DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 58. JULIAN PANIK


__ADS_3

Tiga puluh menit kemudian Bintang dan Syalu telah selesai menghabiskan makanan nya.


"Alhamdulillah...kenyang." Ucap Bintang.


"Iya ustadz alhamdulillah, lagi laper-laper nya ketemu makanan favorit sungguh luar biasa perut ini senang nya." Ucap Syalu polos.


"Benarkah? apa kamu mau tambah lagi hum?" Ucap Bintang.


"Ah...tidak ustadz, aku sudah kenyang." Ucap Syalu malu.


"Ya sudah kalau gitu kita pesan buat yang lain setelah itu kita pulang."Kemudian Bintang memanggil pelayan untuk memesan makanan untuk di bungkus dan segera mengajak Syalu pulang ke penginapan.


Sedangkan Syfa, Julian dan Furqon nampak sudah bangun dari tidurnya dan telah melaksanakan shalat Ashar.


"Hum...kak Syalu kemana ya? kok pergi nggak bilang-bilang." Ucap Syfa cemas.


Sedangkan Julian dan Furqon nampak bingung kemana Bintang pergi, telpon pun tidak di angkat.


"Ini ustadz Bintang kemana sih? apa mungkin ada di kamar Syfa?" Ucap Julian.


"Masa sih ustadz? nggak mungkin lah ustadz Bintang masuk ke kamar perempuan, apa lagi ada yang bukan mukhrim nya." Ucap Furqon tidak yakin dengan pernyataan Julian.


"Iya juga sih."Jawab Julian agak ragu.


Ketika mereka sedang kebingungan, pintu kamar mereka pun terdengar ada yang mengetuk.


Tok


Tok


Tok


" Assalamu'alaikum, abang!!"Panggil Syfa.


"Waalaikumsalam."jawab Julian dan Furqon serempak.


Kemudian Furqon berjalan melangkah dan membuka pintu kamar nya, Ketika Furqon membuka pintunya.


Deg


Deg


" Sy...Syfa."Ucap Furqon tergagap.


"M... mas..." Syfa pun tergagap ketika mengetahui Furqon yang membuka pintu.


"Siapa Fur?"tanya Julian dari balik punggung Furqon.


"Ini aku kak, Syfa." Jawab Syfa dari luar pintu.


"Oh...Syfa, ada apa?" Tanya Julian.


"Ini kak, aku mau tanya di sini ada kak Syalu nggak?" Tanya Syfa.

__ADS_1


"Ha? jadi Syalu juga nggak ada dikamar?" tanya Julian kaget.


"Maksud kakak?" Tanya Syfa bingung.


"Iya...kami juga lagi bingung karena ustadz Bintang juga nggak ada kamar."Jawab Furqon.


"Astaghfirullah...Jangan-jangan?"Ucap Julian nampak Syok.


"Jangan-jangan apa kak?"nampak Syfa kebingungan dengan ekspresi Julian yang terkejut.


"Mereka...mereka...!! "Ucap Julian terhenti.


"Jangan bilang kamu mau bilang kalau mereka kawin lari." Tebak Furqon.


"Astaghfirullah...benar begitu kak?" tanya Syfa tak habis fikir pada Julian.


"He...he...ya kan mungkin aja." Ucap Julian cengengesan.


"Mana bisa begitu kak, kak Syalu kan udah nikah, lagian mana mungkin abang seperti itu, dia manusia yang punya akhlak dan tau aturan." Ucap Syfa kesal..


"Iya...iya maaf, kakak kan cuma bercanda."Ucap Julian menyesal.


"Bercanda nya nggak lucu, ini kita lagi serius."sungut Syfa.


"Udah-udah jangan pada ribut, mending sekarang kita keluar dan cari mereka, mungkin aja kan mereka keluar cari makan." Ucap Furqon.


"Nah...bener itu, ya udah yok kita cari!" ucap Julian membenarkan perkataan Furqon.


Di perjalanan menuju penginapan nampak Bintang dan Syalu saling diam, mereka nampak canggung untuk memulai pembicaraan. Namun Bintang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bicara dengan Syalu.


"Ehem..." Bintang berdeham untuk menghilangkan kecanggungan mereka.


"Ada apa ustadz? apa ustadz butuh minum?" tanya Syalu.


"Oh... tidak, aku hanya ingin batuk tapi tidak jadi."ucap Bintang gugup.


"Oh begitu."Jawab Syalu.


"Oh ya Syalu, apa rencana mu setelah ini?"tanya Bintang memulai pembicaraan nya.


"Maksudnya gimana ustadz?"tanya Syalu tak mengerti.


" Ya apa kamu setelah pulang dari acara Tausiyah ini akan kembali lagi ke pondok atau ingin kembali berasama suami mu?"tanya Bintang.


Deg


Deg


Sejenak Syalu terkejut mendengar pertanyaan ustadz Bintang, dia tidak habis fikir kenapa Bintang masih bertanya soal itu, apa Bintang tidak menyukai keberadaan nya di rumah kiyai Somad, atau mungkin ada hal lain. Sedangkan Bintang menanyakan hal tersebut hanya ingin memastikan saja, apakah Syalu masih ingin bertahan dengan laki-laki yang telah menjual nya atau memilih meninggalkan nya.


"Kenapa ustadz menanyakan itu?" ucap Syalu.


"Bukan apa-apa Sya, kamu kan masih berstatus istrinya, mau sampai kapan hubungan kalian seperti ini? kenapa tidak cepat kau selesai kan? menghindar seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah." Ucap Bintang.

__ADS_1


Syalu pun terdiam mendengar kata-kata Bintang, apa yang di katakan Bintang memang benar namun untuk saat ini dia masih belum berani untuk bertatap muka dengan laki-laki bajingan itu.


"Apa yang katakan memang benar , tapi untuk saat ini aku belum siap bertemu dengan nya, aku hanya ingin memastikan terlebih dahulu apakah kedua orang tua ku mendukung keputusan ku ini atau tidak." Ucap Syalu dengan rasa tak berdaya.


"Maaf kan aku Sya, aku tidak bermaksud membuatmu sedih, aku hanya ingin kau tidak larut dalam kesedihan hanya karena masalah ini, kau gadis yang baik dan kau berhak bahagia." Ucap Bintang, entah apa yang ada dalam fikiran nya kata-kata itu mencelos begitu saja, keluar dari bibir nya.


"Terima kasih ustadz untuk perhatian dan dukungan nya, tapi setelah ini aku hanya ingin melihat jawaban dari kedua orang tua ku mengenai masalah aku dan Rico."ucap Syalu.


" Semoga kedua orang tua mu terbuka mata hati nya dan dapat melihat mana yang baik dan buruk."Ucap Bintang.


"Amiin...Terima kasih ustadz."Ucap Syalu tulus.


Bintang hanya merespon kata-kata Syalu dengan tersenyum, kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju penginapan.


Di penginapan Syfa, Julian dan Furqon bersiap untuk mencari Bintang dan Syalu, ketika mereka akan keluar tiba-tiba Bintang dan Syalu sudah berada di hadapan mereka dengan mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum?" Ucap Bintang dan Syalu serempak.


"Waalaikumsalam." Jawab mereka serempak.


"Kak Syalu?" teriak Syfa penuh harus dan langsung memeluk Syalu.


"Ada apa Syfa?" tanya Syalu bingung.


"Kakak dari mana? kenapa kakak ninggalin Syfa? kalau ada apa-apa sama kakak Syfa mau jawab apa sama abah hiks..." Syfa menangis haru karena telah bertemu dengan Syalu.


Syalu dan Bintang tersenyum melihat kelakuan manis Syfa.


"Syfa...tenang lah, kakak ada disini tidak akan terjadi apa-apa dengan kakak, ini kampung kakak jadi tidak mungkin terjadi sesuatu sama kakak." Ucap Syalu menenangkan Syfa.


"Iya kalian ini kemana sih? kenapa kalian bisa hilang secara bersamaan? apa kalian sudah janjian untuk pergi keluar secara bersama?" ucap Julian dengan sederet pertanyaan.


Pletak...


Seketika sebuah Jitakan mendarat di kening Julian sehingga membuat laki-laki itu mengerang kesakitan.


"Aw...sakit...kau ini kenapa menjitak kepalaku!"ucap Julian sambil mengelus-elus kening nya.


" Rasain..."Ucap Furqon cekikikan.


Sedangkan Syalu dan Syfa tersenyum melihat Julian yang merasa kesakitan.


"Makanya kalau nanya satu-satu, kaya detektif saja kau ini." Celetuk Bintang.


"Is kau ini, aku kan cuma khawatir, maka nya kalau kemana-mana itu bilang." Sungut Julian.


"Iya bawel, ya udah mending sekarang kalian makan dulu, ini sudah kita bawakan." Ucap Bintang.


"Tapi kau belum menjelaskan kemana kalian berdua pergi?" ucap Julian yang masih penasaran.


"Makan saja dulu, nanti akan ku ceritakan bagaimana bisa kami berdua pergi bersama." Ucap Bintang.


Kemudian mereka semua masuk kedalam kamar Bintang, dengan pintu kamar terbuka, karena Syfa memilih makan bersama dari pada sendirian karena Syalu lebih dulu makan bersama Bintang.

__ADS_1


__ADS_2