
"Apa maksud kamu memberikan wanita yang tengah menderita penyakit parah ha?" Ucap Doni penuh amarah.
"Apa? sakit parah? siapa yang bos maksud?"tanya Doni tak mengerti.
"Jangan pura-pura bodoh kau bangsat! berani-berani nya kau menipu ku dengan cara kotor seperti ini." Hardik Doni.
"Tidak bos, aku tidak pernah bermaksud ingin menipumu, sejujurnya aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan."Ucap Rico dengan rasa takut.
"Ha...ha...ternyata kau masih saja ingin membodohi ku, rasakan ini bangsat!!!!" Kemudian Doni menempelkan rokok yang telah dia sulut ke lengan Rico kemudian ke pipi Rico, mendapat kan siksaan yang di berikan oleh Doni membuat Rico berteriak histeris karena tangan dan pipinya terasa panas dan pedih.
"Aaaaa....panaaaaaasss....ampun bos...ampunnnn." Teriak Rico histeris.
"Sekarang katakan apa tujuan mu menyerahkan Syalu begitu mudah pada ku, sedangkan kau sendiri mencintai nya." Tanya Doni penuh selidik.
"Aku tidak ada tujuan apa-apa bos, aku hanya ingin menyenangkan hati bos dan juga ingin mendapatkan uang dari bos." Jawab Rico jujur.
Mendengar pernyataan Rico tentu membuat Doni semakin murka mendengar nya dengan penuh amarah Doni menampar kembali pipi Rico.
Plak
Plak
"Dasar...manusia serakah, tidak tahu diri, demi uang kau rela menjual istri mu ke laki-laki lain, tapi bukan itu yang sebenarnya jadi masalah buat ku, yang harus kau jawab masalah penyakit Syalu." Ucap Doni.
"Apa? penyakit? penyakit apa maksud bos?" tanya Rico kebingungan.
"Penyakit kelamin yang dia derita." Ucap Doni singkat.
"Apa? penyakit kelamin?" Rico masih tak mengerti dengan yang di ucapkan Doni.
Doni semakin muak dengan ekspresi Rico yang seolah-olah tidak mengetahui apa yang menimpa Syalu, dengan geram dia menyuruh Parman membuka baju Rico.
"Parman, buka baju bangsat ini!aku mau lihat sampai mana dia mampu bertahan dengan kebohongan nya." Ucap Doni.
"Siap tuan."Patuh Parman.
Kemudian Parman mengajak rekan nya untuk melucuti pakaian Rico, tentu saja Rico tidak tinggal diam, dia berteriak-teriak meminta di lepaskan.
"Hey...lepaskan aku, jangan lepas pakaian ku!!!" teriak Rico.
__ADS_1
Dalam sekejap tubuh Rico sudah polos dan hanya tersisa boxer nya saja.
"Parman sulut rokok-rokok ini dan berikan pada yang lain."Perintah Doni.
"Baik tuan." Ucap Parman patuh.
Bukan tanpa alasan Doni memerintahkan Parman untuk menyulut rokok sebanyak mungkin, sedangkan Rico mulai panik mendengar Doni mengarahkan anak buah nya untuk menyulut rokok, tangan dan pipi nya masih terasa panas dan pedih.
"Beri dia pelajaran Parman!!kita lihat apa dia masih mau berkelit atau mau jujur."Titah Doni.
"Baik tuan." Ucap Parman.
Kemudian Parman dan teman-temannya mendekati Rico dan.
"Aaaaaa....ampun...ampun...hu...hu."Rico menjerit sekuat tenaga karena rasa sakit dan pedih akibat Rokok yang di letakan di seluruh tubuh nya, bahkan ada salah satu dari rekan Parman dengan sengaja menekan batang rokok tersebut dengan kuat.
"Bagaimana Rico? masih tidak mau mengaku?" Seringai Doni.
"Sumpah bos, aku benar-benar tidak tahu kalau Syalu mengidap penyakit itu."Kini Rico mulai terisak akibat menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
" Munafik...bukannya kau yang menular kan penyakit menjijikan itu ha?"hardik Doni.
Rico benar-benar bingung kenapa Syalu bisa terkena penyakit tersebut, sedangkan dirinya belum pernah sekalipun menyentuh dirinya.
" Luar...biasa kau ini, masih saja ingin mengelak, seperti nya aku harus memberimu peringatan yang lebih kejam lagi."Ucap Doni dengan lantang.
"Jangan bos...ampun, aku benar-benar tidak tahu, menyentuh nya saja aku belum." Ucap Rico dengan ketakutan.
Seketika tawa Doni dan para bodyguard nya pecah, mereka seolah-olah mengejek pernyataan Rico yang tak masuk akal.
"Rico....Rico, Syalu itu sangat cantik, apa kamu bisa menahan diri untuk tidak menyentuh nya?" ucap Doni dengan gelak tawa.
"Tapi...aku benar-benar..." Belum sempat Rico menjawab Doni telah memotong kata-kata nya.
"Parman...aku ada urusan sebentar kebandung, terus siksa dia sampai dia mau mengaku, tapi jika dalam waktu tiga jam dia belum juga mengaku, patahkan salah satu kakinya, anggap saja itu balasan dari Syalu karena sudah menjual dirinya." Ucap Doni penuh penekanan.
"Baik tuan, sesuai perintah." Ucap Parman sambil memberi hormat pada bos nya.
Mendengar pernyataan Doni tentu membuat Rico ketakutan setengah mati, dia tidak dapat membayangkan jika kaki nya benar-benar patah.
__ADS_1
"Ampun bos...ampun...tolong lepaskan aku!!!"teriak Rico.
"Kau akan ku lepaskan jika kau mau mengakui kebohongan mu tentang Syalu, dan juga kembalikan semua uang yang telah aku berikan pada mu, dan satu lagi, hutang-hutang mu pun harus lunas sekarang juga." Ucap Doni tanpa ampun.
Mendengar pernyataan Doni tentu membuat Rico semakin bingung, bagaimana tidak semua uang yg ada di rekening nya hanya tersisa dua puluh juta, dan untuk hutang sebanyak itu dari mana dia dapat uang sebanyak itu dan lagi harus mengakui hal yang sama sekali tidak dia ketahui.
"Bos...sumpah aku benar-benar tidak tahu masalah penyakit Syalu, dan untuk uang yang telah kau berikan semua telah habis tak bersisa, apa lagi untuk membayar hutang-hutang ku itu, aku benar-benar tidak memiliki uang." Ucap Rico panjang lebar.
Mendengar kata-kata Rico tentu membuat Doni kalap.
Brak
Brak
Dua kali Doni menerjang meja dan kursi sehingga membuat kursi dan meja tersebut ambruk di hadapan Rico.
"keparat kau Rico, kau menghabiskan semua uang dari ku sedangkan kau menjual istrimu dari hasil menipu diri ku, kau mau mati ha?" Hardik Doni.
"Tapi bos, aku benar-benar tidak tahu kalau jadinya akan seperti ini, bos percayalah aku tidak bersalah, mungkin saja kan Syalu yang berbohong." Ucap Rico yang ingin mengkambing hitamkan Syalu.
Mendengar Rico menyebut nama Syalu dan mengatakan kalau Syalu lah yang berbohong, tentu membuat Doni merasa tidak terima dan kembali kalap.
"Kurang ajar kau Rico!!!" dengan gerakan cepat Doni mendekati Rico dan.
Plak
Plak
Bukkk
Bukkk
Tentu wajah dan tubuh Rico yang menjadi sasaran kemarahan Doni, wajah Rico kini sudah babak belur, darah mengalir dari sudut bibir nya, badannya pun terasa remuk.
Merasa lelah karena telah menghajar Rico kini Doni menyerah kan kembali pada Parman untuk mengambil alih urusan Rico, dia tidak mau tenaga nya terbuang sia-sia karena sampai detik ini Rico tidak mau mengakui nya.
"Parman aku akan pergi, lakukan sesuai perintah ku, patahkan salah satu kaki nya kalau dia tidak mau mengaku dalam waktu tiga jam." Ucap Doni sambil berlalu pergi.
"Siap Tuan." Patuh Parman.
__ADS_1
Kini Rico benar-benar merasa lemas, tubuh nya terasa remuk, sesekali dia meringis menahan sakit di wajahnya akibat pukulan Doni, dalam hati nya benar-benar menyesal karena telah berurusan dengan Doni.