DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 37. JAGA JARAK


__ADS_3

"Ya ampun...kok jadi bengong sih."Rutuk Julian.


Bintang tersentak dari lamunan nya karena mendengar omelan Julian.


"Aku sedang memikirkan kata-kata mu." Jawab Bintang yang masih bingung.


"Apa yang harus di fikirkan, sekarang gini logika nya, itu salah satu santri kita yang nama nya gendis setiap menit dan detik kalau liat kamu kayak cacing kepanasan, terus kamu ngerasain sesuatu nggak kalau dekat dia?" tanya Julian.


"Enggak, justru aku ilfil sama gadis itu, entah kenapa gadis itu, yang jelas kalau liat dia aku jadi risih."Jawab Bintang spontan.


"Nah...kan apa aku bilang, sangat beda dengan gadis satu ini, respon jantung mu berdegup kencang kan kalau liat atau dekat dengan gadis ini."Ucap Julian sok tau.


"Iya."Jawab Bintang patuh sepet kerbau di cucuk hidung nya.


"Nah...tunggu apa lagi, cepat segerakan!"Ucap Julian penuh semangat.


"Apa nya?" tanya Bintang bingung.


"Masya Allah...ya itu segerakan taaruf dengan gadis pujaan hati mu itu."Jawab Julian kesal.


"Kau ini ya...kalau kasih ide gila nya nggak ketulungan, masa iya baru kenal langsung mau taaruf." Cebik Bintang.


"Lah...emang sebagus nya langsung taaruf kan, untuk menghindari hal-hal yang tidak di ingin kan, cepat di halal kan, nanti kalau sudah di ambil dan miliki orang nyesel loh." Ledek Julian.


Seketika wajah Bintang tertunduk lesu, dia merasa bingung ingin menjelaskan apa ke Julian, melihat hal itu Julian merasa heran dan bertanya.


"Ada apa? kenapa wajah mu seperti itu? kalau kamu nggak maju, aku yang maju nih." Ledek Julian.


"Uh...dasar konyol." Ucap Bintang sambil menoyor kepala Julian.


"Hey...jangan kepala napa, ini rambut udah rapi, kalau kayak gini kan ketampanan dan kharisma ku hilang." Sungut Julian pura-pura.


"Iya-iya maaf, habisnya kamu nyebelin."Ucap Bintang.


" Jadi gimana?"tanya Julian lagi.


"Apa nya?" jawab Bintang tak mengerti.


"Subhanallah...ustadz tampan ini habis makan apa sih? kok loading nya jadi lambat gini, lagi habis paket internet nya ya?"Lagi-lagi Julian meledek Bintang.

__ADS_1


"Is...kau ini." Cebik Bintang.


"Jadi apa masalah nya sekarang?" Tanya Julian penasaran.


"Masalah nya dia sudah ada yang memiliki."Jawab Bintang sedikit ngegas.


"A...apa? me... me.. miliki?" tanya Julian tergagap.


Seketika Bintang menoleh kearah Julian, dia heran kenapa sahabat nya jadi gelagapan.


"Kamu kenapa? habis nelen biji salak?" Ucap Bintang membalas ledekan sahabatnya.


"Is...kau ini, memiliki bagaimana maksud kamu?" tanya Julian tak mengerti.


"Dia suda menikah." Jawab Bintang tertunduk lesu.


"Apa....???" lagi-lagi Julian terpekik dan dengan ekspresi mata melotot ke arah Bintang.


Bagaikan di sambar petir di siang bolong Julian mendengar pengakuan sahabat masa kecilnya itu. Dia tak habis fikir kenapa sahabat nya itu terjerat cinta dengan istri orang, selama ini Bintang tidak pernah jatuh cinta apa lagi dekat dengan perempuan lain, setiap ada perempuan yang mendekati dia selalu menghindar dan bersikap dingin.


"Hey...matamu itu kenapa? jangan melotot seperti itu, nanti aku colok dan ku jadikan cilok mau...???"Ucap Bintang berseloroh.


"Hum."jawab Bintang sambil menganggukan kepala.


"Astaghfirullah...Bintang ini nggak bener, kamu harus jauhi perempuan itu,aku nggak mau kamu di cap sebagai pebinor."Ucap Julian.


Raut wajah Bintang sedikit berkerut, dia tidak mengerti dengan yang di ucap akan oleh sahabat nya, entah bahasa planet mana yang di pakai oleh Julian untuk menasehati nya.


"Kenapa dengan wajah mu?"Tanya Julian.


"Aku heran, kamu pakai bahasa apa sih? nggak ngerti aku istilah pebinor yang kamu maksud." Jawab Bintang.


"Oalah...kamu itu ya, udah ngasih tausyiah keliling dunia tapi pebinor aja nggak tau." ledek Julian.


"Trus pebinor apa?" tanya Bintang polos.


"Kamu pernah dengar istilah pelakor kan?" tanya Julian serius.


"Hum...,perebut laki orang kan."Jawab Bintang sambil menganggukan kepala nya.

__ADS_1


"Nah...pebinor ini artinya perebut bini orang." Jelas Julian.


"Astaghfirullah...jadi itu artinya?" tanya Bintang tak percaya.


"Yups...betul sekali, jadi aku harap kamu jaga jarak dengan perempuan itu, kamu boleh menolong nya tapi tidak untuk mencintai nya." Ucap Julian dengan bijak.


Sejenak Bintang tercenung dengan kata-kata sahabat nya, apa yang di katakan Julian memang benar, tidak sepantas nya dia memiliki perasaan dengan istri orang, apa lagi saat ini wanita itu sedang menghadapi banyak masalah, tentu dia tidak ingin di anggap memanfaatkan keadaan.


"Baiklah, terima kasih kawan untuk nasehat dan pendapat nya, kau memang the best." Ucap Bintang sambil mengacungkan jempolnya.


"Sama-sama kawan, aku hanya ingin yang terbaik untukmu, lagian kau sangat tampan dan pintar, banyak wanita cantik di luar sana yang ingin mengantri jadi pacar atau pun istri mu, salah satu nya Gendis." Ucap Julian cekikikan.


"Is...kau ini." Sungut Bintang.


"Hey...kenapa kau tak mau dengan Gendis? dia kan juga cantik dan sholehah." Lagi-lagi Julian menggoda Bintang.


"Ya sudah buat mu saja." Celetuk Bintang.


"Yakin? hum?"Lagi-lagi Julian menggoda Bintang.


"Ambilah, aku tidak berminat, ya sudah aku mau menyusul Abah ke pesantren dulu habis itu kami mau langsung pulang." Ucap Bintang sambil beranjak dari tempat duduk nya.


"Hey...kau ini, dikira barang apa si Gendis nya."Seloroh Julian sambil bangkit dari tempat duduk nya.


"Kita mau makan siang bersama di rumah, kamu nggak ikut sekalian?"ajak Bintang pada Julian.


"Nggak ah...aku takut nanti jatuh cinta sama istri orang." Ucap Julian sambil cekikikan.


"Juliaaaannn....jangan mulai deh, anggap saja itu sebuah kekhilafan." Ucap Bintang, namun di hatinya sedikit ragu dengan kata-kata nya sendiri.


"He...he...ya udah iya, ingat ya jaga hati dan pandangan biar nggak khilaf lagi." Ucap Julian mengingat kan.


"Siap Bos." Jawab Bintang sambil mengacungkan jempol.


"Ya udah sekarang kita ke pesantren nya barengan aja, sekalian mau jemput Abah dan Syfa." Ucap Bintang.


Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan masjid menuju pesantren, sepanjang jalan mereka bercanda layak nya sahabat yang tak dapat di pisahkan, selama ini tidak ada rahasia di antara mereka, Bintang merupakan laki-laki yang pendiam dan juga dingin, tapi itu hanya berlaku untuk para wanita di luar sana terutama yang terobsesi dengan dirinya. Tapi untuk bersama teman dan keluarga nya Bintang merupakan anak dan sahabat yang ceria dia juga sangat ramah, bahkan Syfa saja sering menerima kejahilan yang di lakukan oleh Abang nya.


Berbeda lagi dengan Julian, gaya nya yang cool tak kalah juga jadi rebutan para santri, walaupun dirinya sering asal ceplos namun Julian tipe yang dapat di percaya, untuk itu Bintang selalu bertukar fikiran dengan diri nya.

__ADS_1


__ADS_2