DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 32. USTADZ JULIAN


__ADS_3

"Siapa sebenarnya gadis ini Bintang?" tanya Ummi Salmah penuh selidik.


"Maksud Ummi?" tanya Bintang tak mengerti.


"Maksud Ummi kau apakan gadis ini sampai-sampai kau sembunyikan di dalam bagasi mobil mu?" tuduh Ummi Salmah.


"Astaghfirullah...jadi Ummi menuduh Bintang yang melakukan semua ini?" Bintang balik tanya ke Ummi nya.


"Bu...bukan maksud Ummi menuduh mu nak, ta...tapi gadis ini? Ummi Salmah gelagapan menjawab pertanyaan Bintang.


"Ummi demi Allah Bintang nggak tau siapa gadis ini, sebelum nya juga Bintang nggak pernah bertemu dengan gadis ini."Jelas Bintang.


"Lalu gadis ini datang nya dari mana? nggak mungkin kan tiba-tiba ada di dalam bagasi mobil kamu?" tanya Ummi Salma lagi.


"Ya Bintang juga nggak ta..." Sejenak Bintang terdiam, sepertinya dia mengingat sesuatu.


"Ada apa? kenapa tiba-tiba kamu diam?" tanya Ummi lagi.


"Astaghfirullah Ummi, Jangan-jangan gadis ini yang di cari-cari oleh para pemuda itu!!!" tiba-tiba Bintang mengingat sesuatu.


"Pemuda?" tanya Ummi bingung.


"Iya Ummi, Pemuda yang tadi subuh nanya ke Bintang, pas Bintang lagi telpon Ummi." Jelas Bintang.


Sejenak Ummi Salmah terdiam seperti sedang mengingat-ingat sesuatu.


"Oh...iya kamu benar, tadi subuh pas kamu nelpon Ummi ada beberapa pemuda yang lagi nanya-nanya sesuatu ke kamu." jawab Ummi Salmah.


"Ummi tau nggak mereka tanya apa ke Bintang?"Ucap Bintang.


"Apa?"kata Ummi Salmah penasaran.


"Ya mereka nanya liat nggak ada cewek yang lewat sini, ya karena memang Bintang nggak liat jadi Bintang jawab apa ada nya." Jelas Bintang.


"Ya Allah nak, Jangan-jangan mereka itu mau berbuat jahat sama gadis ini." Imbuh Ummi Salmah.


"Bisa jadi Ummi, karena waktu itu Bintang mencium bau alkohol dari mulut mereka." Lanjut Bintang.


"Ya Allah kasian sekali dengan gadis ini."Iba Ummi Salmah.


"Ya udah Ummi, Bintang cari bik Iroh dulu ya, mau minta di bikinin teh panas."Ucap Bintang.


" Ya sayang, kamu juga jangan lupa mandi sekalian biar tubuh nya lebih segar."Jawab Ummi.

__ADS_1


"Ya...Ummi ku sayang...Ummi juga jangan lupa tuh...gantiin baju nya dia." Sambil menunjukan tangan nya kearah Syalu.


"Oh...iya Ummi hampir saja lupa." Jawab Ummi Salmah terkekeh.


Kemudian ustadz Bintang menuju dapur untuk menemui bik Iroh, asisten rumah tangga yang sudah puluhan tahun mengabdi dengan keluarga kiyai Somad, setelah menyampaikan pesanan nya Bintang menuju lantai atas untuk pergi kekamar nya dan segera membersihkan diri setelah perjalanan jauh nya.


Setelah tiba di kamar nya, Bintang tidak langsung membersihkan diri tapi justru dia malah berbaring dan melamun.


"Ya Allah...aku kenapa ya, kok dari tadi kepikiran terus dengan gadis itu." Gumam Bintang.


"Ini juga...jantung ku kok nggak berenti berdebar kencang ya."Ucap nya dalam hati sambil memegangi dada nya Bintang nampak senyum-senyum sendiri.


Ketika Bintang asik dengan lamunan nya tiba-tiba handphone nya berdering.


Kring


Kring


Kring


Seketika Bintang terkejut dan dengan cepat meraih handphone nya dari dalam saku celana nya.


"Oh...ustadz Julian, Assalamu'alaikum ustadz?" dengan cepat Bintang mengangkat telpon dan mengucap salam.


"Waalaikumsalam...ustadz Bintang, apa kabar? kata Kiyai Somad ustadz udah pulang dari bandung, apa benar begitu?"tanya ustad Julian pada Bintang.


Ustadz Julian merupakan sahabat dari ustadz Bintang sejak kecil, Julian merupakan anak asuh Kiyai Somad, sejak kecil Julian sudah menjadi yatim piatu dan tak ada sanak saudara yang mau mengurus nya, Oleh sebab itu Kiyai mengasuhnya hingga di jadi kan anak angkat sampai saat ini. Walaupun status mereka berbeda tapi Kiyai Somad tidak pernah membeda-bedakan mereka berdua, mereka di asuh dan di didik di tempat yang sama.


"Iya memang benar, aku ada perlu sama kamu dan sekaligus ingin bertanya sama kamu." Ucap Julian serius.


"Oh ya? apa ini sangat serius ustadz?"tanya ustadz Bintang lagi pada teman masa kecilnya.


Sedangkan orang yang di seberang sana sedang menahan tawa nya karena sukses membuat Bintang sahabat nya jadi penasaran dan terlihat serius.


"Tentu, ini sangatlah serius."jawab Ustadz Julian lagi.


"Baiklah, apa yang sebenarnya yang ingin ustadz bicarakan?" tanya Bintang serius.


"Em...em..." Seperti nya ustadz Julian memang sengaja memancing Bintang untuk lebih penasaran.


"Astaghfirullah...ustadz, cepat katakan kau ini sengaja ya mau buat saya penasaran?" Ucap Bintang.


Seketika tawa Julian pecah mendengar sahabat nya itu mulai penasaran.

__ADS_1


"Ha....ha...ha..." suara di seberang sana menggelegar seperti ingin memekakkan teliti ustadz Bintang.


"Astaghfirullah...ustadz Julian kamu kenapa? apa kamu lagi kesurupan?" tanya Bintang tak mengerti, Bintang masih belum paham kalau sebenarnya dirinya tengah di kerjai oleh sahabat nya.


Tawa Julian Kian pecah saat mendengar Bintang mengatakan diri nya kesurupan, Julian tertawa terpingkal-pingkal sambil mengeluarkan air mata, hingga tanpa di sadari nya, sudah banyak para santri tengah berkumpul memperhatikan nya.


"Istighfar...Julian istighfar...kau ini tertawa seperti orang kesurupan." sungut Bintang.


Sekarang dia baru paham kalau sebenarnya Julian hanya menggoda nya, karena sedang memikirkan seorang gadis membuat nya tidak fokus untuk berbicara dengan orang lain.


"Ha...ha...iya...iya...astaghfirullah...." Seketika Julian membalikan tubuh nya, alangkah terkejutnya Julian ketika melihat para santri berkumpul memperhatikan diri nya.


"Astaghfirullah...kalian ini..., ada apa? kenapa kalian ada disini?" tanya Julian bingung.


"Habisnya suara ustadz tertawa bikin kami penasaran, sebenarnya apa yang sedang Ustadz lakukan di belakang ruang kelas ini." Ucap salah satu santri.


Mendengar suara para santri bertanya pada Julian sekarang gantian Bintang yang mentertawakan Julian.


"Ha...ha...rasain tuh, jawab tuh ustadz santri nya nanya." Ucap Bintang.


"Is...kau ini Bintang, awas aja kalau ketemu." Ucap Julian kesal.


"Ya udah ya...aku mau mandi dulu, urus tuh para santri nya, ajak sekalian tertawa nya bareng-bareng biar kompak." Ucap Bintang menggoda Julian.


"Uh...sebel..." Cebok Julian.


"Assalamu'alaikum?" Ucap Bintang mengakhiri pembicaraan nya.


"Waalaikumsalam."Jawab Julian.


"Jadi Ustadz apa yang membuat ustadz tertawa seperti itu?"tanya salah satu santriwati yang suka dengan ustadz Julian.


"Bukan apa-apa, hanya sedang ingin tertawa saja, cepat kembali ke kelas kalian! tidak baik selalu ingin tau urusan orang lain."Jawab Julian dingin.


Mendengar jawaban ustadz yang di kagumi nya begitu dingin, Vika hanya tertunduk merasa tidak enak dengan jawaban ustadz Julian, yang di katakan ustadz Julian benar, tidak baik jika selalu ingin tau urusan orang lain.


"Maaf ustadz kami kira tadi ustadz kesurupan."Jawab santriwati yang lain dengan polos.


"Ha?"Julian terkejut mendengar kata-kata santri nya.


"Baiklah ustadz kami permisi dulu, assalamu'alaikum."Ucap Vika sambil berlalu pergi dan yang lain nya ikut mengekor di belakang Vika.


"Waalaikumsalam." Jawab Julian.

__ADS_1


Julian sedikit bingung dengan sikap Vika yang berubah jadi dingin, biasanya santriwati nya itu selalu tersenyum ketika mengucapkan salam saat berhadapan dengan diri nya, namun tidak kali ini, wajahnya terlihat sedih dan murung.


"Apa ada kata-kata ku yang salah ya?"Ucap Julian dalam hati.


__ADS_2