DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 33. SADARKAN DIRI


__ADS_3

Tidak mau terlarut dengan pemikiran nya kini ustadz Julian juga pergi meninggalkan tempat itu dan segera masuk kelas untuk melaksanakan tugas nya.


Sedangkan di kediaman ustadz Bintang, kini dia telah selesai dengan ritual mandinya, wajahnya terlihat begitu segar setelah mandi, karena berada di rumah Bintang hanya mengenakan baju kaos biasa namun itu semua tidak mengurangi ketampanan nya.


Ummi Salmah telah seley mengganti pakaian Syalu, bik Iroh juga telah menyiapkan teh hangat dan makanan untuk Syalu.


"Semoga cepat pulih nak, kau sangat cantik tapi entah kenapa di raut wajahmu seperti penuh tekanan."Gumam Ummi Salmah.


Ketika Ummi Salmah sibuk dengan memandangi Syalu tiba-tiba dia di kejutkan dengan suara ketukan pintu.


Tok


Tok


Tok


"Assalamu'alaikum Ummi?"suara Bintang mengejutkan Ummi Salmah.


"Waalaikumsalam...sini nak masuk!" jawab Ummi Salmah.


"Ada apa Ummi? kenapa Ummi memperhatikan gadis ini dengan seksama?" Ujar Bintang.


"Tidak apa-apa nak, Ummi hanya memperhatikan gadis ini, sepertinya dia gadis yang baik, dia sangat cantik tapi entah kenapa di raut wajahnya seperti penuh dengan banyak tekanan."Jelas Ummi Salmah.


Kemudian Bintang mendekati ibu nya dan memperhatikan wajah Syalu.


"Ummi benar, dia sangat cantik dan Bintang belum pernah melihat gadis secantik ini."Ujar Bintang sambil tersenyum.


"Ha?"Ummi Salmah terkejut mendengar Bintang memuji gadis yang baru dia kenal, padahal selama ini dia selalu bersikap dingin dengan wanita manapun.


Melihat reaksi ibu nya tentu membuat Bintang jadi salah tingkah dan baru menyadari apa yang telah dia ucapkan.


"Ini Ummi...anu...iya ma...mak...sud Bintang kasihan gadis ini, dia tertekan."Jawab Bintang gugup, dia hanya menundukan wajahnya karena menahan malu pada Ummi nya.


"Ada apa ini Bintang? apa yang terjadi sama kamu hum? nggak biasa nya anak Ummi yang tampan ini memuji-muji gadis seperti ini." Goda Ummi Salmah.


"Sungguh Ummi nggak ada apa-apa."Jawab Bintang.


Kini wajahnya seperti tomat merah, dia merasa malu karena di goda terus oleh sang ibu.


"Hm...seperti nya tahun ini Ummi dan Abah akan dapat mantu nih...!!"Goda Ummi Salmah lagi.

__ADS_1


"Ummi...!!!"Lagi-lagi Bintang merasa malu karena di goda sang ibu.


Ketika mereka sedang asik bercanda tiba-tiba Bintang melihat tangan Syalu bergerak, dan mata nya perlahan-lahan terbuka.


" Ummi...lihat dia sadar."Ucap Bintang.


Dengan cepat Ummi Salmah mendekati Syalu dan memberikan teh yang telah di siapkan.


"Di minum dulu nak teh nya!" Kemudian Ummi Salmah membantu Syalu untuk meminum teh tersebut.


Dengan sangat hati-hati Syalu menyeruput teh hangat tersebut. Setelah selesai meminum teh tersebut Syalu nampak mengedarkan pandangan nya di dalam kamar tersebut, dia masih bingung sedang berada dimana saat ini dirinya, hingga pandangan itu tertuju pada laki-laki yang tengah berdiri di ujung tempat tidur sambil melipat kedua tangan nya di dada.


"Masya Allah, tampan sekali laki-laki ini, kenapa begitu damai jika memandang nya." Ucap Syalu dalam hati.


Tak jauh beda dengan Bintang, dia jadi salah tingkah ketika Syalu memandangi diri nya, tatapan keduanya beradu seolah-olah mereka sedang berkomunikasi lewat hati.


"Kenapa dia menatap ku seperti itu, ini juga Jantung ku kenapa berdebar-debar nggak karuan, Masya Allah mata nya sungguh indah."Lagi-lagi Bintang tanpa sadar memuji kecantikan Syalu dalam hati.


Saat kedua nya saling memandang, Ummi Salmah mengejutkan kedua nya.


"Ehem..." Ummi Salmah berdeham.


"Bagaimana keadaan mu nak? apa ada yang sakit?" tanya Ummi Salmah pada Syalu.


"Sudah lebih baik bu, Terima kasih."Jawab Syalu kaku.


"Apa yang terjadi dengan mu nak? kenapa bisa ada di dalam bagasi mobil milik Bintang?" tanya Ummi Salmah lembut.


"Ha? Bintang?"Jawab Syalu terkejut.


"Iya...Bintang, ini anak Ummi dan nama nya Bintang."Sambil menoleh ke arah ustadz Bintang dan memegang pergelangan tangan nya.


"Oh...jadi nama nya Bintang, sesuai dengan nama nya, orang nya tampan dan bersinar, entah kenapa aku merasa damai jika melihat nya." Ucap Syalu dalam hati sambil tersenyum.


"Hey...dia tersenyum, lihat lah senyuman nya itu membuat hatiku merasa tak karuan, astaghfirullah ada apa ini? kenapa aku terus memperhatikan nya." Bisik Bintang dalam hati.


"Nak...kau belum menjawab pertanyaan Ummi, tapi baiklah jika kau belum mau cerita Ummi tidak memaksa." Ucap Ummi Salmah.


"Tidak bu, aku akan menceritakan semuanya."Jawab Syalu dengan yakin.


Kemudian Syalu menceritakan semuanya dari awal, dari dia yang baru menyeluruh pendidikan nya di SMA, perjodohan dengan Rico hingga terjadi penjualan di malam pertama nya, dan terakhir di saat dia bebas dia di kejar-kejar oleh sekumpulan pemuda yang ingin melecehkan nya. Dengan sekuat tenaga Syalu menahan tangis nya, namun di setiap kisah yang dia ceritakan selalu membuatnya merasa sakit dan pilu.

__ADS_1


"Sudah...sudah, jangan di teruskan nak, Ummi tidak sanggup mendengar nya." Ucap Ummi Salmah menghentikan cerita Syalu.


Kemudian Ummi Salmah langsung memeluk Syalu dan turut menangis, dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada diri nya jika di posisi Syalu.


"Malang sekali nasib mu nak, kenapa ibu mu begitu tega dengan anak gadis nya sendiri."Ucap Ummi Salmah lagi.


Tangis Syalu semakin pecah ketika Ummi Salmah memeluknya dengan kasih sayang, hati nya merasa pilu, kenapa disaat seperti ini malah orang lain yang lebih perduli dari pada kedua orang tuan nya.


"Jadi dia sudah menikah?" Ucap Bintang dalam hati dengan penuh kecewa.


"Ibu." Seketika Syalu menghentikan tangis nya.


"Panggil Ummi nak, Ummi lebih senang jika kau memanggil ibu sebagai Ummi, sama seperti Bintang."Jawab Ummi Salmah.


"Baik Ummi, Ummi boleh tidak Syalu tinggal disini sementara, sampai Syalu benar-benar aman jika harus pulang kerumah."Ucap Syalu.


Kemudian Ummi Salmah tersenyum mendengar perkataan Syalu.


"Jadi gadis cantik ini nama nya Syalu hum?" Ucap Ummi Salmah sambil memegang dagu mungil milik Syalu dan tersenyum.


"Oh...Jadi nama nya Syalu." Batin Bintang.


"I...ya Ummi."Ucap Syalu gugup.


"Baiklah, nanti akan Ummi putuskan Syalu bisa tinggal disini apa tidak, setelah Abah pulang dari pondok pesantren ya." Ucap Ummi.


"Ha? Abah?" Ucap Syalu bingung.


"Iya Abah, dia itu Ayahnya Bintang, dan disini semua orang memanggilnya Abah, kecuali di pondok pesantren semua orang menyebut nya Kiyai Somad."Jelas Ummi Salmah.


"Apakah saat ini aku berada di sekitar pondok pesantren Ummi." Tanya Syalu.


"Hm."Jawab Ummi Salmah sambil tersenyum.


"Ummi apa Syalu boleh belajar di pesantren...em..." Kata-katanya terhenti karena bingung ingin menyebutkan nama pesantren nya tapi dia tidak tahu.


"Pesantren An-Nur." Jawab Ummi melanjutkan kata-kata Syalu.


"Iya Ummi." Jawab Syalu tersipu.


Ummi Salmah tersenyum melihat kepolosan Syalu, entah kenapa dia begitu bahagia melihat anak gadis itu, dia sudah merasa kenal sejak lama dengan gadis di hadapan nya, entah tiba-tiba saja Ummi Salmah berdoa di dalam hati nya jika dia menginginkan Syalu menjadi Istri anak nya yaitu Bintang.

__ADS_1


__ADS_2