
Ketika Darto sudah dekat dengan karung tersebut dengan hati-hati dia membuka karung tersebut dan tersentak kaget ketika melihat isi dalam karung tersebut.
"Astaghfirullah...Rico!!!" pekik Darto.
"Apa? Rico?" Ucap sang istri yang tak kalah kaget kemudian mendekati suami nya.
Kemudian dengan cepat Darto mengeluarkan Rico dari karung tersebut, dan alangkah terkejutnya Darto dan Mar ketika melihat kondisi Rico yang mengenaskan.
"Astaghfirullah...Rico!apa yang terjadi?" Ucap Darto.
"Astaghfirullah...Rico!!!"pekik Mar, kemudian tubuh Mar lunglai tergeletak tak sadarkan diri.
Melihat istrinya yang turut tak sadarkan diri Darto pun jadi panik.
"Astaghfirullah...mama!! bangung ma...!"Pekik Darto sambil mengguncang-guncang tubuh istrinya.
Mendengar ada keributan di luar, bik Atun pun segera memeriksa nya dengan setengah berlari.
"Astaghfirullah...nyonya!!!tuan nyonya kenapa?"tanya bik Atun panik.
" Nyonya pingsan bik gara-gara ngelihat kondisi Rico."Jelas Darto.
Kemudian mata bik Atun tertuju pada seseorang yang tergeletak dekat karung.
"Ya Allah...den Rico!!!den Rico kenapa?"Lagi-lagi bik Atun terpekik.
"Udah bik nanti saja nanya nya,mending sekarang bibik telpon ambulance kita bawa Nyonya dan Rico kerumah sakit." Perintah Darto.
"Baik tuan." Patuh bik Atun.
Tiga puluh menit kemudian mobil ambulance itu pun telah tiba d kediaman Darto Waluyo, kini Rico dan Mar sudah berada di dalam nya tak sampai satu jam mobil ambulance yang membawa Rico dan Mar pun telah tiba di rumah sakit HARAPAN KASIH.
Kemudian Rico dan Mar dibawa ke ruangan yang berbeda, melihat kondisi Rico yang mengenaskan sudah di pastikan kalau keadaan nya sangat serius.
"Bagaimana dok kondisi putra saya?" tanya Darto pada seorang dokter yang buru-buru keluar dari ruangan tempat dimana Rico di periksa.
"Maaf Pak, saat ini kondisi anak bapak sangat serius, tolong selesai kan administrasi nya karena kami akan mengambil tindakan untuk mengoperasi anak bapak." Jelas Dokter tersebut dengan buru-buru.
"Apa? operasi?"Ucap Darto dengan ekspresi terkejut.
" Ya operasi pak, karena posisi kaki kiri nya patah."Jelas Dokter.
"Apa? patah?" Ucap Darto semakin terkejut.
"Ya pak." Jawab Dokter tersebut.
__ADS_1
"Baiklah dokter, lakukan yang Terbaik untuk putra ku, aku akan segera mengurus administrasi nya." Ucap Darto.
"Baiklah pak, kami akan mempersiapkan semua nya." Ucap Dokter.
Kemudian Darto dengan cepat menyelesaikan segala administrasi sebagai persyaratan untuk operasi Rico. Setelah menyelesaikan semua nya Darto segera menemui istrinya di ruang perawatan.
"Dimana Rico pa? bagaimana keadaan nya?" Ucap Mar setelah sadar dengan terisak.
"Rico...Rico... "nampak pak Darto begitu berat ingin mengatakan perihal tentang Rico.
"Ada apa pa dengan Rico? kenapa papa begitu lama menjawab pertanyaan mama?" Ucap Mar dengan tangis nya.
"Ma...sebentar lagi Rico akan di operasi." Ucap Darto.
"Apa???operasi?" Ucap Mar terkejut.
"Iya ma, untuk itu papa kesini mau ngajak mama lihat kondisi Rico sebelum di operasi." Ucap Darto.
"Pa? apa yang terjadi? kenapa Rico harus di operasi? siapa yang melakukan ini sama Rico pa?" Ucap Mar dengan tangis pilu.
"Papa juga nggak tau ma, ya sudah mending sekarang kita temui Rico terlebih dahulu ma." Ucap Darto.
Kemudian Darto dan Mar pergi keruangan dimana Rico berada, kondisi Rico saat ini masih tidak sadarkan diri. Mar begitu sedih karena kondisi putranya sangat mengenaskan terlebih lagi melihat kaki nya yang patah. Tak berapa lama dua orang suster datang ingin membawa Rico ke ruang operasi.
"Silahkan suster." Ucap Darto.
"Pa...Rico..pa..."Ucap Mar terisak.
"Tenang ma, Rico akan segera di tangani."Jawab Darto.
Kemudian mereka mengekor di belakang suster yang membawa Rico ke ruang operasi.
"Maaf Pak...bu...kalian tunggu di sini saja, karena kami akan segera melakukan tindakan terhadap pasien." Ucap suster tersebut.
"Baiklah Sus."Jawab Darto.
Di tempat lain nampak Syalu sedang duduk termenung, raut wajahnya mengisyaratkan kalau hatinya sedang tidak baik-baik saja.
"Kak..., kak Syalu!!"panggil Syfa.
Namun yang di panggil masih tak bergeming. Syfa tak patah arang untuk menyadarkan Syalu dari lamunan nya, kemudian Syfa mengguncang tubuh Syalu dengan sedikit keras sehingga tubuh Syalu sedikit tersentak.
"Astaghfirullah...Syfa...!"Ucap Syalu dengan ekspresi kaget.
"Tuh...kan kaget, makanya jangan suka ngelamun kak Syalu nya."ledek Syfa.
__ADS_1
" Siapa yang ngelamun?"Elak Syalu.
"Idih...masih aja mau ngeles, emang lagi mikirin apa sih kak?" Tanya Syfa.
"Syfa...jujur...kakak sangat merindukan kedua orang tua kakak, kakak ingin sekali memeluk mereka." Ucap Syalu dengan sedih.
"Kak...kalau memang kakak merindukan mereka mending kakak pulang aja dan temuin mereka."Ucap Syfa menyarankan.
"Tapi...kakak belum siap, kakak masih takut kalau nanti mama akan memaksa untuk kembali dengan lelaki itu." Ucap Syalu lagi.
"Kak mungkin aja mama kakak udah berubah, bisa jadikan dia nggak Terima dengan perbuatan suami kakak?"Ucap Syfa lagi.
"Mungkin iya, mungkin juga tidak." Jawab Syalu singkat.
"Yang sabar ya kak, Syfa hanya bisa bantu doa buat kakak, semoga kakak kuat menjalani ini semua." Ucap Syfa.
"Makasih ya." kemudian Syalu memeluk Syfa dengan erat, air mata nya tumpah seketika.
Di kediaman Delon nampak laki-laki yang bertubuh tegap tersebut sedang bersiap-siap akan ke masjid melakukan Sholat magrib disana.
"Papa mau ke masjid sekarang?" Tanya Rosa.
"Iya."Jawab Delon singkat.
"Pa...udah dong jangan cuekin mama kayak gini." Ucap Rosa nampak kesal karena sikap dingin suaminya.
"Papa akan berhenti cuek sama mama kalau Syalu sudah ada di depan mata papa." Ucap Delon dengan sinis.
"Tapi kita kan nggak tau kapan Syalu kembali pa, kita juga nggak tau Syalu berada di tangan siapa." Ucap Rosa lagi.
"Seharusnya mama mikir dari awal sebelum memaksa Syalu menikah dengan laki-laki keparat itu." Ucap Delon dengan penuh amarah.
"Pa...mama kan udah minta maaf dari awal, kenapa papa masih ungkit-ungkit hal itu?"Ucap Rosa kesal.
"Selama Syalu belum ada di hadapan papa, dan juga sebelum mama berubah sikap dan sifat serakah mama, papa nggak akan pernah maafin mama." Ucap Delon lantang.
"Jadi apa yang harus mama lakukan agar papa maafin mama?" Ucap Rosa dengan penuh iba.
"Mulai besok sampai tiga hari kedepan ada acara tausyiah di masjid Ar-Rahman, mulai lah mendekatkan diri dengan Allah, ikuti acara tausyiah tersebut sampai selesai, mungkin dengan cara itu bisa sedikit mengurangi kemarahan papa ke mama."Ucap Delon panjang lebar.
"Tapi pa..."Ucap Rosa terhenti.
"Tidak ada tapi-tapian... jika ingin di maafkan belajarlah untuk berubah agar lebih baik, bukan malah sebalik nya." Sindir Delon.
Mendengar kata-kata suaminya Rosa pun terdiam, dia tidak berani lagi untuk membantah suaminya.
__ADS_1