
Mata Rosa melotot kaget ketika melihat ada orang banyak datang ke rumah nya, terlebih lagi dia melihat seorang ustadz yang saat ini tengah viral karena tausyiah nya yang menarik, selain ketampanan nya dia juga sangat ramah kepada semua orang, sedangkan kedua wanita yang ada di sekitarnya entah lah siapa mereka karena kedua wanita tersebut memakai cadar jadi Rosa tak dapat mengenalinya.
"Kenapa ustadz tampan ini datang kerumah? apa yang membuat nya datang kemari?" Rosa bertanya-tanya dalam hati.
"Assalamu'alaikum." ucap Mereka serempak, sehingga membuat Rosa sedikit terlonjak karena kaget.
"Wa...waalaikumsalam." jawab Rosa tergagap.
"Apa kabar bu Rosa?" tanya abah Sudin memulai pembicaraan.
"Baik Abah..., apa yang membuat kalian datang kemari?" tanya Rosa begitu heran.
"Kami ingin bertemu dengan pak Delon, apakah beliau ada di rumah?" tanya abah Sudin.
"Suami saya ada, tapi beliau sedang sakit, semalaman saya nggak bisa tidur karena menjaga nya." Ucap Rosa dengan wajah sedikit di tekuk.
Deg
Deg
Syalu sangat terkejut ketika mendengar sang papa tengah sakit, mata nya mulai berembun menahan tangis dan sedih dalam hati nya.
"Beliau sakit apa bu? sejak kapan beliau sakit?" tanya abah Sudin yang terlihat khawatir, sedangkan Syalu, Syfa dan Bintang mereka tampak saling tatap.
"Mungkin sakit karena kurang istirahat, makan nya juga nggak teratur, itu...tu...gara-gara mikirin anak nggak tau diri." ketus Rosa.
Deg
Deg
Lagi-lagi hati nya begitu sakit mendengar penuturan sang ibu, entah kenapa Rosa masih belum bisa berubah, sikap nya yang kasar dan arogan masih saja menyelimuti diri Rosa.
"Maksud ibu apa?" tanya Abah Sudin tak mengerti.
__ADS_1
"Iya...suami saya itu masih mikirin Syalu yang nggak tau rimbanya, semalam dia mengigau jadinya saya khawatir dan nggak bisa tidur, lagian si Syalu jadi anak kebangetan, masa kasih kabar ke orang tua nya saja nggak bisa." Sungut Rosa.
Bintang hanya dapat melirik Syalu yang sedang membuang muka kesamping dan menghapus air matanya agar tidak terlihat oleh Rosa.
"Kamu gadis yang kuat Sya, aku tau itu!!!" ucap Bintang dalam hati.
"Maaf Bu...saya rasa ada alasan di balik anak ibu yang tidak memberikan kabar, seharusnya ibu mendoakan anak ibu agar baik-baik saja di luar sana." Kali ini Syfa yang membuka suara, dia begitu kesal karena Syalu selalu di persalah kan.
"Hey...kamu siapa? kenapa ikut campur urusan keluarga saya!!!" hardik Rosa, dia begitu tak menyukai Kata-kata Syfa yang seolah-olah mendikte dirinya.
"Saya memang bukan siapa-siapa bu, tapi saya nggak suka dengan cara ibu yang selalu menyalahkan putri ibu, sedangkan ibu sendiri tidak mau tau dengan dosa ibu pada anak sendiri." Kali ini kesabaran Syfa benar-benar habis.
"Masya Allah...ini adik aku kenapa jadi bar-bar gini sih?" ucap Bintang dalam hati.
"Hey...lancang kamu ya!!!tau apa kamu soal keluarga ku ha?" Kali ini Rosa benar-benar murka ketika mendengar ucapan Syfa.
"Sabar bu Rosa...tolong tenang!" Ucap abah Sudin pada Rosa.
Sedangkan Bintang langsung mencekal pergelangan tangan adiknya ketika melihat Syfa yang ingin menjawab omongan bu Rosa.
"Tapi bang???"Kata-kata Syfa terhenti ketika melihat kode mata Bintang di iringi gelengan kepala.
"Iya bang Syfa diam." kemudian Syfa terdiam dengan kepala menunduk, namun itu tidak membuat kekesalan nya pada Rosa menghilang.
"Dasar ular keket, jahat banget sih jadi orang tua, pantes aja kak Syalu nggakau pulang, jadi ini watak asli mama nya." Rutuk Syfa dalam hati.
"Abah Sudin...mereka siapa ha? kenapa mereka di bawa kemari? bertamu kerumah orang kok nggak sopan!" Ucap Rosa sinis.
"Maafkan adik saya bu, saya kakaknya Syfa, atas nama Syfa saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas kelancangan adik saya." Ucap Bintang dengan segenap hati.
Sejenak Rosa terdiam mendengar penuturan Bintang, kali ini Rosa sedikit luluh dengan kata-kata Bintang, laki-laki tampan yang ada di hadapan nya dengan kharisma yang begitu mempesona membuat Rosa sedikit mengalah dengan ego nya,namun bukan Rosa nama nya kalau tidak mengkritik dan bicara ketus pada semua orang.
"Aneh ya...kakaknya santun dan lemah lembut gini kok punya adik bar-bar kayak gitu." Sungut Rosa.
__ADS_1
Syfa hendak melangkah maju untuk membalas perkataan bu Rosa namun segera di tahan oleh Bintang.
"Cukup dek, jangan di balas! kasihan Syalu, kamu lihat matanya begitu sedih dengan semua ini,ingat tujuan kita kesini mau apa?" Ucap Bintang setengah berbisik.
"Iya Bang." Jawab Syfa patuh.
"Lalu dia siapa?" tunjuk Rosa pada sosok Syalu yang tengah berdiri mematung di sebelah Syfa.
"Dia...dia..." Bintang nampak ragu ingin berbicara soal Syalu.
"Nggak mungkin kan dia adik kamu juga? yang jelas kelakuan nya lebih anggun di banding adik kamu yang bar-bar ini."ucap Rosa sengit.
"Dasar ular keket, masih saja cari gara-gara sama aku! awas saja kalau ada kesempatan aku bales ya!!!" ucap Syfa dalam hati dengan geram.
"Gadis ini nama nya Sya...dan dia calon istri ustadz Bintang." Sela Abah Sudin, dia sengaja masih menyembunyikan identitas Syalu karena tujuan nya untuk bertemu langsung dengan Delon.
"Apa?Sya? calon istri ustadz tampan ini?" Ucap Rosa sedikit terkejut, tatapan matanya yang tajam menelisik dari ujung kaki sampai ujung kepala Syalu.
Merasa di perhatikan oleh mama nya Syalu jadi kikuk dan sedikit canggung, tubuhnya sedikit bergetar karena merasa gugup.
"Apa ustadz yakin ingin menikahi nya? apa ustadz sudah melihat wajahnya? kalau dia buruk rupa gimana?" Kata-kata Rosa benar-benar mengejek Syalu.
Sedangkan Syfa sangat geram dengan kata-kata Rosa, kenapa ada seorang ibu yang berhati batu seperti mama nya Syalu, dia bahkan secara tidak langsung menghina putrinya sendiri.
"untuk apa wajah cantik kalau tidak memiliki hati yang baik dan tulus, yang membuat seseorang cantik itu jika hati dan kelakuan nya bersih, dan insya Allah saya mencintai gadis ini apa adanya, bukan karena rupanya." Ucapan Bintang mencelos begitu saja.
Deg
Deg
Jantung Syalu berdegup kencang, entah kenapa kata-kata Bintang begitu jujur dan tulus, entah itu hanya rekayasa atau bualan belaka namun Syalu sangat tersentuh dengan pembelaan yang dilakukan oleh Bintang terhadap dirinya.
"Abang akoh...so sweet banget sih!!! Jangan-jangan abang emang beneran suka sama kak Syalu? tapi bagus juga sih kalau dia nikah sama kak Syalu biar nggak jomblo terus, kan kasian ketampanan abang akoh mubazir gitu aja." Celetuk Syfa dalam hati.
__ADS_1
Syfa nampak senyum-senyum sendiri mendengar penuturan abang nya yang tampan dan berkharisma.