DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 18. KEBOHONGAN RICO


__ADS_3

"Secepatnya Doni akan nikahin Syalu bik." Kata Doni tiba-tiba.


"Tapi tuan." Ucapan bik Jum terhenti karena Doni memotong nya.


"Bibik dukung niat Doni kan?" Lagi-lagi Doni membuat bingung bik Jum.


"Tuan, bibik akan mendukung hal apapun selagi itu membuat tuan bahagia, tapi tidak dengan merebut istri orang lain." Ucap bik Jum.


"Doni nggak ngerebut Syalu bik, justru Doni menyelamatkan Syalu dari laki-laki yang tidak mencintai nya." Tegas Doni.


"Tapi tidak semudah itu tuan menikahi nya, karena status nya masih istri orang." Jelas bik Jum.


"Semua itu akan Doni urus setelah Syalu mau berpisah dengan Rico." Ucap Doni.


"Astaghfirullah...bibik bingung tuan, bagaimana menyikapi masalah ini, di sisi lain bibik ingin melihat tuan bahagia, tapi di sisi lain bibik tidak ingin tuan ambil jalan seperti ini." Pungkas bik Jum.


"Bibik nggak usah bingung, bibik cukup dukung dan suport Doni untuk dapatin Syalu." Ucap Doni.


"Baik tuan, bibik akan coba bicara dengan nyonya Syalu, semoga nyonya Syalu mau ngebukak hati nya buat tuan." Tambah bik Jum.


"Terimakasih bik." Dengan penuh haru Doni menggenggam tangan bik Jum.


"Sama-sama Tuan, bibik hanya ingin tuan bahagia." Mata bik Jum mulai berkaca-kaca.


"Bik Doni mohon mulai sekarang jangan panggil Doni dengan sebutan tuan lagi ya, dari dulu Doni nggak suka, tapi bibik masih aja kekeh." Sungut Doni.


"Ya udah iya... nanti bibik panggil Aden aja ya, Gimana menurut tuan?" Tanya bik Jum.


"Tuh kan, di panggil tuan lagi." Seperti anak kecil Doni merengek pada bik Jum.


"Ups... bibik lupa." Kemudian mereka berdua tertawa lepas, sudah lama bik Jum tidak melihat Doni sebahagia ini.


"Semoga kebahagiaan den Doni tidak akan pernah hilang dari hidup nya, semoga nyonya Syalu memang yang terbaik untuk dirinya." Ucap bik Jum dalam hati.


"Ya udah den, bibik mau lanjut kedapur habis itu mau langsung temuin nyonya Syalu." Lanjut bik Jum.


"Ya bik." Jawab Doni.


Menjelang siang Pak Delon nampak tengah gusar, hati nya jadi tidak tenang karena ke fikiran anak semata wayang nya. Karena sampai detik ini Syalu belum memberi kabar dan juga tidak bisa di hubungi. Melihat suami nya begitu cemas Rosa tentu tidak tinggal diam.


"Papa kenapa sih, mama perhatikan kayak setrikaan mondar-mandir nggak jelas." Ucap bu Rosa.


"Ma. Papa benar-benar khawatir sama Syalu, kenapa sampai detik ini dia belum memberikan kabar." Jawab pak Delon.


"Papa ini ya, di bilangin nggak usah khawatir, Syalu itu udah gede pa, lagian Rico juga pasti jagain dia kok." Dengan acuh bu Rosa menjawab.


"Mama ini ya, benar-benar keterlaluan, nggak ada prihatin sama sekali sama anak!" Bentak pak Delon.


"Kok papa malah nyalahin mama sih, mama tu yakin pa, Syalu itu baik-baik aja." Ketus Rosa.

__ADS_1


"Ma. Firasat papa nggak enak dari kemarin, papa yakin ada yang nggak beres, ini juga Rico nggak bisa di hubungin." Cemas pak Delon.


Beberapa saat kemudian handphone milik Rosa berdering.


Kring


Kring


Kring


Ternyata yang menelfon adalah Rico, dengan cepat Rosa memberi tahu suami nya.


"Tuh... lihat pa, panjang umur ini anak, baru juga papa omongin." Ucap Rosa.


"Ya udah cepat angkat, tanyakan Syalu gimana kondisinya!" pungkas Delon.


"Iya... iya...sabar napa...!"Jawab Rosa.


Kemudian Rosa mengangkat telfon dari Rico.


" Hallo... assalamu'alaikum nak?"Ucap Rosa.


"Waalaikumsalam..., apa kabar mama dan papa?" tanya Rico basa basi.


"Baik nak, kalian bagaimana? ini papa kamu khawatir banget dari kemarin kalian nggak ada kabar."Kata bu Rosa langsung.


"Coba speaker ma, papa mau denger." Ucap Delon dari samping Rosa.


"Iya... iya... ribet banget sih papa ini." Ketus Rosa.


Ternyata Rico mendengar kalau di dekat Rosa ada pak Delon sang mertua. Dengan cepat dia menegur sang papa mertua, karena dia yakin pak Delon akan menanyakan kenapa handphone tidak aktif dan SMS juga tidak di balas.


"Disana ada papa ya ma?" Tanya Rico pura-pura.


"Iya Rico, ini papa." Jawab pak Delon langsung.


Rico cukup tergagap ketika mendengar suara pak Delon secara langsung.


"Oh.. pa.. pa, maaf ya pa Rico nggak tau, maaf juga Rico nggak sempat kabarin karena HP nya mati." Lagi-lagi Rico berbohong.


"Nggak apa-apa Rico, papa cuma khawatir dengan Syalu, apa papa bisa bicara dengan Syalu?" Tanya Delon.


Deg


Deg


Deg


Jantung Rico seketika mau copot ketika pak Delon meminta ingin berbicara langsung dengan Syalu. Lagi-lagi dia harus mencari alasan yang tepat supaya sang mertua tidak curiga.

__ADS_1


"Ini pa, bukan nya nggak ngasih papa buat bicara sama Syalu, tapi Syalu nya belum bangun pa."Untuk kesekian kali nya Rico berbohong.


" Tapi Rico."Kata-kata pak Delon terhenti karena di potong Rosa.


"Aduh... papa ni gimana sih, ya udah nanti aja ngobrol sama Syalu nya, jangan maksa gitu ah...!" Sungut Rosa.


"Tapi ma, ini udah jam 10 pagi, nggak biasanya Syalu masih tidur jam segini." Bantah Delon.


"Ini pa, kita semalam bergadang sampai subuh." Ucap Rico tiba-tiba, dia sudah tidak ada akal lagi untuk menghindari papa mertua nya.


Ketika mendengar Rico bicara seperti itu pak Delon tiba-tiba terdiam, kali ini bisa jadi alasan Rico masuk akal, tapi jauh dalam lubuk hati pak Delon dia belum merasa puas dan tenang jika belum mendengar suara putri kesayangan nya.


"Papa ini di bilangin ngeyel, mereka itu masih muda pa, ngelewatin malam pertama itu nggak mungkin hanya satu ronde apa dua ronde."Jawab Rosa.


Deg


Deg


Mendengar malam pertama hati Rico sedikit bergetar.


"Boro-boro satu atau dua ronde nikmatin bukit kembar nya aja belum."Gerutu Rico dalam hati.


"Rico, papa minta kalau Syalu sudah bangun tolong suruh hubungi papa, ada yang mau papa bicarakan." Ucap pak Delon.


"Baik pa." Jawab Rico lega.


"Akhirnya papa mertua dan ibu mertua percaya dengan semua alasan ku." Ucap Rico dalam hati.


Sedangkan pak Delon berlalu pergi meninggalkan sang istri yang masih mengobrol dengan menantu nya.


"Ya udah Rico, telfon nya mama tutup dulu ya, mama mau ke salon dulu." Ucap Rosa kemudian.


"Oke ma. Salam buat papa ya." Jawab Rico, kemudian mengakhiri sambungan telfon nya dengan sang mertua.


Sedangkan di lain tempat nampak pak Darto tengah sibuk memeriksa beberapa berkas.


"Pa...kita bulan depan aja ya pulang nya."Pinta bu Mar.


" Kenapa mama tiba-tiba ingin lama di kota?"tanya pak Darto penasaran.


"Ya nggak apa-apa pa, pengen aja disini lama-lama."Ucap bu Mar.


" Tumben mama mau lama-lama disini, biasanya baru Satu hari udah minta pulang, pasti ke fikiran si Rico."Ledek Darto.


"Ih... papa tu ya... ledekin mama terus, ya beda lah pa, kalau kemarin kan Rico sendirian, tapi kalau sekarang udah ada istrinya ada yang perhatian ama Rico."sungut bu Mar.


" Iya-iya papa percaya."Ucap Darto mengalah.


Kemudian Darto dan Mar terkekeh bersama, mereka merasa kembali muda saat menikmati waktu berdua tanpa ada gangguan.

__ADS_1


__ADS_2