
"Is...kau ini, dasar anak nakal!!!" ucap Delon sambil membelai kepala Syalu.
"Mari bah saya antar kedepan!" Ucap Bintang menawarkan diri.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi, assalamu'alaikum?" Ucap abah Sudin berpamitan.
Kemudian Delon dan Bintang mengantar abah Sudin sampai teras dan disana jemputan nya pun sudah menunggu, setelah melepas kepergian abah Sudin Bintang dan Delon masuk kedalam rumah sambil berbincang, sedangkan Syalu dan Syfa telah membereskan beberapa piring dan gelas sehabis mereka menikmati makanan penutup.
"Sya...ajaklah nak Syfa beristirahat ke kamar mu, kasianungkin dia lelah ingin istirahat."Ucap Delon pada putrinya.
"Iya pa, papa juga istirahat...dan untuk pak ustadz selamat istirahat itu kamar nya sudah saya beresin tadi sama Syfa." ucap Syalu namun seketika dia langsung terdiam mencerna kata-katanya sendiri.
"Is...dasar otak somplak ngapain sih pakai bilang gitu ke ustadz, kaku kan jadi nya...aduh....mau kabur...tapi ni kaki kayak ada yang gantunginnn..." ucap Syalu dalam hati dengan posisi kepala menunduk.
Sedangkan Bintang yang mendengar kata-kata Syalu sedikit menyipitkan matanya, karena bagi nya baru kali ini ada perempuan yang mengucapkan selamat istirahat selain ummi nya dan juga adik nya, entah harus bahagia atau sedikit kaku mendengar kata-kata itu dari Syalu, namun ketika dia perhatikan seksama wajah Syalu yang sudah memerah seperti tomat akhirnya dia berinisiatif untuk menggoda nya.
"Maaf Sya...tadi kamu ngomong apa ya?" goda Bintang.
"Ha?" Syalu tercengang mendengar kata-kata Bintang, ada sedikit dongkol di hati nya karena dia sudah menahan malu dari tadi.
Sedangkan Syfa dan Delon terkekeh melihat ekspresi Syalu yang sedikit kesal, merasa tak tega dengan reaksi Syalu akhirnya Bintang pun menyerah untuk menggodanya.
"Hehe... maaf nona Syalu, saya hanya bercanda, Terima kasih karena sudah mempersiapkan semua nya untuk saya, dan selamat istirahat untuk mu." Ucap Bintang di sertai senyum termanis nya.
"Ya ampun...meleleh deh kalau udah lihat senyum nya, kenapa ustadz ganteng banget sih? senyum nya itu loh...bikin jantung jedag jedug..." Ucap Syalu dalam hati.
"Ayo kak istirahat, aku udah ngantuk banget." Ajak Syfa mencair kan suasana.
Kemudian Syalu dan Syfa berlalu ke kamar dan istirahat, sedangkan Delon dan Bintang masih duduk di ruang tamu, sebagai orang tua kandung dari Syalu Delon perlu membahas hal yang serius mengenai rencana gugatan cerai Syalu terhadap Rico.
"Ustadz...sekali lagi saya benar-benar berterima kasih atas bantuan ustadz karena sudah menyediakan pengacara untuk Syalu." Ucap Delon memulai pembicaraan.
"Mohon maaf Pak, kalau boleh saya meminta jika kita tidak sedang berada di acara resmi atau, sebagai nya tolong jangan panggil saya ustadz, cukup panggil nama saja." Ucap Bintang dengan lembut.
__ADS_1
"Tapi nak...kau kan memang ustadz."ucap Delon tersenyum.
"Ya...itu untuk status di luar saja, kalau di rumah saya tetap seorang anak dan orang biasa."Ucap Bintang.
"Baiklah ustadz...eh...maksud ku Bintang."Ucap Delon tergagap.
Kedua nya tersenyum kaku, sampai akhirnya mereka memulai pembicaraan serius.
"Pak...mengenai urusan Syalu saya benar-benar iklas membantu nya, besok pagi pengacara saya akan tiba di sini."ucap Bintang.
"Allah maha baik, di saat kondisi putriku benar-benar terpuruk Allah mengirim kan malaikat penolong seperti mu nak."Ucap Delon terharu.
"Jangan terlalu memuji pak, nanti saya jadi lupa diri." ucap Bintang dengan rendah hati.
Kemudian mereka terkekeh bersama. tak terasa hari semakin larut akhirnya mereka pun memutuskan untuk beristirahat.
Keesokan harinya,nampak dia gadis cantik tengah berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan.
"Kak nasi goreng sefood nya kayak nya enak ya, bikin aku ngiler aja." Ucap Syfa sambil mengaduk teh.
"Tau nggak kak, ini menu sarapan kesukaan abang loh."Ucap Syfa sambil sedikit menggoda Syalu.
"Oh ya...kebetulan dong,ya mudah-mudahan ustadz suka sama rasanya."ucap Syalu sedikit tersipu.
"Oh ya kak ntar kalau kita pulang ke pondok kakak ikut kan?"ucap Syfa serius.
Sejenak Sylu terdiam karena pertanyaan Syfa, dia belum memikirkan soal ini, namun hati kecil nya mengatakan untuk tetap kembali ke pondok, sampai akhirnya ada suara derap langkah menuju dapur dan berbicara dengan lantang.
"Syalu tidak akan pergi kemana-mana, dia akan tetap disini bersama kami." ucap Rosa tak suka.
"Mulai deh...kalau si ular keket muncul pasti rusuh." gumam Syfa dalam hati.
"Mama sudah bangun? tunggu di meja makan saja ma, sebentar lagi sarapan nya siap." ucap Syalu mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Ingat ya Sya apa yang mama katakan tadi." ucap Rosa, masih dengan wajah tak suka nya diapun berlalu dari dapur menuju meja makan.
"Mama nya kakak sadis ya, perasaan dari kemarin marah-marah mulu." ucap Syfa sambil terkikik.
"Is...kau ini, kakak bilangin ntar sama mama." ucap Syalu bercanda.
Sedangkan di ruang makan sudah duduk Delon dan Bintang yang menunggu sarapan, dengan langkah acuh Rosa duduk di sebelah suami nya.
"Assalamu'alaikum...selamat pagi bu." sapa Bintang dengan ramah.
"Salam." Jawab Rosa singkat dan ketus.
"Ma...kalau ada orang yang mengucapkan salam itu di jawab dengan benar dong,mama nggak boleh gitu jawab nya." Ucap Delon menasehati istrinya.
"Iya...iya...waalaikumsalam...puas???"ucap Rosa dengan sengit.
Bintang hanya menanggapi sikap Rosa dengan tersenyum, sedangkan Syfa dan Syalu datang dengan membawa beberapa menu sarapan, dan pagi ini tentu menu yang menjadi favorit adalah nasi goreng sefood.
"Sarapan telah tiba...selamat menikmati dan jangan terlalu memuji untuk masakan kami."Ucap Syfa dengan penuh semangat.
Dengan cekatan Syalu dan Syfa menyiapkan makanan di atas meja.
"Masakan biasa aja kayak gini kok heboh nya sampai ngajak satu kampung." cebik Rosa tak suka.
"Eh...bu...kalau nggak suka nggak usah di makan ya, kita memasak ini penuh dengan kasih sayang, dan kami nggak butuh komentar ibu." Jawab Syfa sengit.
"Syfa...jaga sikap mu, abang nggak suka kamu kayak gini." ucap Bintang menegur adiknya.
"Tapi bang???"Kata-kata Syfa terhenti karena Bintang memberinya kode untuk diam.
"Cukup ma, ini di meja makan dan tolong jangan bikin ulah." Sentak Delon.
"Ma...kenapa sikap mama selalu seperti ini, jangan buat Syalu malu ma, kiyai Somad dan keluarga nya selalu memperlakukan Syalu dengan baik apakah ini balasan untuk orang yang sudah baik dengan kita?" ucap Syalu dengan sedih, dada nya terasa sesak karena perbuatan sang mama.
__ADS_1
Bintang merasa tidak enak hati dalam situasi saat ini, dia hanya bisa menghela nafas dengan kasar, sedangkan Delon sudah tak bisa berkata apa-apa lagi, sikap sang istri sungguh benar-benar keterlaluan, entah dengan cara apa lagi dia harus membimbing istri nya untuk berubah jauh lebih baik lagi.