
Dengan sigap kedua bodyguard Doni membopong Syalu keluar kamar dan membawa nya ke dalam mobil mewah milik Doni. Sedangkan kondisi bik Atun yang telah kehabisan tenaga dan syok melihat Syalu di bius hingga pingsan membuat dirinya lemas dan tanpa sadar bik Atun pun turut pingsan. Sambil berlalu keluar Doni mengingat kan pada Rico.
"Bereskan wanita tua ini, jangan sampai dia jadi masalah untuk saya dan kamu." Ucap Doni.
"Ba... baik bos." Jawab Rico ragu-ragu.
Entahlah apa yang di maksud Doni bereskan, Rico hanya ingin Doni segera pergi dari rumah nya. Untuk saat ini dia hanya ingin berusaha mencari alasan yang tepat jika sewaktu-waktu para keluarga dan kerabat menanyakan keberadaan Syalu. Apa lagi kalau sampai kedua orang tua nya pulang dari kota.
Kini Rico dan Doni sudah berada di teras rumah, Rico sengaja mengantar Doni sampai teras untuk memastikan situasi dan kondisi di luar itu aman. Tidak ada raut wajah kesedihan di mata Rico, apa lagi untuk sebuah penyesalan, bagi nya saat ini dengan hilang nya beban hutang dan juga mendapatkan kompensasi sebesar 1M itu sudah cukup, dan selebihnya akan di urusnya nanti.
Ketika Dini hendak masuk mobil tiba-tiba Doni menghentikan nya.
"Tunggu bos." Ucap Rico.
Seketika langkah Doni terhenti dan menoleh ke sumber suara yang menghentikan nya.
"Ada apa?" Ketus Doni.
Sejenak Rico terdiam, dia nampak ragu-ragu untuk berbicara.
"Cepat katakan! saya tidak punya banyak waktu. Ucap Doni.
" i... it... u bos."Suara Rico terhenti.
"Itu apa? cepat katakan!" Hardik Doni.
"Bos janji kan,akan mengembalikan Syalu dalam waktu satu minggu?" tanya Rico gugup.
Doni hanya tersenyum singkat lalu berlalu masuk ke dalam mobil nya. Kemudian mobil mewah itu dengan cepat membawa Syalu pergi dari rumah Rico.
"Hu...dasar orang kaya nggak ada akhlak, orang nanya malah di kacangin." kesal Rico.
Sedangkan Doni nampak tersenyum puas karena berhasil mengelabui Rico, ternyata Rico lebih bodoh dari perkiraan nya. Dia begitu saja percaya ketika akan di janji kan dalam satu minggu istri nya akan di pulangkan. Di perjalanan Doni mengarahkan anak buah nya.
__ADS_1
"Kita langsung kebandung." Titah Doni.
"Kok ke Bandung bos? bukan nya kita mau bawa perempuan ini ke perternakan?" tanya salah satu bodyguard.
"Ha... ha... ha." Seketika tawa Doni pecah.
Sedangkan kedua bodyguard Doni nampak bingung dengan sikap bos nya.
"Kenapa kalian menatap ku seperti itu?" sentak Doni tiba-tiba, sehingga membuat kedua bodyguard nya gelagapan.
"Ti... tidak bos, kami hanya sedikit bingung kenapa tiba-tiba rencana bos berubah." Ucap salah satu bodyguard.
"Ha... ha... ha." Lagi-lagi tawa Doni pecah.
Dan semua itu semakin membuat kedua bodyguard nya kebingungan.
"Baiklah, saya akan menjelaskan semuanya kekalian." Pungkas Doni dengan girang.
Seketika suara mereka pecah, ketika mendengar rencana bos nya.
"Ha... ha... ha, bos memang hebat dan terbaik." Puji salah satu bodyguard.
Senyum semringah di wajah Doni tak dapat di hindari lagi, dia begitu bahagia mendapatkan Syalu. gadis cantik berperawakan nyaris sempurna, sesekali dia menoleh ke samping sambil membelai wajah gadis itu dan menikmati kecantikan Syalu.
"Sungguh bodoh Rico telah menyia-nyiakan gadis secantik Syalu, dia lebih memilih uang dari pada istrinya." Batin Doni.
"Parman tolong kau hubungi joni, bilang pada nya siapapun yang mencariku jangan bilang saya ada di bandung." Perintah Doni pada salah satu bodyguard nya.
"Baik bos." Patuh Parman.
"Setelah itu kamu hubungi bik Jum, suruh dia mempersiapkan kamar pengantin untuk saya dan Syalu." Tambah Doni.
"Siap bos." Lagi-lagi Parman patuh.
__ADS_1
Setelah memberi perintah untuk bodyguard nya, tak terasa, rasa kantuk mulai menyerang Doni, dan lama kelamaan Doni mulai tertidur pulas. Melihat majikan nya telah terlelap, kini kedua bodyguard tersebut kembali fokus menyusuri jalan menuju bandung.
Tanpa mereka sadari, ternyata Syalu mulai sadar dari pingsan nya. Kini Syalu telah menyadari kalau dirinta telah dibawa oleh laki-laki yang ada di sebelah nya. tak terasa air mata mengalir di pipi, Syalu benar-benar merasa terpuruk dengan nasib nya saat ini.
Namun kali ini dia tidak mau menyerah begitu saja, dia harus bisa lepas dari laki-laki brengsek yang ada di sebelahnya. Syalu nampak berfikir apa yang akan di lakukan nya setelah sampai di tempat. Sesaat setelah berfikir kini Syalu tersenyum semringah karena mendapatkan sebuah ide.
"Yes... akhirnya aku punya ide." Batin Syalu sambil tersenyum.
Sedangkan di kediaman Rico, nampak Rico sedang bingung harus berbuat apa pada bik Atun, wanita paruh baya itu masih tergeletak pingsang di kamar nya.
"Oke baiklah, sepertinya aku harus melakukan sesuatu pada wanita tua ini agar dia tidak buka mulut pada siapapun termasuk mama dan papa." Ucap Rico.
Setelah itu Rico menyeret tubuh bik Atun ke dalam kamar pembantu, kemudian Rico mengikat kedua kaki dan tangan bik Atun, tak hanya itu mulut bik Atun juga di tutup dengan kain.
Tak berapa lama bik Atun mulai sadar, dia begitu kaget dengan kondisi nya yang sedang terikat kaki dan tangan, ketika dia akan berteriak ternyata dia baru menyadari kalau mulut nya juga di tutup dengan kain.
"Mmm... Mmm..." Sekuat tenaga bik Atun ingin bersuara.
Mendengar bik Atun mengeluarkan suara, Rico menyadari kalau bik Atun telah siuman, kemudian dia mendekati bik Atun dan melepaskan penutup mulut nya.
"Sadar juga kamu akhirnya nya." Ucap Rico enteng.
"Den lepasin bibik, bibik mohon den." Dengan memelas bik Atun meminta pada Rico.
"Apa? lepas? enak saja." Jawab Rico cuek.
"Bibik mohon den, tangan bibik sakit, mana non Syalu den?" Seketika bik Atun menyadari kalau Syalu tidak ada dengan nya.
"Diam! jangan sebut-sebut nama Syalu dalam satu minggu, dia sudah di bawa Doni ke peternakan." Hardik Rico.
Rico memang hanya tau tempat tinggal Doni di peternakan, dia belum menyadari kalau sebenarnya dia telah di tipu oleh Doni. Rico merasa senang karena mendapatkan uang begitu banyak, dan setelah satu minggu dia bisa kembali dengan Syalu.
Sudah pasti saat Syalu di kembalikan kondisi nya tidak seperti dulu, yang jelas Doni pasti sudah meniduri istrinya dan menikmati malam pertama yang seharusnya dia lakukan bersama Syalu. Itulah yang ada di fikiran Rico saat melepaskan Syalu untuk Doni selama satu minggu.
__ADS_1