu masih saja memikirkan Rangga? padahal selama ini ia selalu dingin dan cuek padamu. Seharusnya jika ia benar-benar cinta dan sayang padamu, ia lebih percaya dengan apa yang kamu katakan bukan dengan apa yang di katakan oleh Sigit. Sudahlah, nggak usah terlalu memikirkan Rangga, percaya saja jika dia saat ini baik-baik saja. Justru yang harus kamu pikirkan adalah kandunganmu," ucap Bu Ari menasehati Ella.


Mendengar nasehat dari Bu Ari, Ella hanya diam saja. Di dalam hatinya, ia tidak akan bisa begitu saja mengesampingkan Rangga. Karena bagaimana pun Rangga itu suami yang sangat ia cintai dan kasihi selama ini.


"Bu, aku bosan tinggal di dalam apartment terus. Apa sebaiknya aku kerja saja ya? di rumah sakit yang terdekat di kota ini, sebagai perawat lagi."

__ADS_1


Bu Ari tidak setuju mendengar saran dari Ella," jangan Ella! nanti yang ada kamu bisa bertemu dengan Sigit. Dan ini sangat berbahaya bagi keselamatanmu."


"Bu, jika aku nggak kerja lantas apa selamanya aku menjadi beban bagi ayah dan saudara tiriku?" protes Ella, karena ia tak mau dirinya hanya tergantung pada ayah dan saudaranya tirinya terus.


Bu Ari diam, di dalam hatinya ia tidak menyalahkan apa yang akan di inginkan oleh Ella. Karena ia juga merasa bosan berada di dalam rumah terus.


"Begini saja, nanti kita bicarakan hal ini bersama dengan Ayah dan saudaramu. Kita minta saran dan pendapat dari mereka berdua," ucap Bu Ari.


"Baiklah, bu."


****************


Sore menjelang, dimana Ayah Bayu dan Fredy telah kembali dari mereka. Dan mereka merasa heran melihat kemurungan yang terpancar pada wajah Ella. Hingga Ayah Bayu menegurnya," Ella, ada apa? apakah ada yang merisaukan hatimu?"


Belum juga Ella menjawab pertanyaan dari Bayu, terlebih dahulu Bu Ari yang berkata," Ella sedang bosan di rumah, ia ingin bekerja kembali menjadi perawat di salah satu rumah sakit yang ada di kota ini."


"Wah, bagus itu," ucap Ayah Bayu.


"Bagus apanya? jika suatu saat Sigit melihat Ella masih hidup, pasti ia tidak tinggal diam. Ini yang aku khawatirkan," ucap Bu Ari.


"Bu, aku punya banyak anak buah. Dan aku bisa memerintahkan semua anak buahku untuk selalu menjaga Ella dimana pun Ella berada," ucap Ayah Bayu.

__ADS_1


__ADS_2