
Selesai sarapan akhirnya Furqon dan Julian berpamitan untuk segera kembali ke pondok, sesuai perintah Bintang mereka kembali melaksanakan tugas-tugas mereka yang sempat di tinggalkan. Furqon menatap Syfa dengan penuh perasaan, ada perasaan yang tidak rela di hatinya ketika ingin meninggalkan gadis pujaan hati nya dan Syfa pun turut merasakan hal yang sama.
"Udah...nggak usah sedih...toh cuma pisah berapa hari juga." Celetuk Julian.
"Is...kau ini." Cebik Furqon.
"Ustadz Julian dan mas Furqon mohon maaf karena saya tidak sempat mengajak kalian untuk mampir kerumah, dan Terima kasih untuk kebaikan kalian semua." Ucap Syalu tulus.
"Nggak apa-apa Sya...kami iklas kok, dan juga ya...kami mengerti dengan kondisi mu saat ini, kamu jaga diri baik-baik ya."Ucap Julian penuh haru.
" Mbak Sya tetap semangat ya, kami doakan semoga semua urusan mbak Sya cepat kelar dan semua masalah cepat teratasi."Ucap Furqon.
"Aamiin..." Jawab mereka serempak.
"Oh ya Lian...Furqon...titip salam buat Abah dan Ummi ya, tolong sampaikan pada beliau jika tausyiah disini telah selesai saya, Syfa dan Syalu tidak langsung kembali karena masih ingin membantu Syalu menemui kedua orang tua nya." ucap Bintang.
"Oke...siap, kamu yang tenang disini, selesai kan semua masalah disini, urusan pondok, Abah dan Ummi biar aku yang handle." Ucap Julian penuh semangat.
"Iya UB...tenang saja, saya juga akan bantu ustadz Julian semaksimal mungkin untuk mengurus pondok dan lain nya." Ucap Furqon sambil melirik Syfa.
Kemudian mereka langsung beranjak pergi, sebelum benar-benar pergi Furqon menghampiri Syfa yang sedikit murung karena akan di tinggal Furqon.
"Dinda...mas pamit ya, kamu baik-baik disini dan cepat kembali." Ucap Furqon sambil tersenyum.
"Iya mas." Ucap Syfa tersenyum merespon kata-kata Furqon.
Kemudian mereka keluar dari kamar dan menuju parkiran penginapan, Bintang, Syalu dan Syfa pun turut mengantar mereka ke parkiran. Setelah mobil yang di bawa Furqon pergi menjauh dari penginapan barulah Bintang mengajak Syalu dan Syfa masuk lagi ke penginapan
"Sya...apa kau ingin menemui orang tua mu hari ini apa besok pas hari terakhir saya Tausyiah." tanya Bintang pada Syalu.
"Menurut Ustadz bagaimana?" Tanya Syalu ke Bintang.
"Bagaimana kalau pas hari terakhir saya tausyiah, biar saya bisa fokus temani kamu." Ucap Bintang.
"Baiklah ustadz, saya menurut saja." Ucap Syalu.
"Baiklah kalau begitu kalian istirahat saja dulu, nanti pas waktunya kita pergi untuk tausyiah saya akan panggil kalian."Ucap Bintang.
" Kak apakah abah akan merestui Syfa dan mas furqon?"tanya Syfa tiba-tiba.
__ADS_1
"Syfa...kita fikirkan itu nanti ya, sekarang kita fokus dulu dengan tausyiah abang dan juga masalah Syalu." Jawab Bintang.
"Hum." Syfa mengangguk tanda setuju.
"Abang janji akan bantu bicara sama abah, yang penting kamu bersabar dan fokus aja dulu dengan sekolah nya."ucap Bintang
" Iya bang terima kasih, ya sudah kami kembali ke kamar ya bang."Ucap Syfa.
"Iya." jawab Bintang mengulas senyum.
"Assalamu'alaikum." Ucap Syalu dan A syfa serempak dan kemudian beranjak pergi ke kamar mereka.
"Waalaikumsalam." Jawab Bintang.
Di kediaman delon nampak Rosa tengah menata makanan di atas meja, Delon yang sedang duduk di ruang keluarga pun hanya terdiam dalam lamunan nya.
"Pa...papa...kita makan yuk...mama udah siapin di meja makan." Ucap Rosa sedikit berteriak pada suaminya.
Mendengar istrinya memanggil Delon pun beranjak dari duduk nya dan menuju ruang makan, langkah nya yang gontai dengan tatapan kosong seolah-olah menandakan dia sedang tak bersemangat, wajah yang lusuh dan sedikit pucat sangat terlihat jelas pada raut wajahnya karena semenjak mengetahui hal yang menimpa putrinya Delon sepertinya kurang istirahat.
Melihat suaminya yang terlihat lesu Rosa pun menyimpan sedikit kekhawatiran pada suaminya, tubuhnya yang dulu terlihat kekar dan bersih tidak seperti sekarang nampak terlihat kurus dan tak terurus.
"Papa nggak nafsu ma..., papa teringat Syalu putri kita, bagaimana nasibnya di luar sana... Hu..." Seketika Delon menangis sesegukan, hati nya begitu sakit kala mengingat nasib putrinya yang malang.
"Pa...mungkin Syalu sudah lupa sama kita, nggak mungkin kan dia nggak bisa hubungi kita barang sebentar."
"Kenapa mama bicara seperti itu? apa maksud mama?" ucap Delon yang tak suka dengan perkataan istrinya.
"Ya...kalau memang anak kita dalam kesulitan nggak mungkin kan dia nggak bisa hubungi kita minimal satu kali aja pa." Jelas Rosa.
"Dan kita juga nggak tau ma kondisi dia seperti apa, bisa saja kan dia mendapatkan kesulitan untuk menghubungi kita." Jawab Delon.
"Tapi pa..." Ucapan Rosa terhenti karena ada yang mengetuk pintu.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
"Assalamu'alaikum."Ucap Seseorang dari luar.
" Waalaikumsalam."Jawab Delon dan Rosa serempak.
"Siapa sih siang-siang bertamu kerumah orang, nggak tau apa ini jam makan siang." Tutuk Rosa.
Seketika mata Delon melotot kearah Rosa, dia benar-benar tidak suka dengan sikap istrinya yang kasar dan pemarah.
"Jaga sikap mu ma, seharusnya mama bersyukur masih ada yang mau bersilaturahmi kerumah ini." Sentak Delon.
"Iya...iya..." Sungut Rosa.
Kemudian Delon membukakan pintu untung tamu yang datang kerumah nya.
"Eh...pak Dedi...silahkan masuk pak!!!" Ucap Delon.
"Oh tidak pak Terima kasih, saya hanya ingin mampir sebentar, mau ngajak pak Delon kemasjid untuk persiapan tausyiah yang kedua di masjid Ar-Rahman." Ucap Pak Dedi salah satu tetangga pak Delon.
"Oh...seperti itu, begini pak seperti nya hari ini saya tidak akan pergi menghadiri tausyiah itu karena saya ada urusan keluarga." Ucap Delon.
"Oh...begitu ya pak, ya sudah pak kalau begitu saya permisi dulu, mungkin besok di saat penutupan acara tausyiah nya bapak bisa hadir."Ucap Dedi.
"Oh tentu pak, insya Allah besok saya akan datang apa lagi itu acara tausyiah penutupan."jawab Delon.
"Baiklah pak kalau begitu saya permisi, assalamu'alaikum?"Ucap Dedi.
" Waalaikumsalam."jawab Delon.
"Kenapa pak Dedi kesini pa? ada perlu apa?" Tanya Rosa.
"Cuma mau ngajak kemasjid buat hadirin tausyiah ustadz Bintang." Ucap Delon.
"Terus?" Rosa nampak penasaran.
"Ya papa bilang kalau papa nggak bisa hadir hari ini, papa bilang lagi ada urusan keluarga." Jawab Delon sedikit kesal.
"Papa kenapa berbohong? emang nya urusan keluarga yang mana maksud papa? lagian tumben papa nggak mau hadir di acara tausyiah itu, biasa nya nomer satu ikut-ikut yang begituan." Cebik Rosa.
"Papa nggak bohong ma, papa memang lagi ada urusan keluarga, yaitu sedang mencari keberadaan putri ku yang hilang, nggak mungkin kan papa bilang ke dia kalau papa cari Syalu yang di jual oleh suaminya ke laki-laki lain."Jawab Delon dengan sengit.
__ADS_1
Entah kenapa hati Rosa seperti batu, sedikit pun dia tidak menaruh cemas pada putri semata wayang nya, itulah yang membuat Delon selalu kesal pada istrinya, bahkan sedikitpun tidak ada air mata untuk anaknya yang sudah di bawa kemana oleh laki-laki yang tak di kenal.