DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 26. BEBAS


__ADS_3

"Lalu apa yang kau inginkan dari ku?" tanya Doni tiba-tiba.


Tentu saja hal itu membuat Syalu tersentak, di luar dugaan nya Doni bertanya apa yang dia ingin kan, hal itu bagaikan angin segar bagi Syalu, tentu dia tidak akan melewatkan kesempatan baik itu. ingin rasa nya dia jungkir balik di atas kasur, namun hal itu di tahan nya karena pasti akan membuat curiga Doni.


"Mas..., bisakah kau duduk sebentar, apa kita bisa bicara dari hati kehati?" tanya Syalu, dia sengaja sedikit mengulur waktu agar tidak terkesan buru-buru ingin bebas.


"Baiklah." Hanya itu yang di ucapkan Doni, Doni memilih duduk di ujung sudut tempat tidur nampak terlihat Doni sedikit menjaga jarak dengan Syalu.


Melihat hal itu tentu saja membuat Syalu nampak kegirangan, kali ini ide gila nya mampu membuat laki-laki itu menjaga jarak dengan diri nya.


"Maaf mas Doni, sepertinya kamu laki-laki baik, hanya saja cara kamu mencintai wanita itu salah, aku hanya berharap suatu saat kamu bisa berubah lebih baik lagi dan meninggal kan semua hal-hal buruk yang ada dalam diri kamu." Ucap Syalu dalam hati.


"Bicaralah!!!"Ucap Doni dingin.


" Mas..., aku tau kamu orang baik, oleh sebab itu aku mengatakan semua ini sama kamu, aku peduli sama kamu oleh sebab itu aku jujur masalah penyakit ini, aku nggak mau kamu menderita hanya karena kesalahan Rico."Jawab Syalu dengan mimik wajah memelas dan begitu sedih.


Mendengar perkataan Syalu hati Doni sedikit terenyuh, ada perasaan bersalah yang terselip dalam hati nya, sungguh berhati mulia wanita yang ada di hadapan nya saat ini, di saat kondisi seperti ini masih sempat-sempatnya dia memikir kan orang lain.


"Kenapa aku begitu bodoh ingin menyakiti wanita sebaik Syalu, hanya karena nafsu aku rela membeli harga diri nya dari laki-laki seperti Rico." Ucap Doni dalam hati dengan penuh penyesalan.


Melihat raut wajah Doni yang begitu sedih tentu saja seperti lampu hijau bagi Syalu, karena dengan begitu apa yang telah dia katakan Syalu sudah menyentuh hati laki-laki itu.


"Mas..." Panggil Syalu ke Doni.


Tentu saja hal itu membuat lamunan Doni buyar.


"Ya." Hanya hal itu yang mampu di ucapkan Doni.


"Mas baik-baik saja?" Tanya Syalu lagi.


"Ya...tentu, aku baik-baik saja." Jawab Doni.


"Maaf kalau kejujuran ku ini membuat mu sakit dan merasa di khianati, tapi aku nggak ada pilihan lain mas selain jujur." Ucap Syalu meyakinkan Doni.

__ADS_1


"Tidak masalah, justru aku berterima kasih pada mu, ternyata masih ada di dunia ini orang baik dan tulus seperti kamu yang mau perduli dengan hidup orang lain." Jawaban Doni seketika membuat Syalu sedikit tertampar, bagaimana tidak orang yang sudah menganggap nya jujur justru sedang memainkan peran hanya untuk bebas dari nya.


Syalu justru mendengar jawaban Doni matanya menjadi berkaca-kaca, ada perasaan tidak enak dalam hati nya, orang yang telah menganggap nya tulus justru sekarang sedang tengah di bohongi oleh diri nya.


"Hey...kok kamu malah nangis?" tanya Doni sambil bangkit dari tempat tidur menuju lemari pakaian nya, nampak Doni mengambil sehelai kemeja berwarna biru kemudian memberikan nya pada Syalu.


"Pakai ini!! tutupi tubuh bagian atas mu dengan kemeja ini."Perintah Doni sambil memberikan kemeja berwarna biru ke Syalu.


"Ha." Syalu nampak tercengang dengan perubahan sikap Doni yang tiba-tiba perhatian dan melunak.


"Ada apa? ada yang salah?" Tanya Doni.


"Ti...ti... dak." Ucap Syalu gugup.


Kemudian Syalu menyeka air mata nya, kali ini dia benar-benar yakin untuk bicara dengan Doni untuk minta di bebaskan, semoga ekspetasi nya sesuai dengan harapan nya.


"Apa ada yang ingin kau katakan?" tanya Doni, seolah-olah dia mengerti maksud dan tujuan Syalu.


Doni nampak melihat Syalu begitu gugup, perempuan itu nampak menyimpan sebuah kecemasan yang tak dapat di ungkapkan.


"Bicaralah, aku akan mendengar kan nya." Ucap, Doni dingin.


"Mas..., Apa boleh aku pergi dari rumah ini?" Tanya Syalu gugup.


Doni nampak tertegun dengan penuturan Syalu, dia masih bingung ingin memutuskan apa terhadap gadis itu, di sisi lain dia merasa tak rela melepaskan gadis itu, tapi di sisi lain dia juga tak mau egois, terlebih lagi Syalu saat ini sedang mengidap penyakit berbahaya.


"Kalau boleh tau apa alasan mu ingin pergi dari rumah ini? apa rumah ini kurang besar atau mungkin kurang nyaman untuk mu?" Tanya Doni.


"Tidak begitu mas, hanya saja aku ingin menemui kedua orang tua ku sebelum semuanya terlambat." Jawab Syalu berbohong.


"Apa maksud mu sebelum terlambat?" tanya Doni bingung.


"Mas, kedua orang tua ku belum mengetahui perihal penyakit ini, sebelum terlambat aku ingin memberi tahu mereka biar tidak ada penyesalan di kemudian hari." Jawab Syalu.

__ADS_1


"Jadi orang tua mu belum mengetahui hal ini?" Jawab Doni sedikit kaget.


Syalu hanya menjawab pertanyaan Doni dengan menggeleng kan kepala nya.


"Mas..., aku harap kamu bisa mengikhlaskan semua nya, aku berdoa semoga kamu mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari pada aku." Dengan percaya Diri Syalu meyakinkan Doni.


Sejenak Doni terdiam, hati nya kembali bergemuruh di saat dia harus mengikhlaskan kepergian Syalu, dalam hati tak henti-hentinya mengutuk pengkhianatan Rico terhadap diri nya.


"Mas..., aku sangat merindukan orang tua ku, aku akan sangat-sangat berterima kasih kepada mu jika kau mengizinkan aku pergi dari sini." Dengan mata berkaca-kaca Syalu memohon ke Doni.


"Aduh...gawat nih kalau sampai mas Doni berubah fikiran, aku harus apa nih...masa iya akting aku kurang meyakinkan." Gerutu Syalu dalam hati.


Doni melangkah ke arah jendela, dia termenung menatap ke arah luar jendela kemudian berkata.


"Baiklah Syalu, aku akan membiarkan mu pergi dari rumah ini." Ucap Doni kemudian.


"Ha?" Syalu tercengang mendengar jawaban Doni.


Melihat Syalu tercengang Doni tersenyum, kemudian menghampiri Syalu dan mengusap kepala Syalu dengan lembut.


"Ya gadis manis, aku akan membebaskan mu dengan satu Syarat." Ucap Doni.


"Apa Syarat?" Tanya Syalu bingung.


"Ya..., jika suatu saat kau bisa sembuh dan hati mu ingin kembali padaku maka datanglah kemari, tapi jika sebalik nya jika kau bisa sembuh dan tak ingin kembali pada ku maka aku harap kau juga tak kan kembali dengan laki-laki keparat itu." Dengan tegas Doni menyatakan syaratnya.


"Maksud mas Rico?" tanya Syalu bingung.


"Hm." Jawab Doni sambil mengangguk.


"Ya ampun mas, jangan kan kembali, menyebutkan nama nya saja aku rasanya pingin muntah, entah kenapa hati ini rasa nya tercabik-cabik kalau ingat perlakuan nya ke aku." Jawab Syalu meyakinkan Doni.


Setelah mendengar perkataan Syalu, kini Doni tidak ragu lagi untuk membuat perhitungan untuk Rico, semua pengkhianatan Rico akan di bayar mahal oleh nya.

__ADS_1


__ADS_2